Home / Berita / Opini / Isu Permusuhan dengan Palestina Mulai Berkembang di Mesir?

Isu Permusuhan dengan Palestina Mulai Berkembang di Mesir?

mesir palestina

Fahmi Huwaidi

dakwatuna.com – Mesir.  Ada seorang mahasiswi Palestina yang tidak kukenal menelepon ku. Dia bertanya, “Apakah benar, pemerintah Mesir nantinya akan mengusir kami, warga Palestina?” Pertanyaan ini sungguh sangat mengagetkan ku, dan langsung kujawab, “Tidak. Tidak mungkin hal itu terjadi di Mesir. Seburuk apapun kondisinya.”

Dengan suara yang lemah, mahasiswi itu meneruskan kata-katanya, “Soalnya sudah banyak tersebar di kalangan kami, para mahasiswi yang sedang belajar di Kairo. Setelah kudeta, mereka juga mendapatkan perlakukan yang kurang mengenakkan dari teman-teman Mesir sesama mahasiswi. Bahkan di antara mereka, sudah ada yang mengemasi barang-barangnya, bersiap kalau mereka harus meninggalkan Mesir segera.”

Percakapan ini telah membuatku sedih sedemikian rupa. Aku sama sekali tidak pernah menyangka akan sampai tersebar isu seperti itu di Mesir. Apalagi kalau sampai orang-orang Palestina mempercayainya.

Kiranya, suasana Mesir yang sudah sangat berkecamuk setan, telah meracuni hubungan kebangsaan antara Mesir dan Palestina. Suasana yang membuat sesuatu yang dahulu mustahil menjadi sesuatu yang mungkin.

Hanya dua hari setelah percakapan itu, aku membaca dalam running text di sebuah televisi pemerintah, ada sebuah sel teroris yang terdiri dari empat orang berafiliasi kepada gerakan Hamas tertangkap beserta senjata yang siap digunakan untuk aksi teror.

Berita berjalan itu membuat aku termenung, lalu aku terus mencari kelanjutan berita itu di berbagai sumber.  Apakah ada kasus tersebut ditangani kejaksaan, atau ada kesaksian orang-orang tersebut dalam penyidikan, atau foto senjata-senjata yang telah berhasil disita, atau foto-foto mereka. tidak kutemukan sama sekali informasi tentang semua itu.

Aku terus berusaha untuk menseriusi hal ini. Karena kalau memang benar ada sel teroris dalam kondisi Mesir seperti saat ini, sungguh akan sangat mengacaukan. Setelah keseriusan yang panjang, apa hasilnya?

  • Memang ada orang Palestina yang ditangkap. Empat orang berasal dari Gaza. Salah satu di antara mereka adalah mahasiswa fakultas teknik di salah satu perguruan tinggi swasta di Kairo. Dia tinggal serumah dengan salah seorang kerabatnya yang berbisnis di Mesir. Mereka berdua menerima tamu 2 orang sesama Palestina yang datang juga untuk berbisnis.
  • Si mahasiswa dan kerabatnya bertempat tinggal di Muqattam, wilayah berdirinya kantor pusat Ikhwanul Muslimin. Tentu ini menarik perhatian. Ketika mereka menerima dua orang tamu Palestina, kecurigaan semakin kuat.
  • Maka flat tempat mereka pun digrebek tanpa surat izin kejaksaan. Saat itu ada juga seorang mahasiswa Mesir yang beberapa saat kemudian dibebaskan.
  • Ketika paspor mereka dicek, diketahui bahwa izin tinggal mereka telah habis. Diketahui bahwa kedua tamunya pun masuk Mesir melalui pintu Rafah pada bulan yang berbeda.
  • Akhirnya mereka dibawa ke kejaksaan dengan dakwaan membawa paspor palsu. Tapi setelah diperiksa, dakwaan tersebut ditolak kejaksaan, dan dikembalikan ke kantor kepolisian Muqattam.
  • Setelah itu mereka pun dibawa ke imigrasi, yang kemudian memutuskan mereka dideportasi ke Gaza. Karena kondisi Mesir yang kacau, mereka belum bisa dibawa ke perbatasan.

Lalu kasus mereka dieksploitasi untuk mengeruhkan suasana di Mesir. Diberitakan bahwa mereka adalah sel teroris yang tertangkap. Siapakah yang membuat skenario ini? Apa tujuannya? Selain beberapa pihak Mesir yang tidak suka dengan pemerintah Mesir (Ikhwan) yang membela rakyat Palestina (Hamas), penulis masih berkeyakinan bahwa otoritas Tepi Barat (Mahmoud Abbas) masih terus berusaha menstigma otoritas Palestina di Gaza (Ismail Haniyya), termasuk dengan isu murahan seperti ini. Jadi tidak hanya pihak Mesir yang bertanggung jawab.

Hal seperti sudah lama ada, tapi kondisi Mesir beberapa hari ini lebih membangunkannya lagi. Apakah pihak yang bertanggung-jawab ada hubungannya dengan deep government di Mesir? Wallahu A’lam. (msa/sbb/dkw)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina