Home / Berita / Internasional / Asia / Presiden Morsi Kecam Serangan di Gereja Koptik Mesir

Presiden Morsi Kecam Serangan di Gereja Koptik Mesir

Presiden Mesir, Mohamed Morsi
Presiden Mesir, Mohamed Morsi

dakwatuna.com – Kairo.  Presiden Mesir, Mohamed Morsi mengecam bentrokan mematikan di kompleks Gereja Kristen Koptik, Kairo, Mesir, di hari Minggu (7/4/2013), waktu setempat, dan meminta pihak berwenang menyelidiki kasus itu secara menyeluruh.

“Saya menganggap setiap serangan terhadap Katedral adalah seperti serangan terhadap diri saya sendiri,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Pemerintah Mesir, MENA.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menegaskan tekat Pemerintah Mesir, memberikan perlindungan bagi semuawarga negara tanpa pandang bulu.

Catherine Ashton, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, langsung terbang menuju Kairo, mesir setelah kekerasan sekterian pecah di Gereja Katedral Koptik, untuk membahas situasi tersebut dengan Morsi dan pemimpin lainnya.

“Setelah mendengar berita itu, saya segera Mendengar berita saya segera menghubungi kantor Kepresidenan, dan saya mendesak setiap pihak menahan diri,” tutur Catherine.

Sedikitnya satu orang, ketika acara pemakaman bagi empat umat Kristen Koptik mesirberubah menjadi kerusuhan.

Kerusuhan itu terjadi di Gereja Katedral Koptik Kairo, di lingkungan Abbassiya, Minggu (7/4/2013), waktu setempat, ketika para pelayat telah merampungkan mendoakan empat jemaat Gereja Koptik tersebut, yang tewas akibat kerusuhan sekterian yang terjadi dimesir dua hari sebelumnya.

Sejumlah saksi mengatakan, kerusuhan pecah ketika sejumlah penduduk lokal melempari para pelayat menggunakan batu.

Hani Sobhi, seorang anggota Gereja Koptik, yang menyaksikan kerusahaan tersebut mengatakan, jemaat gerejanya yang kerap menjadi target diskriminasi dan marjinalisasi, menyanyikan lagu yang menghina Partai Ikhwanul Muslimin, partai yang mengusung Presiden Mesir, Mohamed Morsi.

Kekerasan sekterian pecah di hari Jumat, di wilayah Al-Khusus, Provinsi Qalyubia, setelah terjadi perkelahian antara satu orang pemuda Kristen dan seorang muslim.

Perkelahian itu berkembang menjadi kontak senjata diantara kedua belah pihak, menewaskan lima orang.

Selain itu setidaknya satu gereja dan rumah milik masyarakat Kristen dibakar, dan sebuah apotik yang dikelola oleh anggota gereja Kristen Koptik dirusak.

Kerusuhan kembali pecah di hari Minggu. “Telah terjadi bentrokan, dan beberapa pemuda juga bentrok dengan polisi,” kata seorang perwira polisi di wilayah Al Khusus. (sf/tbc)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri