Home / Berita / Daerah / 49 Bidan Srikandi Akademi Siap Turun Ke Desa-Desa Di Jawa Barat

49 Bidan Srikandi Akademi Siap Turun Ke Desa-Desa Di Jawa Barat

Bandung Wetan-20130912-01993dakwatuna.com – Bandung.  Kerjasama antara Pemprov Jabar, Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) dan PT. Sari Husada dalam program Srikandi Akademi telah melahirkan 49 bidan yang siap turun ke desa-desa di Jawa Barat.

Bidan-bidan tersebut telah menjalani program penguatan kompetensi dan menerima pemberian bantuan pinjaman modal untuk membuka praktek bidan mandiri.  Para bidan tersebut juga merupakan penerima beasiswa Gubernur Jawa Barat yang akan di tempatkan di desa asalnya.

Bertempat di Gedung Sate Aula Timur Jalan Dipenogoro no. 22 Bandung (12/9), dilakukan serah terima  Bidan Peserta program Srikandi Akademi  dari PKPU dan PT. Sari Husada kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Para bidan ini telah mengikuti training selama 15 hari yang dilatih oleh tenaga ahli dan profesional dibidangnya dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), POGI, PKPU, dan PT. Sari Husada. Kemudian peserta mengikuti magang di RS Hasan Sadikin di Bandung selama 1 bulan.

Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno dalam sambutannya mengatakan bahwa program Srikandi Akademi merupakan pendidikan tambahan di luar sekolah formal berupa penguatan kompetensi dan keprofesian.

“Sebagai lembaga kemanusiaan kami merasa prihatin, bahwa tidak adanya tenaga kesehatan seperti bidan memberikan kontribusi besar terhadap kematian bayi di Jabar, kami ingin menekan hal tersebut dengan program ini” ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang di wakili oleh Sekda Provinsi Jabar Ir. Wawan Ridwan MMA memberikan apresiasinya terhadap program ini. Gubernur yang telah menerima ratusan penghargaan ini mengatakan penyediaan bidan dan tenaga kesehatan di desa-desa Jawa Barat akan menjadi prioritas program kerjanya.

“Program Srikandi Akademi ini bersinergi dengan program 1000 bidan yang telah digulirkan oleh pemprov Jabar. Para bidan ini setelah dilatih akan ditempatkan di kawasan tertentu di Jabar, terutama di desa-desa terpencil di seperti di Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi,”.

Program Srikandi akademi muncul sebagai jawaban akan tingginya angka kematian bayi di Jawa Barat yang disebabkan kurangnya bidan terlatih di daerah. Program ini sejalan dengan program beasiswa 1000 bidan oleh Gubernur Jawa Barat.

Manfaat bagi para peserta dengan mengikuti program ini diantaranya pendampingan kompetensi kesehatan maupun pendampingan enterpreneurship (kewirausahaan) melalui sarana KBM (kelompok bidan mandiri) yang telah dibentuk oleh PKPU sebagai fasilitas pendampingan, penguatan, dan konsultasi untuk peserta selama masa program. (er/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. (pks.or.id)

Antisipasi Teror Bom, Aher: Ada yang Mencurigakan, Laporkan!