Home / Dasar-Dasar Islam / Aqidah / Bahaya Penyebaran Syiah di Negara-negara Sunni (Bagian Keenam: Penyebaran Dan Modus Operandi)

Bahaya Penyebaran Syiah di Negara-negara Sunni (Bagian Keenam: Penyebaran Dan Modus Operandi)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ritual Penganut Syiah (inet)
Ritual Penganut Syiah (inet)

dakwtuna.com – Jumlah pemeluk Syi’ah di dunia saat ini mencapi 10% dari umat Islam di seluruh dunia.

Asal Mula Penyebaran Syi’ah:

  • Revolusi Iran 1979, yang meruntuhkan kuasa monarki Shah Iran, dan diprakarsai oleh Imam Khumeini dan menjadikan Iran sebagai Republik Islam.
  • Ketiadaan tokoh dan figur sentral dalam kepemimpinan dunia Islam, Iran memanfaatkan moment penting ini, di mana secara terang-terangan tokoh-tokoh Iran mengecam segala tindakan Amerika dan Israel.

Dari Irak, Suriah, Libya, Lebanon, Mesir, Afganistan, Pakistan, Di Lebanon Syiah pada awalnya merupakan kelompok yang tak diakui. Namun ketika Hizbullah tampil ke permukaan, maka Syiah menjadi sangat kuat. Hizbullah adalah kelompok yang dibentuk oleh Sayyid Muhammad Hussein Fadhlalah. Gerakan yang sekarang dipimpin oleh Sayyid Hasan Nashrallah ini memperoleh dukungan dana dan persenjataan dari Teheran, sehingga pada saat ini Hizbulllah menjelma menjadi milisi bersenjata terkuat di Lebanon.

Dai dan ulama Syi’ah di mana-manat tempat dan Negara menyebarkan paham syi’ah secara halus dengan beberapa fase dan cara, yaitu:

  1. Slogan cinta Ahlul Bait. Pada dasarnya perkara ini tiada masalah, bahkan Ahlu Sunah sendiri mengajarkan kecintaan kepada Ahlul Bayt.
  2. Pengkafiran dan kebencian terhadap para sahabat ulung Rasulullah Saw. (Abu Bakar, Umar dan Utsman).
  3. Slogan kepalsuan Qur’an Sunni dan kebohongan perawi-perawi hadits Sunni.
  4. Pemberian beasiswa bagi pelajar Sunni ke Iran. Sepulangnya akan menjadi agen penyebaran di suatu negeri.
  5. Mendatangkan pelajar Iran ke suatu Negara untuk belajar sambil menyebarkan paham syi’ah.
  6. Propaganda perkawinan Mut’ah.
  7. Membagikan buku-buku syi’ah secara percuma di tengah masyarakat.
  8. Mendirikan pusat-pusat syi’ah.
  9. Mengadakan seminar-seminar dan workshop.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa modus operandi gerakan dakwah Syi’ah melalui 4 strategi:

Pertama: Memuliakan para imam-imam Ahlul Bait dan tokoh-tokoh syi’ah, mempromosikan kecintaan kepada Ahlul Bait, Fatimah anak Nabi dan sebagai putri kesayangannya, Husain cucu Nabi dan kesayangannya (Hasan tidak ditonjolkan karena ia serahkan kepemimpinan secara percuma), mencintai mereka akan mendapatkan pahala, melukai hati mereka akan berdosa.

Kedua: Melalui doktrin syubhat dan waswas sumber agama Sunni yaitu Al-Qur’an, di samping itu menyerang perawi-perawi hadits sunni, seperti imam Bukhari.

Ketiga: Pengkafiran, syi’ah menghina atau mencaci maki para sahabat khususnya kepada Abu Bakar dan Umar, dan menjuluki keduanya dengan sebutan (صنمى قريش) “Dua Berhala Quraisy”, sehingga dalam doa mereka “Wahai Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan kepada keluarga beliau, dan laknalah dua berhala Quraisy, Jibt dan Tahghut, dan kedua anak perempuan mereka”. (Miftahul Jinan, 114)

Ketiga strategi di atas merupakan gerakan dakwah syi’ah klasik, pada masa kontemporari saat ini taktik baru syi’ah dapat kesan melalui tiga strategi:

Pertama: Mempromosikan perkawinan Mut’ah di kalangan Sunni, khususnya di kampus-kampus universitas.

Kedua: Mempererat hubungan diplomatik, politik dan kebudayaan. Seperti, pemberian bantuan kemanusiaan, pendirian pusat kajian-kajian Islam, penyediaan beasiswa, seminar bersama, pemberian buku-buku gratis, ekspor film.

Beberapa Negara Islam sudah dikuasai atau minimal sudah dipengaruhi kebijakan-kebijakan politiknya oleh Iran sebagai pusat Syi’ah, yaitu: Iraq, Lebanon, Syiria, Yaman, Bahrain, dan saat ini sedang menanti-nanti Negara Indonesia. Di mana Sunni dan Syi’ah sudah memulai bentrokan fizik dan merupakan tanda bahwa pengaruh Syiah sudah amat besar di Indonesia sehingga penganut syi’ah sudah berani menzahirkan akidah mereka di tengah masyarakat.

Penyebaran Syi’ah Semasa di Indonesia:

Di awal tahun 1980, ajaran Syi’ah mulai masuk ke Indonesia secara terang-terangan, 1 September 1997, diadakan sebuah seminar peringkat nasional di Jakarta, yang dihadiri pejabat kerajaan/pemerintah, Angkatan Tentara Indonesia, Polisi, Majelis Ulama Indonesia, Organisasi Islam, dan masyarakat umum.

Keputusan: Syi’ah melakukan penyimpangan, penyelewengan dan perusakan Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah.

