16:42 - Sabtu, 29 November 2014

Unair Temukan Obat HIV/AIDS dari Air Liur dan Racun Lebah

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 28/05/13 | 19:58 | 19 Rajab 1434 H

Lebah (ilustrasi)

Lebah (ilustrasi)

dakwatuna.com – Surabaya.  Pusat Studi Perlebahan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair), Surabaya sedang melakukan uji klinis terhadap manfaat propolis lebah bagi kesembuhan pasien HIV/AIDS.

Penelitian ini ter-inspirasi dari uji coba bee venom atau racun lebah di Amerika yang berhasil menyembuhkan seorang gadis sembilan tahun. Ketua Pusat Studi Perlebahan LPT Unair James Hutagalung mengatakan, kelompok studinya juga melakukan hal serupa.

Namun, James dan timnya melakukan uji coba terhadap pasien HIV/AIDS dengan menggabungkan terapi propolis atau air liur dan racun lebah. Riset dengan racun lebah banyak dilakukan di luar negeri. Namun baru pertama kali di Indonesia.

Racun dari lebah ternyata mampu menembus dinding sel virus. Ia tidak menghancurkan tapi menembus sehingga virusnya mengecil dan bersifat saling membunuh dan lama-kelamaan hilang.

James dan rekannya melakukan uji coba klinis terhadap seorang pasien laki-laki dewasa penderita HIV/AIDS. Pasien ini datang ke LPT Unair dalam keadaan sudah koma selama tiga-empat pekan.

Dalam tiga pekan pemberian propolis, terjadi perubahan pada pasien. Hasilnya cukup mengejutkan, pasien yang telah koma ini sadar dan mampu membuka mata.

Selama terapi, pasien diberi propolis dosis 500 miligram tiga kali sehari. Tablet propolis yang sudah dihancurkan dimasukkan dalam cairan infus pada pagi, siang dan sore hari.

Selain propolis, pasien juga diterapi dengan sengat lebah satu pekan sekali. Pasien menerima dua sengat lebah sekali terapi, di kiri dan kanan leher belakang.

“Bahan aktif yang berperan penting dalam proses penghancuran sel itu disebut melitin yang ada di dalam bee venom. Sedangkan di dalam propolis ada tujuh bahan aktif, salah satunya adalah flavonoid,” ujar James, Selasa (28/5).

Propolis berada di dalam rumah lebah. Warnanya kehitaman. Propolis adalah campuran dari nektar dan air liur lebah. Propolis yang dikumpulkan berasal dari jenis lebah dari Eropa,  Apis Mellifera.

Propolis yang telah dikumpulkan, diambil ekstraknya dengan cara maserasi. Perbandingannya, satu kilogram propolis dicampur dengan lima liter ethanol. Kemudian dikocok selama dua pekan. Proses tersebut dinamakan maserasi.

Setelah dimaserasi, campuran propolis tersebut dikeringkan dengan alatrotavapor atau alat penguapan. Dari proses ini tertinggal kristal-kristal propolis atau ekstraknya. Ekstrak inilah yang diberikan pada pasien. Ekstrak ini sudah bisa dimanfaatkan karena dibuat dalam bentuk tablet.

“Pemberian obat alami atau natural medicine ini dilakukan secara simultan dengan obat antiretroviral,” kata James.

Terapi ini diberikan selama jangka waktu tiga bulan atas persetujuan dari keluarga pasien. James berharap dalam tiga bulan ke depan hasilnya maksimal. Artinya, pasien dapat sehat kembali. (an/mf/rol)

Redaktur: Saiful Bahri

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (29 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.bedialbantani.blogspot.com/ Bedi Citoendoen

    Sebenarnya lebah itu sudah di isyaratkan oleh Allah SWT dalam surah:”An-Nahl” jadi penemuan ini mudah-mudahan bisa di patenkan dan mengharumkan nama RI

    • Ahmad Sh

      yups betul sekali. ” dan Allah telah mewahyukan kepada lebah untuk bersarang di gunung-gunung,dipohon2 dan di rumah2 yang dibuat oleh manusia “………… dan dari dalam perut lebah terdapat berbagai obat yang dapat menyembuhkan.

  • Noorahmat Pudyastomo

    Sebaiknya langsung di publikasikan di dalam Jurnal Ilmiah Medik Internasional. Insya Allah bermanfaat untuk seluruh ummat manusia…

  • http://gplus.to/anindyumi Anindya Yumika Dewi

    Saya mahasiwa unair, tahu penelitian itu, dan tidak seperti yang ditulis..

    • Ganteng dan Keren

      Terus seperti apa penelitian itu sebenarnya?

    • Aman Sutrisman

      kalau anda tahu dan menurut anda tidak seperti yg ditulis mbok yo terangkan yg menurut anda tau piye to mbak

  • Ahmad Sh

    saya peternah lebah dan sudah melakukan terapi dengan propolis dan sengatan lebah terhadap penderita berbagai penyakit.. dan untuk bisa melakukan terapi dengan sengat lebah bisa belajar tentang APITEKSETERAPI. ILMU YANG MEMPELAJARI TERAPI DENGAN SENGAT LEBAH. DENGAN MENGGABUNGKAN METODE AKUPUNGTUR. DAN PENDERITA YANG PALING BANYA BEROBAT. ADALAH PENDERITA REUMATIK. RABUN. SAKIT PINGGANG. MATI SEPARO. STROKE. DAN MASIH BANYAK LAGI. BAGI YANG BELUM MENGETAHUI SILAHKAN UNTUK BERTANYA PADA PETERNAK LEBAH. DAN MEREKA RATA RATA TAHU SISTEM PENGOBATAN INI. LEBAH YANG DIGUNAKAN BIASANYA JENIS LEBAH APIS MELIFERA.

Iklan negatif? Laporkan!
87 queries in 1,402 seconds.