Home / Berita / Daerah / ACT Bantu Ribuan Genteng Untuk Warga Satak

ACT Bantu Ribuan Genteng Untuk Warga Satak

Genteng-genteng rumah warga Desa Satak, Kec Puncu, Kediri hancur akibat tertimpa abu vulkanik pascaerupsi Gunung Kelud. (Foto: Satari/ACT)
Genteng-genteng rumah warga Desa Satak, Kec Puncu, Kediri hancur akibat tertimpa abu vulkanik pascaerupsi Gunung Kelud. (Foto: Satari/ACT)

dakwatuna.com – Kediri. Puluhan warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri rumahnya rusak parah. Hampir semua rumah di desa ini gentengnya hancur terimbas letusan Gunung Kelud sepekan yang lalu. Genteng-genteng rumah hancur karena terlalu berat menahan abu vukanik dan material lainnya.

Warga desa Satak mengeluhkan ketiadaan bantuan genteng padahal permintaan bantuan kepada pemerintah sudah diajukan sejak Senin lalu. Saat ini masyarakat sangat membutuhkan genteng. Setiap rumah membutuhkan sekurang-kurangnya 2 ribu genteng. Selain membutuhkan bantuan genteng, bantuan lain pun sering terlambat datang karena daerah ini termasuk daerah terisolir. Makanan dan air baru diterima warga tiga sampai tujuh hari setelah letusan.

Menurut M Insan Nurrohman, Direktur Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) yang memimpin langsung tim emergency response ACT, pihaknya hari ini akan menyalurkan bantuan dari warga masyarakat berupa ribuan genteng kepada warga yang atap rumahnya hancur akibat letusan Gunung Kelud beberapa waktu lalu.

“ACT sengaja mendatangkan ribuan genteng dari daerah yang berada di sekitar Kediri. Hal ini dikarenakan stok genteng di Kediri sudah menipis, walaupun harganya sangat mahal,” ungkap Insan Nurrohman.

Insan menjelaskan, naiknya harga genteng di Kediri hampir mencapai 50 persen. Hal ini, mungkin dikarenakan akibat naiknya permintaan masyarakat. “Mahalnya harga genteng sangat tidak terjangkau oleh warga desa yang dhuafa dan berpenghasilan rendah,” tambah Insan.

Oleh sebab itu, ACT hari ini menyalurkan donasi berupa genteng yang diamanahkan donatur untuk membantu masyarakat tidak mampu yang rumahnya hancur akibat tertimpa abu vulkanik pascaerupsi Gunung Kelud.

“Pagi ini, Jum’at (21/2) rencananya ACT akan mengirimkan 10 truk genteng yang akan didrop ke Kantor Desa Satak, Kecamatan Puncu. Sedangkan acara serah terima secara seremonial akan dilaksanakan di Kantor Camat Pare, Kabupaten Kediri, yang akan diterima oleh Kepala Desa Satak,” ujar Insan.

Kepala Desa Satak sangat responsif dengan bantuan ini dan hanya ACT satu-satunya lembaga luar yg diperbolehkan pasang spanduk posko di halaman Kantor Desa Satak. ACT memberikan amanah sebagai Ketua Posko Kemanusiaan ACT Desa Satak kepada Mulyono yang akrab disapa Mbah Mul. Ia dikenal sebagai Mbah Marijan-nya Gunung Kelud.

“Selain bantuan genteng untuk warga Desa Satak, kita juga akan membantu susu dari Frisian Flag ke delapan desa di Kecamatan Kepung untuk mengamankan jalur logistik menuju ring nol. Semoga ini menguatkan peran sosial kemanusiaan ACT di Kelud. Mohon doanya,” harap Insan. (lingga/ACT/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Semarak, Konser Kepedulian untuk Korban Asap Geisha Band