Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Entah Apa Aku Menyebutnya

Entah Apa Aku Menyebutnya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (hudzaifah.org)
Ilustrasi. (hudzaifah.org)

dakwatuna.comBismillaahirrahmaanirrahiim…

Ba’da tahmid, tahlil serta takbir…yang menggema di relung hati hingga ke angkasa dan berharap menembus Arsy-Nya…Ku titipkan Salam penuh cinta untuk mu. Dari seluruh nyanyian alam…yang terus memohon ampunan dalam tiap helaan nafas dan dalam tiap langkah… Ku titipkan Salam penuh untuk mu yang telah mengajarkan cinta untukku, untukmu dan untuk-Nya. Sebening lantunan dzikir pagi yang menghadirkan ketenangan dalam tiap relung hati anak adam, dengan tetesan embun di Dhuha-Nya yang menyejukkan dan menyegarkan hati.

Akhirnya…dan semoga bukan yang terakhir… Ku titipkan salam penuh rindu kepada mu yang mengajarkan cita dan cinta dijalan-Nya. mencoba sejenak untuk mem-flash back kembali tentang memori kita dahulu, mundur ke awal februari 2012, di mana kita pertama kali mencoba merangkai dan merajut cinta untuk menggapai cita dan cinta-Nya, yang mana Allah takdirkan kita dalam satu lingkaran.. Mungkin kakak hanya sosok murabbi biasa, namun sesuatu yang ditinggalkan di hati ini yang begitu luar biasa. Di mana menjadi salah satu sosok yang begitu berpengaruh di hidupku. Dalam pertemuan ini telah banyak torehkan warna yang berbeda yang membuat begitu indah rangkaian klise di hidupku…

O iya, Terima kasih atas semua yang telah kakak beri…ke diri seorang anak perempuan yang pada awalnya masih begitu rentan dalam menghadapi ujian ini, ke diri seorang anak perempuan yang pada awalnya masih merangkak dalam berjalan di jalan ini… Namun…kakak, telah mengajarkan begitu banyak hikmah…tentang arti sebuah kehidupan, kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan… Sehingga anak perempuan ini perlahan mengerti arti hidup yang menghidupkan. Meski tak jarang terjatuh…terluka…bahkan berdarah…ataupun harus kembali merangkak…untuk segera menjemput cinta-Nya… Namun kakak tetaplah… dengan sabar berdiri di belakang .mendorong diri ini di saat lemah mendera.

Terima kasih, karena telah mau dan rela menjadi seorang pendamping, seorang kakak, seorang saudari, seorang sahabat. Untuk diri yang penuh dengan ke alpa-an, untuk diri yang begitu lemah, untuk diri yang begitu sering sombong, untuk diri ini yang kadang begitu angkuh, lalai, dan untuk diri yang terlalu sering terlupa… Terima kasih atas semua pengorbanan yang telah kakak beri… Entah, harus dengan apa membalasnya… Semoga…pintu-pintu surga kian terbuka…untukmu… Kakakku…

Maaf…jika selama sebagai binaan, adik, atau apalah kau menyebutnya. Jika diri ini masihlah belum mampu memberikan apa-apa yang terbaik untuk kakak…

Maaf…atas segala khilaf yang kerap terjadi, untuk kekecewaan yang sering diberi. Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini tidak aku, tidak kamu, tidak kita dan tidak juga mereka. Izinkanlah doa rabithah dan lantunan lirih sebagai pengikat rindu kita. Jazakumullahu khairan katsir. Semoga Sang Izzati membalas semua kebaikanmu

Membawa kita berkumpul di tempat yang penuh dengan cinta-Nya

Hingga akhirnya…. Semoga … perpisahan ini…hanyalah akan menjadi sebuah kata. Ya…sebuah kata… Karena di akhir ini…adalah sebuah awal kita…untuk…kembali mencoba menyambut dan menyongsong…ketetapan serta ujian-ujian dari-Nya…yang pada akhirnya Allah… telah mempersiapkan sebuah skenario yang begitu indah…untuk kita semua… Semoga…hati-hati kita akan senantiasa…menyatu dalam lantunan kasih sayang-Nya…

Tak lupa ribuan syukur ku panjatkan kepada Dzat yang hidupku ada di tangan-Nya karena telah mempertemukan kita di dunia. Dan semoga akhirnya Allah kelak akan mempertemukan kita dan menyatukan kita di surga-Nya, sehingga tiada lagi kata perpisahan… yang ada hanyalah…lantunan-lantunan syukur…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Mahasiswi semester 3 program studi pendidikan fisika jurusan pendidikan MIPA di Universitas Palangkaraya. Anak ke-4 dari 5 bersaudara.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang