Home / Berita / Silaturahim / Pelajar Indonesia di IIUM Serahkan Donasi untuk Gaza

Pelajar Indonesia di IIUM Serahkan Donasi untuk Gaza

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Abi Mumtaz)

dakwatuna.com – Kuala Lumpur. Hujan deras yang mengguyur Kuala Lumpur dan sekitarnya sejak sore tidak mengurangi antusiasme mahasiswa Indonesia di International Islamic University Malaysia untuk berpartisipasi dalam Malam Solidaritas Indonesia untuk Gaza, Senin (26/11) di kampus IIUM Gombak. Acara malam itu merupakan puncak dari kegiatan penggalangan dana untuk masyarakat Palestina di Jalur Gaza yang telah dilakukan oleh Persatuan Pelajar Indonesia IIUM selama satu minggu terakhir. Lebih dari 130 orang peserta dari Indonesia dan Malaysia mengikuti acara malam solidaritas ini.

Dalam kesempatan tersebut, PPI IIUM melalui ketuanya, Zulhilmi Zulkifli, secara simbolis menyerahkan donasi yang terkumpul kepada perwakilan komunitas Sahabat Al Aqsa IIUM. Total dana donasi yang terkumpul adalah RM 9683 yang berasal dari sumbangan para mahasiswa Indonesia di IIUM. Selain itu, PPI Malaysia juga turut mengumpulkan bantuan dari mahasiswa Indonesia di seluruh Malaysia. “Terimakasih sekali atas perhatian saudara-saudara kami dari Indonesia. Donasi ini menunjukkan perjuangan rakyat Palestina tidak sendiri,” ungkap Hassan Abu Omar selaku perwakilan Sahabat Al Aqsa.

Untuk lebih menumbuhkan kesadaran publik atas apa yang sebenarnya terjadi di Palestina, panitia menggelar diskusi bertemakan “Indonesia for Gaza, Mencari Solusi Terbaik Penyelesaian Konflik: Dari Kita Untuk Mereka” dengan menghadirkan pembicara DR. Anis Malik Thoha, DR. Sonny Zulhuda dan Ust. Abdul Hakim Othma. Dalam diskusi tersebut, dipaparkan latar belakang sejarah krisis di Palestina. Selain itu, dijelaskan bahwa klaim dan dalih Israel menduduki tanah Palestina merupakan penafsiran yang salah atas janji-janji Tuhan. “Allah memang berfirman bahwa bani Israil adalah the chosen one, dan berhak atas sepetak tanah dimana Palestina seharusnya berdiri. Namun, perlu digarisbawahi, janji Allah tersebut bersyarat, yaitu apabila mereka mau bertaqwa kepada-Nya. Tetapi kenyataannya?” tanya DR Anis secara retoris seraya mengutip beberapa ayat Al Qur’an dan juga kitab Perjanjian Lama yang menjelaskan keingkaran dan penentangan bangsa Israil terhadap perintah Allah.

(Abi Mumtaz)

Di samping itu, turut dibahas pula ketidakberdayaan hukum internasional dalam menangani kasus Palestina yang sudah jelas-jelas mencederai hak-hak asasi manusia. Pembunuhan rakyat sipil, pengusiran penduduk dari tempat tinggalnya, perampasan hak-hak pengungsi, hingga tidak diberikannya hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri hanyalah sedikit dari pelanggaran-pelanggaran yang dimaksud. Sebaliknya, hukum internasional – sebagaimana pula negara-negara adidaya dan lembaga-lembaga internasional seperti PBB, terlihat cenderung membela Israel dan membiarkan penjajahan terus terjadi.

Penggalangan dana seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia ini merupakan satu dari banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat dunia dalam rangka membantu perjuangan rakyat Palestina. “Penggalangan donasi ini bagus sekali, sudah seharusnya kita membantu mereka yang tengah terjajah dan menderita, apalagi secara historis hubungan Indonesia – Palestina sangat dekat. Palestina adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia!”, ungkap Yuskahar Muharram, salah satu mahasiswa yang datang dalam acara semalam.

Advertisements

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mochammad Arif Budiman
Mengenyam bangku sekolah di MAPK Martapura, Kalimantan Selatan, kemudian melanjutkan studi ke Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta dan Program Magister IAIN Sunan Ampel, Surabaya. Saat ini, penulis mengambil Program Doktor Ekonomi Islam di International Islamic University Malaysia (IIUM). Penulis bekerja sebagai dosen di Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah (ALKS), Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).

Lihat Juga

Raja Salman Tiba di Malaysia Dalam Rangkaian Tur Asia