Home / Berita / Internasional / Asia / Silaturahim dan Pendidikan Politik bagi WNI di Jepang

Silaturahim dan Pendidikan Politik bagi WNI di Jepang

Abdurohman, salah seorang WNI ketika menyampaikan Aspirasinya - Foto: PIP PKS Jepang
Abdurohman, salah seorang WNI ketika menyampaikan Aspirasinya – Foto: PIP PKS Jepang

dakwatuna.comUntuk memberikan pendidikan politik kepada warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah Kanto, Jepang, Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera Jepang menyelenggarakan Tabligh Akbar dan Silaturahim di Gotanda, Tokyo, bersama Dr H Ali Akhmadi yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Acara silaturahim ini dihadiri kurang lebih seratus WNI yang berdomisili di wilayah Tokyo dan sekitarnya (Yokohama, Chiba, Saitama, Tochigi, dan Gunma). Panitia bahkan mencatat ada peserta yang datang dari Niigata setelah menempuh perjalanan selama 6 jam lebih menggunakan kereta api.

Acara Tabligh Akbar dan Silaturahim ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan al Quran oleh Ust H Jailani Abdussalam, Lc, MA. Setelah mendengarkan sambutan dan paparan kinerja PKS Jepang pada pemilu 2004 dan 2009 oleh Endrianto Djajadi, M.Eng, hadirin menyimak ceramah Dr Ali Akhmadi.

Pada ceramahnya, Dr Ali Akhmadi menjelaskan pentingnya peran seluruh WNI dalam pesta demokrasi yang akan disongsong Indonesia melalui pemilu 9 April 2014. Bahwa golongan WNI yang melek politik dan berpendidikan namun tidak menggunakan hak pilihnya tidak akan memberi dampak kebaikan apapun bagi negara.

Beliau lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam politik itu tidak semua pilihan buruk, pasti selalu ada politisi baik dan partai yang baik yang bisa menjadi pilihan. Dr Ali mengajak seluruh peserta yang hadir untuk tidak tinggal diam dalam menyebarkan-luaskan ajakan menggunakan hak pilih pada pemilu 9 April 2014. Acara ceramah kemudian diakhiri sesi tanya jawab dan santap somay bersama yang dilanjutkan shalat dzuhur berjamaah.

Bondan Setiawan, M.Eng, menjelaskan hal-hal teknis yang perlu disiapkan agar seluruh WNI bisa menggunakan hak pilihnya. Beliau menjelaskan bahwa hari pencoblosan di Jepang adalah beberapa hari sebelum 9 April 2014. Seluruh WNI yang telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap akan menerima surat suara dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melalui pos dan pemilih bisa mencoblos di rumah untuk kemudian mengirim kembali surat suara ke PPLN. Bondan mengajak seluruh hadirin untuk mengecek kembali apakah namanya sudah terdaftar dalam daftar pemilih di website PPLN Jepang.

Acara menjadi lebih semarak dengan adanya Teleconference dengan salah satu calon legislatif daerah pemilihan luar negeri yang sedang ada di Hongkong. Pada sesi Teleconference itu, hadirin mendapat kesempatan untuk menyampaikan ‘uneg-uneg’-nya.

Abdurrohman, salah satu peserta yang hadir, menyampaikan informasi bahwa beberapa tenaga kerja trainee (kenshusei) yang tidak mendapatkan izin untuk beribadah, juga kasus trainee yang tidak mendapatkan gaji sesuai kontrak. Abdurrohman meminta agar kasus-kasus seperti bisa menjadi perhatian bersama oleh anggota dewan nantinya.

Hadirin lain yaitu Saudari Nuniek memberi masukan mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak dari pernikahan WNI dengan warga Jepang. Pendidikan agama bagi anak-anak dalam keluarga campuran WNI dengan Jepang membutuhkan perhatian khusus, terutama pendidikan agama.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama Dr Ali Akhmadi dan foto bersama. Beberapa hadirin menyatakan senang bisa menghadiri acara Tabligh Akbar ini karena berkesempatan mendapat pendidikan politik sekaligus bisa menyampaikan secara langsung aspirasi kepada calon anggota dewan. (Fariz Nurwidya/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (visokoin.com)

Ibadah Puluhan Tahun yang Sia-Sia