Home / Berita / Daerah / Said Aqil: Ukhuwah Wathaniyah Dulu, Baru Ukhuwah Islamiyah

Said Aqil: Ukhuwah Wathaniyah Dulu, Baru Ukhuwah Islamiyah

said aqildakwatuna.com – Semarang.  Kondisi umat Islam dewasa ini tidak menggembirakan. Di beberapa negara, umat Islam sangat menderita karena pertikaian. Afghanistan yang penduduknya 100 persen Islam dilanda perang saudara, lantas di porak-porandakan Amerika, dan sekarang penuh dengan konflik sektarian.

Republik Somalia yang penduduknya juga 100 persen Islam, bahkan jadi negara gagal. Bisa dikatakan, tak ada pemerintahan di negara itu, karena semua orang bebas memegang senjata dan memiliki kekuasaan sendiri-sendiri.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutan pengarahan Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di halaman Pondok Pesantren Al-Itqon Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (6/10).

Itu semua, menurut Kang Said, panggilan akrabnya, karena tiada nya rasa nasionalisme di kalangan warga negaranya. Tak ada ukhuwah wathaniyyah  (persaudaraan sebangsa dan se tanah air) di sana.

Atas fakta tersebut, Kang Said mengusulkan ukhuwah wathaniyah didahulukan, baru kemudian ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Jika persaudaraan nasional ini sudah kokoh, sangat mudah untuk membangun persaudaraan sesama umat Islam.

Logikanya sederhana. Kata dia, orang ingin membangun masjid, mendirikan pesantren atau madrasah butuh tempat berpijak. Jadi memiliki dan menjunjung tanah air merupakan kewajiban, karena tanpa tanah air, kewajiban berupa dakwah Islam tidak bisa dijalankan.

“Apa kita mau membangun pesantren dan madrasah di awang-awang?” ujarnya dengan kalimat tanya.

Tapi beliau menegaskan, hal itu hanya sebatas usulan. Itupun menurutnya meniru ajaran pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari yang dia modifikasi. KH Hasyim Asy’ari, kisah Said, mengajarkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyyah. Ajaran itu dia balik susunannya menjadi ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah.

“Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengajarkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Saya punya usul yang membalik susunannya saja. Ini sebatas ide saya,” pungkasnya. (Mahbib/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Erwan Rakhmat

    kiai mabok…

  • Abi Qoyyum

    Saya setuju, yañg namax ukhuwah wathoniyah itu sangt penting,

  • okabasi doma

    Perlu dipahami, kita umat Islam, sedang DIAYAK / DISARING oleh Tuhan dengan segala macam bentuk dan jenis ujian, antara lain pertikaian/peperangan antar muslim yg saat ini sedang melanda/menimpa umat di dunia.
    Beruntung, Indonesia daratannya terpecah-pecah, sebab kalau utuh satu daratan, banjir darah sudah bukan berita aneh. Namun sebaliknya Tuhan menimpakan umat Islam di Indonesia yg cenderung berbudaya mendengar,taklid buta, jumud, gemar kurafat/mitos, gemar mengkultuskan/bahkan menuhankan/mensederajadkan selevel nabi ke seseorang,

Lihat Juga

pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah.

Tebuireng Tak Akui PBNU Muktamar ke-33, Berikut isi Maklumatnya

Organization