Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Yaa Rahman, Ampuni Kami

Yaa Rahman, Ampuni Kami

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)
Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)

dakwatuna.comBegitu banyak bencana yang terjadi di bumi Indonesia akhir-akhir ini. Entah ini sebuah ujian atau sebuah musibah. Bersyukur jika ini sebuah ujian, karena bentuk dari peningkatan keimanan kita kepada pencipta semesta. Nah, jika sebaliknya. Ini adalah musibah yang Allah berikan kepada kita. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Masih terngiang di telinga kita, dan sangat mengiris relung hati saat melihat rentetan bencana mulai datang. Tahun 2014 baru dimulai. Baru beranjak bulan februari. Namun, bencana yang terjadi sudah ingin mengalahkan hitungan jari kita. Sedih, pasti. Siapa yang tidak sedih melihat begitu banyak yang harus terkorban. Jika kita lihat kembali di bulan januari dan februari saja. Ada beberapa bencana yang terjadi di berbagai belahan bumi Indonesia. Jangan bicara dunia dulu. Kita lihat Indonesia saja.

  1. Kala Sulawesi utara dilanda banjir bandang. Lebih kurang 40.000 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dan 19 orang lainnya meninggal dunia.
  2. Bagian timur Indonesia dilanda bencana, bagian barat tidak mau kalah sepertinya. Jakarta. Yang kita kenal sebagai ibu kota Negara. Lagi-lagi dilanda banjir. Banjir Jakarta yang biasanya terjadi 5 tahun sekali. Kali ini terjadi lebih cepat dari biasanya
  3. Belum usai banjir bandang dan banjir Jakarta yang menelan korban dan menelan kerugian besar. Lantas di jawa timur terjadi tanah longsor yang menyebabkan 17 orang meninggal dunia
  4. Bencana selanjutnya, gunung Sinabung di Sumatera utara beraksi. BNPB mencatat erupsi ini telah memakan korban jiwa sebanyak 15 orang dan sedikitnya 30.400 jiwa harus mengungsi
  5. Tidak hanya itu, masih di pulau Sumatera. Riau masih setia dengan kebakaran lahan. Akibat dari tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Lagi-lagi asap mengepul di bumi lancing kuning.
  6. Nah bencana terbaru yang dirasakan hampir seluruh masyarakat di pulau jawa. Debu akibat erupsi gunung Kelud. Gunung Kelud yang terletak di jawa timur sepertinya sudah tidak kuasa menahan lagi. Hingga akhirnya tepat tanggal (13/2/2014) terjadi erupsi yang pastinya berdampak besar bagi masyarakat jawa timur dan sekitarnya.

Baru saja pertengahan bulan kedua di tahun 2014, sudah 6 bencana besar yang terjadi. Mungkin masih banyak bencana lainnya yang luput dari penglihatan dan pendengaran kita. Masihkah kita sombong? Masihkah kita memikirkan kesenangan dunia yang sudah renta? Masihkah kita berfoya-foya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat dan tidak ada aturannya dalam Al Quran dan hadits yang sudah diwariskan Rasulullah untuk kita. Masihkah kita lengah tatkala seruan azan berkumandang? Masihkah kita berpikiran sempit bahwa hidup hanya ada di sini saja? Bukankah ini sebuah peringatan yang Allah berikan kepada kita sebagai makhluk. Bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali berusaha, berdoa dan meminta petunjuk kepada sang Khaliq. Bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya. Sungguh dalam diri kita masih ada tertanam rasa sombong, bahwa kita berfikir kita bisa melakukan apapun yang ingin kita lakukan tanpa pertolongan dari Nya. Padahal, daun saja jatuh atas kehendak Allah.

Wallahu’alam. Semoga kita bisa mengambil hikmah atas setiap kejadian. Dan memperbanyak istighfar kepada Allah. Memohon ampun atas kesalahan dan kelalaian kita. Bisa jadi bencana yang terjadi selama ini merupakan teguran atas maksiat dan kelalaian yang kita perbuat. Ya Rahman, penguasa semesta, ampuni kami yang kerdil ini.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Zahratul Afifa
Lahir di Bengkalis Provinsi Riau pada bulan Desember 1990. Mahasiswi semester 1 pada sekolah Pasca sarjana program studi pendidikan dasar di UPI. Memulai belajar menulis, dan menjadi anggota FLP kota Pekanbaru angkatan VIII pada awal tahun 2013.
  • BramSonata

    Perlu anda pahami dan resapi, bahwa planet earth (bumi) ini, hanya berbentuk SEBUAH DEBU bila dibandingkan dengan luasnya alam semestajagad raya yg didalamnya berisi milyardan bahkan trilyunan galaxi yg hanya Tuhan sendiri yg mengetahuinya. Sehingga saya sangat memahami dan tidak terkejut, saat Al Quran menyebutkan, andaikata air laut/samudera diplanet bumi yg 80% merupakan kandungannya, berupa tinta, PASTI tidak akan cukup untuk menuliskan kebesaran asma Allah, walau dikalikan berapa banyak air samudera /laut yg sekarang ada. Dan anda perlu pahami juga, bahwa struktur fisik malaikat ukuran/beratnya besarnya sangat luarbiasa bila dibandingkan dengan ukuran yg mampu dinalar manusia, salah satu contoh,Malaikat Jib’ril a.s. Besar badannya barangkali seluas galaxi bima sakti atau bahkan lebih, hanya Tuhan yg mengetahuinya.

    Dari ilustrasi singkat diatas,maka dapat mengantarkan anda berderajad/berbobot Insan Islam yg kokoh / tegar Imannya didalam keimanan Islam, khususnya dalam mengalami/merasakan beban yg harus “dipikulnya” akibat bencana alam selama ini.
    Tentang persitiwa gempa bumi, banjir bandang, angin topan, kebakaran hutan dan peristiwa lainnya, merupakan dari proses yg harus ada –yg fase fase -nya sudah ditetapkan Tuhan sendiri– untuk MENUJU KIAMATNYA ALAM SEMESTA INI. maksudnya tidak usah bingung dan panik.

    Sterilkan akidah anda untuk tidak menyekutukan Tuhan dalam bentuk dan manifestasi apapun, sebab ini merupakan syarat UTAMA untuk diterimanya amal anda, sehingga
    anda akan ringan dan enteng enteng saja menghadapi bencana (alam) yg kaya apapun besarnya. buktikan!.

  • Jimmy Octavia

    Subhana Allah…

Lihat Juga

Pengampunan Pajak Bukan Kebijakan yang Baik dan Tepat