Home / Berita / Nasional / Wawancara dengan Channel 7, Pembebasan Corby Ditinjau Ulang

Wawancara dengan Channel 7, Pembebasan Corby Ditinjau Ulang

Schapelle Leigh Corby dinyatakan bebas bersyarat pada 10 Februari 2014 - Foto: detikislam.com
Schapelle Leigh Corby dinyatakan bebas bersyarat pada 10 Februari 2014 – Foto: detikislam.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin menegaskan, pemerintah terbuka kemungkinan untuk meninjau ulang pembebasan bersyarat yang telah diberikan kepada Schapelle Leigh Corby menyusul wawancara yang dilakukan kakaknya, Mercedes, dengan media Australia, Channel 7.

Keputusan dicabut atau tidak pembebasan bersyarat Corby sangat tergantung dari laporan/rekomendasi Balai Pemasyarakatan Denpasar.

”Sangat terbuka kemungkinan (pembebasan bersyarat Corby) untuk ditinjau kembali. Itu sangat tergantung dari laporan yang akan kami dapatkan dari lapangan,” ungkap Amir kepada Kompas, Senin (3/3).

Saat ini, Amir masih menunggu laporan dan rekomendasi yang disampaikan balai pemasyarakatan di Bali.

Laporan tersebut akan mengurai apakah terdapat persinggungan antara wawancara yang dilakukan Mercedes dan persyaratan yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM yang telah disetujui Corby ketika pembebasan bersyarat diberikan.

Apabila terdapat persinggungan (baca pelanggaran), Amir akan melihat seberapa derajat pelanggaran yang dilakukan.

”Kalau nanti sampai pada putusan yang sangat terpaksa kami lakukan, ini tidak terlepas dari tanggung jawab keluarganya, yang saya lihat tidak prihatin dengan yang kami hadapi,” ungkapnya.

Amir mengaku kesabarannya sangat diuji dengan kasus Corby. Ia menilai keluarga Corby tidak memahami beratnya tekanan yang harus dirasakan Kementerian Hukum dan HAM ketika memutuskan memberikan pembebasan bersyarat kepada Corby beberapa waktu lalu.

”Seakan-akan hanya untuk membela seorang Corby, saya harus mengalami tekanan seperti ini sehingga muncul beragam isu. Seharusnya mereka mengerti ya,” ujar Amir.

Amir mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali.

Menurut laporan yang diterima, mereka sudah memanggil Mercedes untuk meminta keterangan mengapa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang seakan-akan menuduh ganja tersebut berasal dari Indonesia.

Dalami motif

Kementerian Hukum dan HAM juga mendalami motif yang melatarbelakangi dilakukannya wawancara tersebut.

”Boleh saya katakan, saya menduga mereka ini melakukan (wawancara) untuk motif-motif suatu perhitungan keuntungan. Sangat saya sayangkan kalau ada sikap seperti itu, sementara kami cukup berat menghadapi gugatan di dalam negeri,” tuturnya.

Langkah Mercedes tersebut, lanjut Amir, membuat keluarga Corby terlihat bukan pihak yang tahu berterima kasih ataupun bersyukur dengan yang sudah diperoleh.

Pemantauan Kompas di Bali, menunjukkan, kini, Corby mulai tinggal di rumah iparnya di Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Ia telah meninggalkan Villa Sentosa Seminyak, sebuah vila mewah di Petitenget, Badung, Bali, menjelang dini hari. Vila itu menjadi tempat Corby menginap setelah kebebasannya pada 10 Februari lalu.

”Ini menghindari kejaran wartawan. Jadi, pulangnya saat gelap,” kata iparnya yang juga sebagai penjaminnya, Wayan Widyartha, ketika dihubungi Kompas, kemarin.

Saat pulang, Corby ditemani kakaknya, Mercedes, dan ibunya. Wayan Widyartha juga memaparkan, saat ini Corby masih belum sehat dan masih mengalami stres.

Mercedes diwawancara

Namun, Wayan Widyartha menolak menjelaskan panjang lebar dan segera menutup telepon selulernya ketika ditanya Kompas mengenai wawancara dengan Channel 7.

Ia mengulang dan menegaskan bahwa Corby belum ingin di ganggu media.

Soal wawancara denganChannel 7, Wayan menegaskan bahwa Corby tidak melakukannya.

”Schapelle Corby tidak diwawancara. Kakak Corby, Mercedes, yang diwawancara,” kata Wayan Widyartha. (ANA/AYS/kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Sejuki

    Dah, cabut aja pembebasan bersyaratnya. Gitu aja kok repot. Jadi Menteri jangan suka ikut-ikutan peragu dong kayak boss ente, si Beye itu…..

    Jelas-jelas ini penghinaan keluarga Corby terhadap kebijakan negara, kok masih mikir-mikir lagi.

Lihat Juga

Buwas: Ada Indikasi, Negara Asing Akan Hancurkan Indonesia Lewat Narkoba