Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Jadilah Solusi

Jadilah Solusi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustras. (Foto: blogspot.com)
Ilustras. (Foto: blogspot.com)

dakwatuna.com Dengan memaknai kelahiran Rasulullah SAW yang merupakan satu karunia dari Allah SWT kepada seluruh alam ini, kita dapat mengambil satu pelajaran yang sangat berharga yakni memaknai nilai dari sebuah proses kelahiran. Beliau dilahirkan di saat kondisi masyarakat Arab dalam kejahiliyahan yang sangat memprihatinkan. Walau berat perjuangan yang beliau lakukan, namun pada akhirnya Islam dapat kita rasakan hingga saat ini. Beliau dilahirkan sebagai solusi atas sebuah permasalahan besar.

Kehidupan saat ini berada pada keadaan yang dapat kita sebut “kejahiliyahan modern” di mana ciri-ciri kaum jahiliyah dahulu dapat kita temukan pula di masa kini dengan bentuk yang berbeda. Saat ini kasus pembunuhan yang semakin sadis, kebodohan merajalela, aqidah yang bermasalah, pengaruh barat yang menjauhkan nilai agama dari kehidupan, dilemahkan dengan obat terlarang dan perpecahan antar sesama memberikan warna kelam kehidupan saat ini.

Rasul telah tiada, para sahabat membersamainya pun kini tinggal menanti kenikmatan surga. Thabi’in, thabi’ut thabi’in pun telah merasakan manis perjuangannya, siapa pengganti mereka semua? Inilah nilai dari kehidupan yang penuh makna itu. Mereka mulia karena dakwah. Ya dakwah yang memuliakan mereka. Umat ini sudah terlalu jauh dari Islam. Mereka lupa akan tugas dan kewajiban, mereka lupa akan pertanggungjawaban di hari kemudian, mereka cinta dunia melebihi hari persaksian dan keabadian akhirat. Karena Islam tak sekadar keyakinan. Namun ia adalah sistem kehidupan yang mengatur agar penganutnya menjadi baik. Dan peran dakwah ialah agar manusia dapat merasakan nikmat dan indahnya berislam. Mereka berserah diri dan mengabdi dengan pengabdian yang sungguh-sungguh kepada sang pencipta, Allah SWT mengharap perjumpaan kekal nan abadi di surga.

Saat ini kita yang telah tersadar haruslah melakukan pergerakan. Ibarat sedang tertidur di dalam sebuah rumah. Ketika itu kita yang pertama kali terbangun dan melihat api berkobar membakar rumah. Apa yang kita lakukan? Ya… tepat sekali. Bangunkan yang tertidur, selamatkan mereka. Dengan itu mereka dapat terbebas dari amukan api kemudian barulah kita memadamkan api. Bahkan yang lebih baik lagi tatkala mereka juga ikut bersama-sama dengan kita memadamkan api.

So… jadilah solusi, berikan inspirasi. Karena setiap kebaikan yang kita lakukan akan melahirkan kebaikan yang lain. Ingatkan saudara kita, ajak mereka berbuat kebaikan. Sadarkan mereka, cegah mereka menuju ke lubang buaya. Jangan tunggu banyak ilmu, sedikit yang kita dapatkan, ajarkanlah. Maka Allah akan menambahnya dan semakin mempermudah kita untuk mengimplementasikan apa yang telah kita sampaikan. Sekarang tak ada waktu untuk banyak mengeluh. Daripada mengutuk kegelapan lebih baik menyalakan lilin. Tetap semangat menebar manfaat. Karena kita lahir dengan tiga nilai atau tiga makna kelahiran, yakni:

  1. Wulidna bilmahabbati warahmah, kita lahir dengan membawa misi penyebar kasih saying.
  2. Wulidna bil izzati walkaramah kita lahir dengan kehormatan dan kita lahir untuk meraih kejayaan.
  3. Wulidna bilamanati bil masuliyah, kita lahir untuk terus dan terus memikul tanggungjawab, mengemban amanah yang insya Allah kita bersama-sama akan menghadap Allah untuk dimintai pertanggungjawabannya sejauh mana amanah dan mausliyah itu kita laksanakan.

Wallahu’alam bishawwab.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur.

Lihat Juga

Membiasakan Anak Menghafal Alquran