Rekomendasi: Seminar mengusulkan agar kerajaan/pemerintah Indonesia lewat Kejaksaan Agung melarang Syiah, termasuk penyebaran buku-buku Syiah di Indonesia. Namun rekomendasi ini tidak ditanggapi oleh kerajaan. “Kebebasan Beragama Dijamin oleh Negara” 

Sosialisasi Dakwah Syi’ah:

  1. Melalui buku & Penerjemahan.
  2. Beasiswa & Syi’ahisasi Pelajar. (Lebih 5000 Pelajar Indonesia Menerima Beasiswa )
  3. Mendirikan yayasan Syi’ah, pada tahun 2001 dikesan sebanyak 36 yayasan Syi`ah di Indonesia. Dan sekarang sudah mencapai angka 300 yayasan.
  4. Islamic Cultural Center (ICC Jakarta).
  5. Seminar Internasional & Nasional Ahlul Bait (sampai saat ini yang kali kelima) dan selalu dirasmikan oleh Menteri Agama Indonesia.
  6. Syi’ah menjadi penengah antara Islam Liberal dan Islam Literal, sehingga Syi’ah dijadikan oleh sebagian intelektual sebagai Islam alternatif.
  7. Nahdlatul Ulama (NU) Himbau Persatuan Sunni Syiah hadapi wahabi. International Conference of Islamic Scholars-ICIS) ke-3 di Hotel Borobudur, Jakarta, 30 Juli 2008.
  8. Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat Prof. Dr. Umar Shihab. “Syiah Bukan Ajaran Sesat”.1 Januari 2012.

Agenda Utama Syi’ah

  1. Mensyiahkan umat Islam.
  2. Mengembangkan emperium Paersia khususnya bermula di rantau Teluk, dan saat ini sudah pun sampai di ASEAN.

Slogan Gerakan Syi’ah

Membela umat Islam dari penjajahan ghazwul fikr Barat. Di samping itu menggunakan kalimat pancingan yaitu: “Tidak ada lagi perbedaan warna kulit, bahasa, bangsa, dan status sosial. Islam adalah saudara karena diikat kalimat La Ilaha Illallah Muhammadar Rasulullah”.

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (26 votes, average: 8,92 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni, MA
Associate Professor Universiti Sains Islam Malaysia.
  • Novik Nazif

    Iran itu masih menyembah Allah, nabinya masih nabi Muhammad SAW, kitabnya masih Al-Qur’an tapi kenapa anda menyerangnya begitu dahsyat, sedangkan musuh Allah yang nyata adalah penganut atheis yang kian hari semakin berkembang, tapi anda nampaknya tidak terganggu dengan hal itu, aneh…….??????

    • bill nhuda

      Taqiyah…………….!!.

    • bill nhuda

      Taqiyah………!

    • [email protected]

      YG JELAS IRAN ITU MAJUSI, MANUSIA PEMAKAN DARAH
      MASA ULAMA SYIAH PERLAKUAN TERHADAP ISTRI NYA SEPERTI HEWAN

    • Slamet

      Syiah itu agama buatan Illuminati…
      dengan mengatasnamakan “Islam” (Islam Syi’ah) mereka lebih gampang memecah belah Islam yang sesungguhnya. anda tahu kan? kalo lebih gampang membunuh dari belakang dari pada berhadapan…
      Iran, Israel, dan Amerika itu sama saja…
      jangan terpengaruh dengan sandiwara seolah2 mereka sedang berperang…
      BUKA MATA ANDA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      • iwenk

        Setuju!!

      • wilm hendrika

        Mantab…

  • Paga Nagari

    Tidak ada yg di kuatirkan dari syiah, nusantara ini sdh menganut paham syiah sejak sudah lama, situs2 peninggalannya banyak dan tidak pernah terdengar pertumpahan darah dlm penyebaran mazhab ini, Syiah dan Suni adalah produk dari sejarah umat Islam itu sendiri, kedua mazhab besar islam ini telah bersatu padu di nusantara, terlihat dalam berbagai ritual keagamaan dan budaya, dari berbagai mazhab ikut merayakannya, seperti maulid, ziarah, tahlil yg kesemuanya itu ada dalam mazhab syiah maupun suni, bahkan dalam tarekat, imam2 syiah adalah tonggak dalam silsilah tarekat. Perbedaan yg ada sangat tipis dan lebih banyak persamaan dari perbedaanya. Jika ada yg berusaha mengatakan syiah bukan islam dan suni sesat, maka semua itu adalah propaganda agen2 zionis yg mengetahui kelemahan umat islam, krn melalui inilah pintu masuk mereka untuk memecah belah.

    Negara persia atau Iran sekarang sdh lama mendatangi nusantara ini dan dari sana lah islam ini menyebar pertama kali di nusantara khususnya di Aceh. Hanya saja waktu itu negara Iran belum menganut paham resmi. Baru2 inilah mereka berkembang dgn baik setelah islam dgn mazhab syiah menjadi agama resmi negara persia/Iran. Jadi kalau sekarang perkembangannya pesat itu karena kegigihan bangsa mereka, tdk saja Islam yg maju disana tapi juga peradaban dan tekhnologi.

    Jadi utk memandang syiah hampir sama dgn memandang kepada mazhab2 lain dalam islam seperti hanafi, hambali, maliki dan syafei ( mayoritas di Indonesia ). silakan pilih sesuai dgn keyakinan kita, dan biarlah Allah Ta’ala saja yg akan membalas setiap keyakinan kita nanti di akhirat kelak, jgn sesama anak negeri dan sesama muslim berkelahi dgn isu2 ini.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Imam Mahdi dari Perspektif Ahlu Sunnah Wal Jamaah (Bagian ke-1)

Organization