04:09 - Minggu, 23 November 2014

NU-Muhammadiyah prediksi Idul Adha bersamaan

Rubrik: Berita, Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 20/10/11 | 09:18 | 23 Dhul-Qadah 1432 H

ilustrasi(inet)

ilustrasi(inet)

dakwatuna.com - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi Idul Adha 1432 Hijriah akan jatuh pada tanggal yang bersamaan yakni 6 November 2011.

“Berdasarkan perhitungan dengan sistem Hisab Haqiqi dengan markas Tanjungkodok, Lamongan, insya-Allah Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriah akan bareng (bersamaan),” kata Sekretaris PWM Jatim H Nadjib Hamid di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, prediksi terjadinya Idul Adha 1432 H pada waktu yang bersamaan itu didasarkan pada ijtimak (pertemuan bumi dan rembulan dalam satu garis untuk menandai terjadinya pergantian bulan atau terjadinya kalender baru) akhir Dzulqa`dah 1432 H yang terjadi pada hari Kamis 27 Oktober 2011 atau 29 Dzulqa`dah 1432 H.

“Ijtimak akan terjadi antara jam 02.56 WIB hingga 02.57 WIB, sehingga saat matahari terbenam pada hari itu pukul 17.24`38″ WIB, maka hilal (rembulan baru) sudah wujud antara 6 derajat, 45`42,76″ hingga 6 derajat 55 menit, sehingga tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011,” paparnya.

Karena 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada 28 Oktober, maka 10 Dzulhijjah 1432 H atau Idul Adha 1432 H akan jatuh pada hari Ahad 6 November 2011. “Insya-Allah, kita akan berlebaran Idul Adha bersamaan,” kata komisioner KPU Jatim itu.

Senada dengan itu, Wakil Ketua PWNU Jatim H Sholeh Hayat mengatakan Hari Raya Idul Adha 1432 H memang ada peluang besar untuk bersamaan antara NU, Muhamadiyah, dan pemerintah.

“Salah satu indikasinya adalah ijtimak akhir Dzulqa`dah terjadi pada hari Kamis 27 Oktober 2011 pada jam sekitar 02.56 WIB sampai dengan 04.11 WIB sesuai hitungan Hisab Khulashoh Al Wafiyah atau Hisab Haqiqi, sedangkan ketinggian hilal terjadi sekitar 6`27 sampai 7`23 derajat,” tuturnya.

Perhitungan itu menurut kitab Badiatul Al Mitsal dan semua hasil hitungan hisab dari 22 sistem/rujukan akan menghasilkan kesimpulan yang sama bahwa 1 Dzulhijah 1432 H akan jatuh pada hari Jumat 28 Oktober 2011.

“Jadi, insya-Allah 10 Dzulhijah 1432 H akan jatuh pada hari Ahad 6 Nopember 2011,” ujar anggota Badan Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Jatim itu.

Namun, kata koordinator Rukyatul Hilal PWNU Jatim itu, PWNU Jatim akan menunggu hasil Rukyatul Hilal (melihat hilal/rembulan secara kasat mata) yang dilaksanakan pada hari Kamis 27 Oktober bakdal/setelah Maghrib.

Ia menambahkan PWNU Jatim akan melaksanakan Rukyatul Hilal pada belasan lokasi strategis, di antaranya Nambangan, Kenjeran (Surabaya), Ujungpangkah (Gresik), Tanjungkodok (Lamongan), Gebang (Bangkalan), Ambet (Pamekasan), dan sebagainya. (T.E011/C004/Ruslan Burhani/antaranews)

Redaktur: Ahmad

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 5,50 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • Anthomassardi

    Haji, Idul Adha, Idul Fitri, Puasa Ramadhan, dan kegiatan ibadah massal (berjamaah) dalam Islam lainnya, hakekatnya adalah SYIAR RAHMATAN LIL ALAMIN. Contohnya, ketika salat Id, Rasulullah saw. pernah menyuruh para ibu yang sedang haid dan anak-anak datang ke pinggir lapangan untuk mendengarkan khutban. Jadi, sangat menyedihkan kalau para ulama di negeri ini masih terus berbeda dalam pelaksanaan hari dan waktunya. Bukankah hakekat adalah tujuan Islam agar mengenal kehendak-Nya?

  • alif kurniawan

    ngurusin waktu hari Ied aja gak beres-beres. gimana mau membantu saudara-saudara Palestina. Sangat disayangkan mereka-mereka masih mengedepankan kepentingan kelompok. 

Iklan negatif? Laporkan!
84 queries in 1,319 seconds.