Home / Berita / Internasional / Asia / Ismail Haniya Berikan Paspor Diplomatik Pada Qaradhawi

Ismail Haniya Berikan Paspor Diplomatik Pada Qaradhawi

PM Haniya ketika menyambut Qardhawi di Gaza
PM Haniya ketika menyambut Qaradhawi di Gaza

dakwatuna.com – Gaza. Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniya memberikan paspor diplomatik kepada salah satu ulama besar Islam, Yusuf Al-Qaradhawi pada Rabu (8/5).

Al-Qaradhawi memimpin delegasi 50 ulama dari 14 negara dan disambut oleh Haniya. Haniya, dalam sambutannya mengatakan itu adalah “suatu kehormatan bagi kami untuk menerima syekh Qaradhawi di tanah Palestina”.

Qaradhawi mengatakan, delegasinya mewakili semua bagian dalam Islam dan mereka datang untuk mendukung rakyat Gaza.

“Tanah ini belum pernah menjadi tanah (milik) Yahudi. Palestina milik Islam dan bangsa Arab,” kata Qaradhawi. “Palestina adalah sebuah negara Arab dan Muslim meskipun Israel berupaya (untuk merebutnya)”.

Qaradhawi menambahkan, “Orang-orang Gaza, kalian akan meraih kemenangan, dan kalian akan mendapatkan semua hak-hak Anda”.

Menjelang kedatangan ulama tersebut, pemerintahan Palestina yang berbasis di Tepi Barat mengatakan kunjungan seperti itu bisa membahayakan rakyat Palestina.

“Posisi Otoritas Palestina telah jelas, setiap kunjungan signifikansi politik yang memberikan legitimasi bagi pemerintahan Hamas di Gaza bisa membahayakan rakyat Palestina dan kepentingan mereka,” kata Menteri Urusan Wakaf Palestina, Mahmoud al-Habbash.

“Qaradhawi seharusnya menarik kembali fatwa yang ia keluarkan tentang kunjungan oleh muslim ke Yerusalem merupakan hal ilegal menurut hukum Islam karena kota suci tersebut berada di bawah pendudukan,” kata al-Habbash kepada Ma’an. (mar/ba/mina)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kemenag Diminta Tingkatkan Edukasi Publik, Agar “Berhaji dari Filipina” Tidak Terulang