Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sepotong Episode Masa Depan

Sepotong Episode Masa Depan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.comSemilir angin kian berhembus, seakan berpaut dengan jiwa yang begitu menggelora. Saat ku isi secarik kertas… sambil meluapkan segala isi hati ini. Ternyata banyak sekali target-target yang belum kuraih. Tersadar diri ini dengan seabrek agenda telah menanti di hadapan. Kini mulai kurancang strategi untuk menyusunnya secara rapi. Kembali berusaha men-check-listagenda-agenda yang telah tercapai, dan meneruskan yang belum berhasil kuraih. Ah…andai saja semua planning itu bisa kuraih, betapa bahagianya diriku. Manusia hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang memutuskan segalanya. Bisa jadi itu baik menurut kita tapi belum tentu baik menurut Allah atau sebaliknya. Hidup kita sesungguhnya telah digariskan oleh Allah mulai sejak lahir hingga akhir hayat nanti.

Jika dikilas balik, ternyata banyak sudah memori yang menghiasi kehidupan ini. Tawa canda teman-teman seperjuangan kembali memasuki relung jiwa ini. Rindu saat-saat rapat, kegiatan ini dan itu, sampai-sampai jadwal kuliah terasingi oleh kegiatan organisasi yang kian menumpuk. Wah… luar biasa jadi aktivis, sejuta pengalaman suka dan duka menjadi kenangan terindah dalam hidup ini. Riuh rendahnya alunan hidup ini menempa diri menjadi orang yang bermanfaat bagi masa depan. Berbekal pengalaman dan ilmu yang selama ini tertoreh, akhirnya bisa juga diaplikasikan. Dalam hadits disebutkan bahwa ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Sangat disayangkan jika kita memiliki ilmu yang bermanfaat tapi tidak diaplikasikan. Maka sia-sialah ilmu tersebut selama ini, tapi jika kita sampaikan kepada orang lain. Maka akan menjadi amal jariah yang akan kita petik di akhirat nanti.

Kini ketika semua telah usai dari kampus, hanya tinggal kenangan yang tersisa. Menghilang satu persatu dari peredaran bak bayangan tak bertepi. Sekarang sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke sambil mengadu nasib. Menjalani perjuangan hidup yang entah akan ke mana berlabuhnya. Begitu terasa kehilangan mereka, teman-teman yang luar biasa, dengan keunikan dan talenta yang saling mengisi satu sama lainnya. Ada yang jago debat, jago demo, jago ngeyel, dan tak ketinggalan ada yang punya ide brilian, serta berjiwa kepemimpinan yang karisma. Luar biasa, tiap orang punya potensi yang begitu hebat. Ibarat sapu lidi, jika hanya satu saja maka tidaklah bisa untuk membersihkan halaman. Tetapi jika disatukan keseluruhan dan diikat dengan kencang, maka akan dapat membersihkan halaman dengan cepat. Begitulah kiranya kita dengan potensi yang disatukan maka akan terbentuklah kekuatan dan kebersamaan yang indah dan bermakna.

Rindu dengan kenangan bersama teman-teman yang begitu dekat dalam hidup ini. Memang kenangan itu akan terasa jika kita tidak bersama lagi, namun hati tak bisa dipungkiri dengan kenyataan yang ada. Kalau dulu masih sempat ngumpul bareng, tapi sekarang jangankan ngumpul, bertemu pun jarang sekali. Semua sibuk dengan dunia masing-masing, mulai dari kerja sampai urusan keluarga. Hm… Begitulah kiranya ada pertemuan pasti ada perpisahan. Bahkan Allah menciptakan kita dengan berpasang-pasangan, ada siang ada malam, ada hidup ada mati. Hingga suatu hari nanti kan kita temukan kebahagiaan sejati yang tidak akan pernah kita rasakan sebelumnya. Seimbang adanya dengan ritme alunan hidup yang penuh dengan ciptaan pencipta yang maha dahsyat.

Begitulah perjalanan hidup kita saat masa kecil, kemudian beranjak dewasa, dan tak terasa kuliah telah usai dijalani, bahkan sudah memasuki dunia kerja yang jauh lebih menantang. Kemudian menikah dan memiliki buah hati, hingga akhirnya kembali ke pangkuan-Nya. Jalan hidup kita siapa yang tau, ada kalanya kita di atas, ada saatnya di bawah. Peredaran bumi silih berganti menemani perjalanan hidup yang indah dan berarti. Ya Rabb permudahlah segala urusan, kabulkanlah doa kami, dan berikanlah jalan terbaik dalam hidup ini. Tiada daya dan upaya selain pertolongan dari Allah SWT.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 9,46 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mira Wati, SPd.
Bekerja di PKPU Bengkulu bagian Humas dan IT
  • Jagawanagadjahmada

    semoga terus istiqomah dengan bekal dari kampus menuju peran spesifik membangun indonesia madani

  • percis dengan apa yang ku alami

Lihat Juga

Ilustrasi. (ydsf.org)

Sang Guru Masa Depan