Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Amalan Penunjang Keberhasilan Sang Bayi

Amalan Penunjang Keberhasilan Sang Bayi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Doa & Amalan Ibu HamilJudul: Doa & Amalan Ibu Hamil

Penulis: Ustadz Khalili as-Sunguti

Penerbit: DIVA Press

Cetakan: Pertama , Mei 2013

Tebal: 174 Halaman

ISBN: 978-602-7933-53-8

dakwatuna.com Sebagai makhluk sosial manusia tidak akan lepas dari berbagai permasalahan yang akan selalu muncul dan mengalir terus menerus dalam kehidupannya. Ketika manusia sudah lepas tangan dan tidak dapat mengandalkan kemampuannya lagi meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut akan tetapi masih belum juga kunjung selesai, maka pada saat itulah dia tersadar bahwa dirinya tak kuasa untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Dan dia yakin tentang ambigu yang mengatakan bahwa “manusia hanya dapat berusaha akan tetapi prosentase terbesar akan keberhasilan dari usahanya bukan terletak pada dirinya melainkan yang menentukan hanyalah Allah semata”. Sehingga tahap awal penyelesaiannya adalah pasrah dan berserah biri kepada Dzat yang Maha Kuasa atau yang sering disebut dengan do’a.

Tak jauh berbeda dengan ketulusan do’a seorang ibu bagi masa depan si anak yang ada di dalam kandungannya. Sembilan bulan masa ibu hamil, sembilan pula hanya ibu seseorang yang paling dekat dengan si bayi. Kedudukan seorang ibu bagi dunia anak adalah sebagai tuhan kedua. Tentu semua orang tahu, hanya ibu yang mampu memelihara dan merawat anak mulai dari dalam kandungan, kemudian berkomunikasi secara intensif dengan si bayi, hingga mendoakan kebaikan untuknya. Bahkan dalam berbicara ibu haruslah berhati-hati karena diyakini bayi yang ada dalam kandungannya sangat sensitif terhadap semua tingkah lakunya.

Oleh sebab Itu dalam tradisi Jawa ada sebuah larangan untuk membunuh hewan bagi seorang ibu yang sedang hamil begitupun bagi ayah kandungnya. Tak lain tujuan dari hal ini adalah sebagai upaya untuk mendidik anak yang masih bayi di dalam kandungan agar dijauhkan dari perilaku kriminal dan sarkasme.

Dalam dunia islam ketika si bayi yang ada dalam kandungan telah berusia tiga bulan, sebagai seorang ayah dan ibu dianjurkan agar mereka berdua membiasakan diri sering mengaji, melakukan perbuatan yang baik, serta memperbanyak do’a. Agar anak yang dikaruniakan kepada keduanya benar-benar menjadi anak yang shalih atau shalihah.(Hal 10)

Bagi seorang mu’min eksistensi do’a diibaratkan seperti sebuah senjata yang sangat ampuh untuk menyelesaikan semua permasalahan yang dia hadapi. Rasulullah SAW bersabda “Do’a adalah senjata orang mu’min, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi” ( HR. Hakim). Tetapi sungguh dilema belakangan ini sebagian orang mukmin ada yang merasa kurang yakin dengan keampuhan do’a yang setiap kali dia panjatkan dalam rutinitasnya. Maka tidak diherankan lagi, seorang mu’min ketika lama menunggu dan merasa tidak kungjung terkabulkan do’anya sering kali menyangsikan do’a.

Seperti senjata-senjata yang lainnya, kehebatan sebuah senjata tergantung pada orang yang memakainya. Bukan hanya membutuhkan ketajaman saja dalam artian terus-menerus diasah dan dilakukan setiap hari atau “konsisten” dalam mencapai keberhasilannya, melainkan kekuatan lengan yakni “keyakinan yang kuat” untuk mengayunkan senjata tersebut juga sangat dibutuhkan karena saling melengkapi.

Ketulusan do’a sang ibu yang sedang hamil menjadi penentu bagi masa depan si anak. Coba kita berkaca dalam sejarah orang-orang besar di dunia. Putra nabi Nuh a.s, meskipun ayah handanya seorang nabi yang mulia, tetapi karena ibunya kafir maka putranya yang bernama Kan’an juga terseret dalam kubang kekafiran. Ibunda nabi Ibrahim a.s adalah seorang yang shalihah, meskipun ayah handanya hanya seorang pemahat patung, berkat ketulusan do’anya putra mereka yang bernama Ibhrahim a.s menjadi bapak para nabi. Tidak hanya itu bahkan ketulusan do’a dari istri seorang tokoh besar yang ada di negeri ini yakni K.H Hasyim Asyari pun juga berperan dalam melahirkan anak-anaknya yang luar biasa dan bermanfaat bagi bangsa. Dan masih banyak kisah-kisah lainnya yang menggambarkan betapa pentingnya ketulusan do’a dari seorang ibu bagi masa depan anak-anaknya.

Pun halnya dalam mewujudkan keinginan seorang ibu yang berharap anaknya kelak agar mahir dalam ilmu-ilmu eksak seperti Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi. Mufasir fenomental seperti Ibnu Katsir yang sangat populer karya-karyanya pun juga mengangkat kata-kata mengenai permasalahan ini. Dia mengatakan bahwa Allah SWT sangatlah senang kepada hamba-hambanya yang sering bersimpuh dan memanjatkan do’anya dengan tulus. Dan tidak ada satu pun dari hamba-Nya yang dapat menyibukkan-Nya sehingga menghalangi dalam mengkabulkan do’a hamba-hamba-Nya. Allah SWT pasti akan mengkabulkan do’a ibu hamil apabila meminta agar anaknya kelak menjadi orang yang ahli dalam bidang mata pelajaran tertentu. Hanya saja Dia akan memberikan waktu yang yang paling tepat menurut-Nya.(Hal 11-13)

Anda mengidam-idamkan agar masa depan anak Anda kelak ahli dalam bidang-bidang ilmu eksak tersebut? maka melalui buku karya Ustadz Khalili as-Sunguti ini akan membeberkan beberapa tips amalan do’a yang berusaha untuk mewujudkan keinginan tersebut. Tidak hanya itu, dalam buku ini juga menyuguhkan tentang bagaimana tata cara pengamalan setiap do’a dan selebihnya disuguhkan pula hikmah bagi si bayi kelak dari setiap amalan-amalan do’a tersebut.

 

 

About these ads

Redaktur: Aisyah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pegiat Farabi Institut, anggota CSS MoRA IAIN Walisongo Semarang

Lihat Juga

Mudik dan Lezatnya Masakan Ibu