Home / Berita / Internasional / Asia / Klub Sepak Bola Chili Bikin Israel Geram

Klub Sepak Bola Chili Bikin Israel Geram

Kostum club Deprotivo Palestino yang bergambar Wilayah Palestina sebelum di caplok israel (Foto: whoateallthepies.tv)
Kostum club Deprotivo Palestino yang bergambar Wilayah Palestina sebelum di caplok israel (Foto: whoateallthepies.tv)

dakwatuna.com – Santiago.  Klub sepak bola Chili, Deprotivo Palestino, membuat pemerintah Israel geram. Alasannnya, klub yang didirikan oleh imigran Palestina di Chili itu meluncurkan kostum dengan gambar peta wilayah Palestina sebelum dicaplok Israel.

Gambar peta Palestina itu menggantikan nomor punggung satu yang melekat di baju kiper Deprotivo. Gambar peta Palestina sebelum tahun 1948 sendiri memang menyerupai angka satu.

Akibat kostum sepak bola ini, pemerintah Israel mengadu ke FIFA. Mereka menilai, seragam Deprotivo telah menyeret isu politik ke lapangan sepak bola. Tidak hanya itu, pemerintah Israel pun melayangkan protes resmi ke pemerintah Chili atas seragam Deprotivo yang dinilai bisa menimbulkan sentimen negatif terhadap negara Zionis itu.

Sebaliknya, Federasi Orang Palestina di Chili balik mencibir sikap Israel. “Kami menolak sikap hipokrit Israel yang menyalahkan gambar peta itu tapi tak membahas aksi pancaplokan sepihak tanah milik bangsa Palestina,” tulis Federasi Palestina-Chile seperti dikutip laman Al Arabiya.   (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (45 votes, average: 9,53 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • mamase

    deportivo palestino yg bener..

  • Rizky Aeza

    gue salut sama klub deportivo palestine! good job!

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina