Home / Berita / Internasional / Asia / Setelah “M75” Apa Yang Disembunyikan Brigade Al-Qassam?

Setelah “M75” Apa Yang Disembunyikan Brigade Al-Qassam?

Rudal 'M-75' milik Brigade Al-Qassam
Rudal ‘M-75’ milik Brigade Al-Qassam

dakwatuna.com – Gaza. Barigade Al-Qassam, sayap militer Hamas menganggap rudal Fajr 5 dan M75 buatan lokal yang terus diperbarui merupakan hal biasa jika digunakan dalam pertempuran mendatang.

Warga di Gaza berbangga membicarakan kejutan mendatang, mereka memprediksi Al-Qassam memiliki taktik dan senjata yang disembunyikan, yang bisa menghentikan musuh, mengakhiri agresinya, atau mempertimbangkan kembali sebelum melakukan agresi ke Gaza.

Kejutan Pukulan Terhadap Tel Aviv

Warga Gaza dan juga dunia belum pernah berfikir sebelumnya, bahwa hanya dalam setahun mampu memukul Tel Aviv, ibukota entitas penjajah Zionis, yang ditakuti dunia, dan ternyata Gaza mampu membuat perimbangan kekuatan, yang membuat Zionis khawatir secara keseluruhannya.

Rudal jarak jauh jenis M75 merupakan kejutan Al-Qassam terhadap penjajah Zionis dan sekutunya, dan sebelumnya menggoncangkan Zionis yang gagal menghentikan kemampuan Al-Qassam, yang mampu membuat dan menyembunyikan rudal ini.

Meski telah berlalu satu tahun, namun entitas Zionis masih terguncang, setelah Al-Qassam mampu merespon pembunuhan yang dilakukan Zionis terhadap pemimpin mereka, Ahmad Al-Ja’bari, dengan menyerang kota Tel Aviv, hanya 8 jam setelah pembunuhan berlangsung.

Serangan terhadap Tel Aviv ini merupakan yang pertama kalinya sejak 20 tahun yang dilakukan dengan tangan Palestina sendiri.

Dalam rilis militernya, Brigade Al-Qassam menyatakan, pejuangnya dengan pertolongan Allah, Rabu (14/11/12) tepat jam 23:57 mampu menyerang kota Tel Aviv dengan rudal buatan lokal.

Seorang wartawan Amerika, Aron Clain, yang berada di Tel Aviv saat jatuhnya rudal M75 milik Al-Qassam, menyebutkan, pemerintah Zionis memintanya untuk tidak menyebarkan informasi ini, karena rudal tersebut jatuh di sasaran yang penting.

Menurut pengamat Zionis, Amer Aron, dalam harian Haretz, serangan terhadap sasaran penting di kota Tel Aviv dan Al-Quds, menjadi catatan kesuksesan gerakan Hamas dan sayap militernya.

Menurutnya, serangan terhadap Tel Aviv tidak bisa dipandang enteng, karena sejak tahun 1948, tidak ada satu pun negara Arab, selain Irak tahun 1991, yang mampu melakukan serangan seperti yang dilakukan Hamas.

Dengan keberhasilan ini, Organisasi Palestina terutama Hamas telah memecahkan rekor yang dicapai Hizbullah dalam perang Libanon tahun 2006, pungkasnya. (pip/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (33 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Dedi Fernando

    Mantaaaaaaaaaaaaap

  • Nune Erfan

    Allahu Akbar…!!!

Lihat Juga

PKS Ucapkan Duka Cita Mendalam untuk Korban Gempa Aceh