09:27 - Sabtu, 01 November 2014

5 Indikasi Kejanggalan Kriminalisasi LHI oleh KPK

Rubrik: Opini | Kontributor: Ibnu Sigit - 31/01/13 | 01:01 | 17 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ilustrasi. (inet)

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Tuduhan yang menerpa Luthfi Hasan Ishaaq anggota Komisi I DPR, dinilai berbagai kalangan sangat janggal. Tak pelak hal ini dianggap sebagai kriminalisasi LHI untuk tujuan tertentu.

Kejanggalan pertama, yaitu ketika awal berita penangkapan muncul isu di berbagai media bahwa yang ikut ditangkap adalah supir Menteri Pertanian, Suswono. Ternyata dibantah sendiri oleh Suswono setelah mengklarifikasikan hal ini ke KPK.

Kejanggalan berikutnya adalah bahwa yang mau disuap adalah anggota komisi IV DPR dari PKS. Lalu ternyata sekarang menjadi Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan anggota Komisi I DPR. Komisi IV adalah komisi yang salah satunya membidangi pangan. Sedangkan Komisi I adalah komisi yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika.

Kejanggalan ketiga, jika berkaitan dengan daging impor, dan tudingannya diarahkan bahwa LHI bisa mengatur Mentan yang notabene kader PKS, jelas salah alamat. Pasalnya Mentan tidak mengatur impor daging. Quota impor daging yang mengatur adalah Kementerian Perdagangan. Apakah LHI bisa mengatur Menperindag yang notabene orang SBY?

Kejanggalan keempat, disebutkan bahwa ada upaya penyuapan. Padahal yang bersangkutan tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan bahwa uang itu baru akan diberikan untuk LHI. Apakah adil orang yang berupaya mau disuap dijadikan tersangka? Padahal dia bisa jadi tidak tahu ada upaya itu. Dan apalagi tidak menerima uang tersebut.

Kejanggalan kelima, penetapan tersangka kepada LHI oleh KPK tanpa didahului oleh pemeriksaan. KPK memang bisa langsung menetapkan tersangka terhadap seseorang yang tertangkap basah melakukan transaksi korupsi, namun LHI tidak ada dalam penggrebekan yang dilakukan KPK itu. Lalu mengapa tiba-tiba LHI – tidak kurang dari 12 jam – langsung ditetapkan menjadi tersangka tanpa ada pemeriksaan sebelumnya? Berbeda dengan kasus-kasus lain yang bisa bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Wallahualam bishowab. Semoga Allah melindungi kita semua dari makar ini.

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (106 orang menilai, rata-rata: 9,46 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • delsis

    tambah satu kejanggalan lagi pak, saya sudah terlanjur percaya berita, abis gimana lagi ya?…
    lha wong gitu, yang pertama saya denger?…jadi otak tolol saya yaa..percaya sama yang pertama…

  • http://www.facebook.com/people/Evie-Sweet/100002405220905 Evie Sweet

    Kebenaran akan terungkap dengan berjalannya waktu..
    kita tunggu aja dari Kpk.

  • http://picoseno.com pico seno

    hah???! banyak sekali orang yang tertipu oleh media yah…

    partai KPK berkoalisi dengan siapa yah?

  • Sania

    Saya tetep cinta PKS….

  • angisena

    Berita2 tentang PKS yg sering muncul dimedia… kenapa ya, klo tentang PKS media menjadi lebih seru ? aku jadi tertarik u menjadi kader pks.. gmna caranya ya ?

  • http://www.facebook.com/bramandita.banuaji Bramandita Banuaji

    Mau gabung pks? cari aja kantor dpc atau dpra terdekat di tempat tinggal anda. Nanti akan dijelaskan bagaimana cara gabung bersama partai da’wah ini..

  • Hanif Hoesin

    Dengan Allah Mas…

Iklan negatif? Laporkan!
88 queries in 1,393 seconds.