Home / Berita / Nasional / Alim Ulama NU Soroti Demokrasi Liberal di Tanah Air

Alim Ulama NU Soroti Demokrasi Liberal di Tanah Air

Abdul Mun’im DZ. (nu.or.id)

dakwatuna.com – Cirebon. Musyawarah nasional (Munas) dan konferensi besar (konbes) alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) akan mengkritisi sejumlah persoalan sosial di masyarakat. Termasuk, gejala menguatnya praktik demokrasi liberal di Tanah Air.

“Praktik demokrasi liberal pascareformasi 1998 justru membuat sistem perpolitikan nasional karut marut, semrawut, khususnya di bidang ketatanegaraan dan pertahanan,” kata Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ di Cirebon, Jumat (14/9).

Mulai hari ini, ratusan alim ulama NU mendatangi Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, untuk mengikuti munas dan konbes.

Abdul Mun’im menambahkan, NU prihatin dengan berbagai masalah bangsa sekarang ini. Berbagai persoalan muncul terutama setelah dilakukan beberapa kali amendemen UUD 1945. “Amendemen telah mengakibatkan liberalisasi di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan, termasuk liberalisasi di bidang agama. Bahayanya, liberalisasi ini digunakan untuk beroperasinya kapitalisme global,” ungkapnya.

Dengan demikian, Munas-Konbes NU kali ini akan berusaha mencari solusi dengan menawarkan konsep dasar ketatanegaraan serta mengambil beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan, yaitu berangkat dari ide besar kembali ke khitah Indonesia 1945.

Munas alim ulama juga akan mengkritisi pembayaran pajak yang ternyata banyak dikorupsi oleh aparatur pajak, politik uang, kriteria kepemimpinan nasional menjelang Pemilu 2014, haram-halal memilih pemimpin dan parpol korup, dan mengembalikan pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) pada DPRD. (Mad/OL-04/MICOM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Apakah Halal Darah Demonstran Damai?