Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Ayat-Ayat Sehat

Ayat-Ayat Sehat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Ayat-Ayat Sehat".
Cover buku “Ayat-Ayat Sehat”.

Judul   Buku: Ayat-Ayat Sehat
Penulis: Yuga Pramita
Penerbit: Pro-U Media – Yogyakarta
Cetakan:  I; 2013
Tebal: 208 Halaman; 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-7820-08-1
Harga: Rp 32.000,-

Bahagianya Hidup Sehat

Sehat adalah mutiara paling berharga dalam sejarah kehidupan seseorang. Sehat dikategorikan dalam satu dari dua hal yang sering dilupakan oleh manusia, bersama dengan waktu luang. Bahkan, sehat baru benar-benar dirasakan kemanfaatannya ketika seseorang diuji dengan sakit.

Bagi sebagian kalangan, dan mungkin kita satu di antaranya, sehat merupakan barang mahal. Meskipun, jika kita mau merelakan hidup dengan aturan Allah, maka sehat menjadi barang yang murah meriah dan bisa kita dapati dari beragam cara.

Sehat bermula dari hati, bisa diindikasi dengan adanya ketulusan dalam setiap perbuatan. Ketulusan adalah urusan sangat pribadi antara Allah dengan masing-masing kita. Tapi hal ini, bisa dilihat dalam diri seseorang. Ketulusan, bisa membuat seseorang merasa tenang, damai, sehat dan bahagia. Sedangkan pamrih berlebih merupakan salah satu sebab timbulnya gelisah, gundah gulana, pegal dan sedih. (Hal 17).

Selain ketulusan, menuntut ilmu juga menjadi salah satu kunci kesehatan. Hal ini bisa dilihat dari salah satu penelitian yang dilakukan oleh Swedish Insitute yang melibatkan 1,2 juta orang sebagai objek penelitian. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa siswa yang menjalani pendidikan 9 tahun cenderung memiliki angka kematian lebih rendah setelah usia 40 tahun jika dibandingkan dengan peserta yang bersekolah hanya 8 tahun. (Hal 21)

Yang tak kalah mengejutkannya, adalah aktivitas bersin. Mungkin, bersin menjadi hal yang sangat biasa dan tidak memiliki faedah apapun. Padahal, dalam penelitian terbaru oleh DR. Albert M. Hutapea, MPH –salah seorang Guru Besar di Universitas Advent Indonesia – Bandung, bahwa udara yang keluar sewaktu bersin bisa mencapai kecepatan 950 km/jam. Sehingga ribuan kuman dan kotoran yang hendak masuk ke dalam tubuh, bisa serta merta terpental keluar. (Hal 48).

Kesehatan juga erat kaitannya dengan makanan dan minuman kita. Di mana dalam makanan itu, terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan juga buah-buahan. Makanan yang hendak dikonsumsi harus memenuhi syarat-syarat kesehatan yang tidak bisa ditawar lagi. Begitu juga terkait dua larangan terkait makan dan minum, yaitu jangan berlebih-lebihan dan jangan tidur setelah makan.

Berlebihan dalam makan dan minum, bisa menyebabkan obesitas. Di mana obesitas merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai macam jenis penyakit berbahaya lainnya. Sedangkan berlebihan dalam minum, bisa mencetuskan situasi hiponatremia dengan gejala: mual dan muntah, sakit kepala, kebingungan, kehilangan energi, kelelahan, gelisah dan mudah marah, kelemahan otot berupa kejang atau kram, pingsan dan koma. (Hal 69)

Sedangkan tidur setelah makan merupakan penyebab timbulnya GERD, yaitu kondisi saat cairan dan gas dari lambung berbalik ke tenggorokan, membuat mulut terasa pahit dan dada seolah terbakar. Tidur setelah makan juga bisa menyebabkan stroke, sebagaimana disimpulkan dalam sebuah penelitian di Medical School Yunani yang melibatkan 500 orang sehat. Dalam penelitian itu, dihasilkan sebuah kesimpulan, bahwa orang yang menunggu paling lama antara makan dan tidur berada dalam resiko terendah mengalami stroke.

Masih banyak hal lain yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber kesehatan. Mulai dari berbagai jenis daging (merah dan putih), sayuran hijau yang merupakan sumber anti-oksidan, roti, aneka jenis buah istimewa seperti kurma, anggur dan delima, madu, hingga sesekali beraktivitas tanpa sandal untuk menyehatkan seluruh tubuh melalui terapi pijit refleksi gratis.

Yang tak kalah menakjubkannya, ternyata aktivitas menangis yang sesekali kita lakukan, baik lantaran menyesali kegagalan atau karena menyadari banyaknya dosa, merupakan salah satu sumber kesehatan. Di mana air mata yang dikeluarkan oleh seseorang, bermanfaat sebagai pelumas yang hebat bagi mata, pembunuh bakteri, penyingkir racun, ampuh mengurangi kesedihan dan membuat performa lebih baik. (Hal 52-53)

Sajian dalam buku ini menjadi semakin menarik karena dilengkapi dengan penelitian-penelitian terkini. Sehingga pembaca yang mendamba kesehatan sejati, wajib membaca, menelaah dan mempraktekkannya dalam keseharian. Karena sehat adalah pilihan orang-orang yang berakal dan keniscayaan bagi mereka yang bersungguh-sungguh mengupayakannya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 6,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pirman
Penulis, Pedagang dan Pembelajar

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Nikmat Sehat yang Terlalaikan