Home / Berita / Nasional / Dompet Dhuafa Award 2013 untuk Mereka yang Inspiratif dan Kontributif

Dompet Dhuafa Award 2013 untuk Mereka yang Inspiratif dan Kontributif

dddakwatuna.com – Jakarta. Dalam rangka milad yang ke-20, Dompet Dhuafa kembali memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh dan program media yang dinilai telah memberikan inspirasi kebajikan bagi masyarakat, juga telah menunjukkan kontribusinya bagi bangsa ini melalui “Dompet Dhuafa Award 2013” pada Selasa, (2/7) di Wisma ANTARA, Jakarta.

Dompet Dhuafa Award 2013 merupakan bagian dari acara “Refleksi 20 Tahun Dompet Dhuafa: Goresan Perjalanan dan Proyeksi Masa Depan. Acara tersebut juga  menghadirkan penampilan khusus Dwiki Darmawan & Friends.

“Acara ini merupakan apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang layak dicontoh dan yang dapat menginspirasi kita,” ungkap Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi.

Parni menambahkan bahwa tokoh-tokoh yang dipilih itu adalah tokoh yang mempunyai pengabdian yang sangat besar kepada bangsa ini, mereka mampu membawa manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. “Perjuangan yang mereka lakukan adalah dari hati dan ini semua bukan hanya disiarkan, melainkan disyi’arkan,” tambah Parni.

Berikut ini adalah penerima penghargaan Dompet Dhuafa Award 2013:

 1.  Muhammad Jusuf Kalla, penerima penghargaan kategori bidang kemanusiaan

Selepas menjabat  Wakil Presiden RI ke-10, sejak 2009 Jusuf Kalla berfokus pada kegiatan kemanusiaan, antara lain menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). Ia pun dikenal atas peran besarnya dalam berbagai proses perdamaian masalah konflik seperti di Ambon, Poso, dan Aceh.

 

  • 2.  Anies Baswedan, penerima penghargaan kategori bidang pendidikan

Pendidikan merupakan satu hal yang sangat krusial dalam membangun Indonesia. Pendidikan juga instrumen penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun sayang, mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan janji kemerdekaan belum diterima merata di penjuru Tanah Air. Atas dasar itulah, Anies Baswedan yang merupakan Rektor Universitas Paramadina ini menggagas Gerakan Indonesia Mengajar pada tahun 2009. Indonesia Mengajar  ia gagas demi terlibat langsung menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia.

 

3.  Bambang Parianom, penerima penghargaan kategori bidang lingkungan

Yayasan Pengembangan Usaha Strategis dan Advokasi Kelestarian Alam (PUSAKA) Bambang bentuk pada tahun 2005 sebagai bentuk keseriusannya peduli terhadap lingkungan. Aksi tanam pohon di berbagai lahan kritis merupakan sebagian aktivitas mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu ini.  Hingga saat ini, bersama dengan PUSAKA, ia telah menanami sekitar hampir 100 hektare lahan untuk kepentingan ekologi Kota Batu.

 

4.  Warsito Purwo Taruno, penerima penghargaan kategori bidang kesehatan

Sebuah kontribusi bagi dunia kesehatan telah ia torehkan. Alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara berbasis teknologi ECVT adalah hasil riset Doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang ini. Keampuhan alat ciptaan Ketua Umum Masyarakat dan Ilmuwan Teknologi Indonesia (MITI) ini telah terbukti. Salah seorang kakak perempuannya yang menderita kanker payudara stadium IV dinyatakan bersih dari sel kanker  setelah beberapa bulan memakai alat tersebut.

5.  Irma Suryati, penerima penghargaan kategori bidang ekonomi

Meski  memiliki keterbatasan fisik, ia menemukan kebahagiaan dengan memotivasi orang lain agar tidak menyerah pada kekurangan. Melalui kreativitasnya, penyandang difable asal Kebumen, Jawa Tengah ini kain sisa industri garmen dibentuk menjadi aneka produk yang unik. Setelah berhasil, Irma mulai mengajak teman-teman sesame difable mengikuti jejaknya dan menjadikan rumahnya tempat menginap sekaligus pelatihan penyandang difable. Tak hanya sebatas memberi pelatihan kepada para penyandang difable dan warga desa, Irma juga membantu memasarkan hasil karya binaannya. Tidak kurang dari 5.000 orang telah menjadi mitra binaan Irma.

 

6.  Houtman Zainal Arifin, penerima penghargaan  tokoh teladan dan kepedulian

Entah sudah berapa banyak kaum dhuafa, anak terlantar yang langsung dirawat dan dipelihara olehnya bersama keluarga. Ia meyakini, bahwa kedatangan kaum dhuafa itu adalah kiriman Tuhan untuk disambut oleh beliau guna meraih cinta-Nya. Jadilah ia hidup bersama puluhan anak-anak kaum dhuafa, di dalam rumahnya sendiri. Semua anak-anak itu diperlakukan layaknya anak-anaknya sendiri. Ia telah mengajarkan bahwa hidup bukan hanya tentang aku, tetapi juga tentang kita. Hidup itu juga tentang orang tua, tentang keluarga, tentang negeri, tentang agama dan juga tentang orang-orang di sekitar. Ia juga yang mengajarkan, buat apa kau ada, kalau keberadaanmu manfaatnya tidak dirasakan oleh mereka.

 

7.   Jefry Al Buchory, Lifetime Achievement

Metode dakwah yang ia usung memiliki ciri khas tersendiri. Dengan gaya dakwah yang santai dan dikemas dengan gaya anak muda, ia bisa masuk ke semua kalangan. Ustadz gaul, begitulah ia dikenal. Perjuangan dakwahnya telah memberikan inspirasi bagi kita semua. Uje, begitu ia dipanggil, tidak segan berbaur bersama kaum muda dalam aktivitas dakwahnya. Perjalanan hidup pria kelahiran Jakarta, 12 April 1973 ini mengajarkan kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk menggapai jalan Tuhan.

 

Selain para tokoh, Dompet Dhuafa Award juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada media-media yang dinilai memberikan inspirasi bagi masyarakat seperti:

  1.  Program perempuan inspiratif diberikan kepada program “Perempuan Hebat” ANTV.
  2. Program religi inspiratif diberikan kepada sinetron “Para Pencari Tuhan” SCTV.
  3. Program kemanusiaan dan kepedulian inspiratif kepada “Mata Hati “ DAAITV.
  4. Layanan publik responsif kepada akun Twitter @TMCPoldaMetro
  5. Media online inspiratif kepada Detik.com

(sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com