Home / Berita / Internasional / Asia / Amerika Minta Sembilan Pangkalan Militer di Afghanistan

Amerika Minta Sembilan Pangkalan Militer di Afghanistan

Pangkalan Militer Amerika di Afghanistan (inet)
Pangkalan Militer Amerika di Afghanistan (inet)

dakwatuna.com – Kabul. Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah meminta sembilan pangkalan militer di wilayah Afghanistan. Hal ini disampaikan Karzai ketika berpidato di Universitas Kabul pada Kamis (9/5).

Amerika menyebutkan wilayah yang diinginkan tersebut adalah Kabul, Bagram, Mazar-e-Sharif, Jalalalabad, Gardez, Kandahar, Helmand, Herat dan Shindand di provinsi Afhganistan.

“Kami sedang melakukan negosiasi yang sangat serius dan halus dengan Amerika,” kata Karzai.

Karzai menambahkan bahwa Afghanistan juga memiliki tuntutan dan kepentingan dalam negosiasi tersebut.

“Tuntutan kami adalah AS meningkatkan upaya dalam proses perdamaian, memperkuat pasukan keamanan Afghanistan, memberikan dukungan nyata bagi perekonomian (listrik, jalan dan bendungan), serta memberikan bantuan dalam pemerintahan,” kata presiden Afghanistan ke-12 itu.

Karzai yang menjabat di periode kedua itu mengatakan bahwa Afghanistan akan siap menandatangani pakta keamanan jika sudah sepakat dalam negosiasi tersebut. “Ketika mereka (AS) melakukan hal ini, kami siap untuk menandatangani,” kata Karzai.

Pada 4 Mei, setelah menandatangani perjanjian keamanan bilateral, Karzai mengumumkan keputusannya untuk mengizinkan pasukan AS untuk tetap di Afghanistan melampaui batas waktu penarikan 2014. Washington dan Kabul menandatangani kesepakatan resmi kehadiran tentara AS untuk jangka waktu 10 tahun setelah 2014. Sementara menurut pejabat AS, jumlah kekuatan belum disepakati, antara 2.500 sampai 12.000 tentara.

Karzai telah mengkonfirmasi untuk pertama kalinya pada tahun 2011 bahwa pemerintahan Presiden AS Barack Obama telah meminta pembentukan suatu sistem pangkalan militer AS yang permanen di seluruh Afghanistan.

Amerika dan sekutu-sekutunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 yang dengan dalih perang melawan terorisme. Serangan itu menghapus Taliban dari kekuasaan, namun ketidakamanan tetap tercipta di seluruh negeri meskipun dihadirkan ribuan pasukan asing. (kp/mna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Faktor Kemenangan Trump Yang Mengejutkan*