Home / Berita / Nasional / Meyda Sefira: Sebuah Songbook, Rp 1 M dan Pangan Untuk Suriah

Meyda Sefira: Sebuah Songbook, Rp 1 M dan Pangan Untuk Suriah

IMG_9243dakwatuna.com – Jakarta.  Sebuah buku bersama sekumpulan lagu dan puisi akan menyapa anak-anak muda Indonesia. Ada muatan lebih dari karya kolaboratif ini. Indah, bukan saja karena lagu dan pesannya, tapi juga karena dimensi sosial kongkret dalam prosesnya. Akan diluncurkan di Bandung, Ahad (22/12/2013), kombinasi kerja keras dan semangat penulis, musisi, entrepreneur muda dalam Inspirasi Corp dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Lima lagu dalam sebuah compact disc (CD): Hujan Safir, Calon Imamku, Hijabku, Rinduku Ayah-Ibuku, Kulihat Dunia Menangis, dan sebuah buku, menjadi songbook bertajuk Hujan Safir – menyeruak di tengah kompetisi karya anak muda Indonesia. Tak sekadar berkutat dalam kompetisi eksistensi, Meyda – yang melantunkan tembang (kebanyakan berpuisi) – bersama suara emas Lutfiah Hayati, mengajak pendengar melihat gairah spiritual penuh cinta: cinta yang memburu keshalihan. Syair bernuansa religi ini, buah pena Kang Abay, sosok yang menyebut diri motivasinger dari Bandung.

Substansi buku ini mengantar pembaca berkilas balik perjalanan hidup seorang anak muda. Masih teramat muda, 20 tahun, penceritaan apa-adanya, lugas, namun menoreh kesan mendalam terutama bagi kaum muda sebayanya. Bahwa muda bukan alasan tak mereguk dan menebar hal-hal baik dari kepolosan dan kesahajaan anak muda. Buku ini,

bertutur mengalir ringan untuk mengembalikan hakikat baik adalah milik semua usia. Bahkan milik setiap orang yang sudah berumur atau sedang mengayun langkah menata hidup.

Dalam pilihan diksi anak-anak pembelajar spiritual ini, musik dan biografi Meyda yang baru berusia 20 tahun, memercikkan harapan: anak muda itu bersemangat, shalihah, kreatif, juga humanis.

“Karya ini sebagian hasil penjualannya akan didedikasikan untuk penyediaan pangan bagi pengungsi Suriah. Alangkah pilu mendengar pengungsi sampai makan daging kucing kesayangan mereka,” kata Meyda, alumnus cum laude Itenas Bandung.

Sebagai brand ambassador ACT, Meyda Sefira kian mantap mengibarkan panji kemanusiaan di Tanah Air.

Mengomentari buku ini, Presiden ACT Ahyudin mengatakan, “Mungkin ada yang mencibir, seorang Meyda yang masih belia sudah menulis biografi. Sudah berbuat apa dia dalam usia yang semuda ini? Benar, usia boleh belia tapi inspirasi bukan monopoli kaum tua. Kalau sejak dini seorang hamba sudah bisa memetik hikmah hidup, mengapa menunggu tua baru memberi inspirasi?”

Peluncuran buku ini akan berlangsung di Bandung, Minggu 22 Desember 2013 dalam rangkaian konser dan training motivasi, pagi hingga sore. “Target kami, lewat roadshow amal di sepuluh kota di Indonesia, menggalang dana 1 miliar rupiah yang akan digunakan membangun pabrik roti di Aleppo. Kami ingin berbuat nyata untuk pengungsi Suriah yang
kelaparan akibat krisis di negeri mereka,” ujar Yasho San, pimpinan Inspirasi Corp, penerbit Hujan Safir yang bersinergi dengan ACT.  (Iqbal/act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Membaca Masa Depan Perang Suriah