01:14 - Sabtu, 19 April 2014

Hari Anti Narkoba Internasional

Rubrik: Opini | Kontributor: Pratiwi Budi Enggar Kusumaningrum - 26/06/12 | 20:00 | 06 Shaban 1433 H

Ilustrasi. (xtra-cat.com)

dakwatuna.com - PBB sejak tahun 1987 menetapkan 26 Juni sebagai hari Anti Madat Sedunia oleh International Day Against Drugs. Dengan adanya hari anti Madat diharapkan penyalahgunaan narkoba dapat berkurang. Ini juga sebagai warningbahwa narkoba tidak bisa disepelekan begitu saja.

Kalau dilihat sekarang ini, kasus narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) di Negara kita semakin merebak. Dari pengkonsumsi, pengedar, penjual bahkan bandar. Yang mengkonsumsi narkoba pun semakin meningkat, mulai dari kalangan orangtua sampai dengan generasi muda, dari yang hidup di jalanan sampai yang tinggal di rumah mewah. Jenisnya bermacam-macam, antara lain: putaw, ekstasi, sabu-sabu dan lain-lain. Narkoba sangat dilarang di Indonesia, kecuali digunakan dalam bidang kedokteran. Bagi yang ketahuan mengkonsumsi, mengedar dan memperjualbelikannya akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Psikotropika.

Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mencatat sebanyak lima juta jiwa menjadi pengguna dan pecandu Narkoba di Indonesia pada tahun 2012.

Sungguh ironi, tiap tahun penyalahgunaan narkoba semakin tinggi. Narkoba ini pun berpotensi kuat menghancurkan bangsa dan peradaban kita. Karena narkoba merupakan ancaman generasi muda. Sebagai generasi muda, jangan sampai terlibat di dalamnya. Apa yang terjadi apabila generasi muda sudah terjerumus dengan narkoba, mau dibawa ke mana bangsa kita saat ini? Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang.

“Asy-syahab waro’a jami’ttaghoyyurot, dibalik setiap revolusi, pemuda adalah pemeran utamanya”

Narkoba dan Agama

Narkoba adalah bagian dari khamar, karena dapat memabukkan dan melemahkan. Untuk itu, khamar (dalam bentuk luas adalah narkoba) dilarang dan diharamkan. Ini merupakan salah satu bagian dari dosa besar.

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (QS. Al-Baqarah: 219)

Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram. (HR. Bukhari).

Narkoba dan Keluarga

Peran orangtua dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba sangatlah berpengaruh, karena orangtua adalah orang yang paling dekat dan pusat pendidikan rohani dalam mendidik anak-anaknya.  Orangtua sebaiknya mengetahui siapa saja teman anak-anaknya, ke mana mereka pergi, dan apa saja kegiatan mereka. Karena itu merupakan salah satu bentuk perhatian orangtua terhadap anaknya. Untuk menghindari anak dari bahaya narkoba, orangtua juga harus meningkatkan peranannya sebagai pengawas atau bisa juga bekerja sama dengan guru atau masyarakat.

Masalah narkoba adalah masalah kita semua, maka perlu kita berantas. Semoga pendidikan agama dan peran orangtua menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Untuk generasi muda, mari isi hidup kita dengan hal-hal positif.

Life is beautiful without drugs. Say No to Drugs, Say Yes to Life!!!

Tentang Pratiwi Budi Enggar Kusumaningrum

Seorang mahasiswi Teknik Elektro IT Telkom. Sedang belajar menulis. Aktif di KAMMI. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword: , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (4 orang menilai, rata-rata: 9,50 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
65 queries in 1,084 seconds.