Home / Berita / Daerah / Pengungsi Gunung Sinabung Butuh MCK

Pengungsi Gunung Sinabung Butuh MCK

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin saat berdialog dengan pengungsi letusan Gunung Sinabung
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin saat berdialog dengan pengungsi letusan Gunung Sinabung

dakwatuna.com –  Berastagi.  Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin meninjau para pengungsi korban meletusnya Gunung Sinabung di beberapa lokasi antara lain di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kunjungan kerjanya, Presiden ACT Ahyudin menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pengungsi menanyakan kondisi mereka di pengungsian. Beberapa pengungsi menyampaikan persoalannya kepada Presiden, terutama persoalan sanitasi dan air bersih.

“Kami di sini, buang air besar saja susah, Pak!” kata Warsini kepada Ahyudin, Presiden ACT. Warsini mewakili pengungsi lainnya di Sempajaya, Desa Peceren, Kecamatan Berastagi, Kab Tanah Karo.

Senada dengan Warsini, pengungsi lainnya menyampaikan kesulitannya untuk mendapatkan air bersih untuk mandi, mencuci pakaian dan perabotan rumah tangga mereka. “Cuci baju pun tak bisa lagi, sungai jauh sekali dari sini, Pak. Kotoran juga berserak,” kata Rahmawati, pengungsi Sinabung.

Berdasarkan pantauan ACT, kondisi pengungsi Sinabung masih kondusif. Untuk kebutuhan konsumsi dan logistik para pengungsi masih tercukupi. Namun, saat ini sangat dibutuhkan pengungsi fasilitas sanitasi yang memadai. Demikian pula, fasilitas penampung air bersih yang masih sangat kurang dibanding dengan jumlah pengungsi.

“Hal ini, menyebabkan para pengungsi tampak kotor dan kumal karena tidak mandi. Banyak peralatan makan yang tergeletak berantakan dalam keadaan kotor, dan anak-anak bahkan orang dewasa yang buang air kecil sembarangan,” kata Rifai, tim Disaster Emergency Response ACT.

Untuk itu fasilitas  MCK (Mobile Emergency Sanitation Program) sangat dibutuhkan. Berdasarkan pantauan ACT di lapangan , ada 6 titik yang dibutuhkan MCK, yaitu di Los Tiga Binanga dibutuhkan 4 MCK dengan jumlah pengungsi 2.438 jiwa, di Los Tanjung Pulo 2 MCK untuk 719 pengungsi, di Los Tanjung Mbelang 2 MCK dengan jumlah pengungsi 366 jiwa, dan Gudang Jeruk 2 MCK dengan pengungsi 444 jiwa, di  UKA Kabanjahe 6 MCK pengungsi 2.967 jiwa. Dan di Los Sempajaya 3 MCK dengan pengungsi 1.420 jiwa.

Presiden ACT juga mengunjungi para pengungsi  di Kecamatan Naman Teran yang termasuk zona merah. Wilayah kecamatan ini termasuk 16 kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Tanah Karo yang terkena abu vulkanik Gunung Sinabung.

Beliau berdialog dengan para petani yang area pertaniannya luluh lantak akibat erupsi Gunung Sinabung. Para petani di daerah ini mengalami kerugian yang sangat besar.

“Kerugian petani bisa mencapai Rp 40 miliar,” kata Dasarta dan Agus, dua orang petani setempat di Sukandebi, Kec Naman Teran, Kab Tanah Karo. (dyt/act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Geisha Band menggelar konser kepedulian untuk korban asap, Jumat (30/10/15). (ACTNews)

Semarak, Konser Kepedulian untuk Korban Asap Geisha Band