Home / Berita / Internasional / Afrika / Hakim Presiden Mursi: Rakyat Mesir Tidak Layak Melaksanakan Pemilu

Hakim Presiden Mursi: Rakyat Mesir Tidak Layak Melaksanakan Pemilu

Nabil Salib Awadallah Iryan, yang akan menghakimi Presiden Mursi (twsela)
Nabil Salib Awadallah Iryan, hakim yang akan menghakimi Presiden Mursi (twsela)

dakwatuna.com – Kairo. Terdapat sebuah artikel lama yang ditulis oleh Hakim Nabil Salib Awadallah Iryan menyebutkan bahwa rakyat Mesir tidak layak melaksanakan pemilu.

Nabil adalah kepala pengadilan Banding Kairo atas penunjukan Adli Mansur, presiden kudeta. Selain menjadi kepala pengadilan dan ketua KPU pusat, Nabil juga ditunjuk sebagai hakim yang akan menyidang Presiden Mursi Senin (4/11/2013) besok.

Ternyata Nabil mempunyai pandangan yang sangat kontroversial tentang pemilu. Menurutnya, rakyat Mesir adalah rakyat yang bodoh, sehingga pemilu untuk memilih anggota legislatif dan presiden tidak layak untuk mereka.

Berikut potongan artikel Nabil tentang masalah ini:

“Pemilu memang berhasil dilaksanakan di berbagai negara, terutama negara Barat. Namun demikian, tidak mesti pemilu bisa berhasil dilakukan di Mesir. Para pemilih di negara-negara Barat mempunyai tingkat pengetahuan, wawasan dan ekonomi yang cukup tinggi. Kebutuhan sehari-hari mereka tercukupi, walaupun menjadi seorang pengangguran. Sedangkan di Mesir, lebih dari 70% orang yang berinteraksi kotak suara masih buta huruf, tidak bisa baca tulis. Boro-boro teknologi atau komputer.

Pemilu tidak cocok untuk orang miskin, yang tidak mempunyai kebebasan dalam memilih dan menyaring yang terbaik. Oleh karena itu, kita tunggu sampai rakyat Mesir tidak lagi buta huruf, ada jaminan kesejahteraan, mempunyai kehendak yang bebas dan wawasan yang memadai. Sebelum semua itu terwujud, meniadakan pemilu adalah langkah pertama dalam perbaikan panjang. Tanpa hal tersebut, maka kita hanya akan menipu diri dengan demokrasi, sama seperti puluhan tahun menipu diri dengan yang namanya pemilu.” (msa/dakwatuna/egyptwindow)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Rudyno Nasrial

    Iya….takut kalo pemilu eh islamis lagi yg menang…

  • Sudia Pak

    itu hanya akal akalan saja

  • anak baroe

    lalu, siapa yang bertanggung jawab memajukan pendidikan di mesir? bukannya penguasa terdahulu sengaja membiarkan rakyat mesir tetap bodoh agar kekuasaan mereka langgeng? menunggu bukan solusi tanpa ada perbaikan mendasar. dan hanya pemimpin yang berani serta jujur yang mampu membuat rakyat mesir keluar dari kebodohan. dan sifat itu tidak dimiliki penguasa terdahulu….

  • Jum’atil Fajar

    Apa yang disampaikan itu pernah dilakukan saat pemilihan khalifah ketiga dimana pemilihan itu diwakilkan kepada para sahabat yang memang mumpuni untuk melakukannya. Memang kondisi masyarakat yang bodoh membuat mereka dengan mudah diperalat dengan “money politic”. Pendapat yang perlu dipertimbangkan. Semoga beliau bisa menjadi hakim yang baik !

Lihat Juga

Trump Tak Sesali Pernyataan Rasisnya Tentang Umat Islam