Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Meraih Kekuatan dari Ketaatan

Meraih Kekuatan dari Ketaatan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (jr-photos.com)

dakwatuna.com“Kesalahan paling fatal adalah bila engkau berusaha mengatur dan menata kehidupan sekitarmu, tapi engkau membiarkan kekacauan di hatimu.” (Mustafa Shadiq ar Rifa’i dalam Wahyul Qalam)

Ibnu Qayyim al Jauziah, dalam bukunya Madaarij as Saalikiin berkata, “Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah robekan yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah. Di dalamnya terdapat juga   yang tidak mampu diobati kecuali dengan menyendiri bersama Allah. Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu diseka kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh karena mengenal Allah dan ketulusan berinteraksi dengan Nya. Di dalam hati juga terdapat sebuah kegelisahan yang tidak mampu ditenangkan kecuali dengan berhimpun karena Allah dan pergi meninggalkan kegelisahan itu menuju Allah. Di dalam hati juga terdapat gejolak api yang tidak dapat dipadamkan kecuali oleh keridhaan akan perintah, larangan, dan keputusan Allah, yang diiringi dengan ketabahan dan kesabaran sampai tiba saat perjumpaan dengan Nya.”

Bersyukurlah, karena Allah telah anugerahkan pada kita sebuah ‘alat’ motivasi terbaik dunia. Percayalah, hati yang dekat pada Allah adalah sumber motivasi dan semangat pergerakan kita. Maka raihlah kekuatan dengan mengokohkan ketaatan. Dan hindarilah kelemahan dengan menjauhi kemaksiatan.

Multiplier Effect dari Kebaikan dan Keburukan

“Akibat ternikmat dalam kebaikan adalah menghadirkan kebaikan pula,” kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Begitu pula kemaksiatan akan mengundang kemaksiatan-kemaksiatan yang lain. Nothing personal, karena semua tindakan kita akan berakibat pada tindakan-tindakan kita yang lain. Bahkan pengaruhnya bisa sangat besar. Fudhail ibnu Iyadh berkata, “Aku bermaksiat kepada Allah, kemudian aku lihat dampaknya pada istriku bahkan hewan-hewan peliharaanku”.

Akhirnya, hal mendasar yang paling perlu kita perbaiki ketika kelemahan hadir adalah ketaatan kita kepada Allah SWT. Dan Semoga Allah kokohkan kita dalam ketaatan kepadaNya. Aamiin.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (26 votes, average: 9,31 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Jenderal Unyil
Saya Iswahyudi, lahir di Serang pada tanggal 12 Agustus 1991. Merupakan anak ke 11 dari 12 Bersaudara dari pasangan Sumiyati dan Kosim. Kini sedang menyelesaikan studi S1 program studi perbankan syariah, STEI SEBI, Depok. Menyukai dunia sastra dan kepenulisan sejak SMA. Karya-karya tulisan bisa dilihat dithemujaddid.blogspot.com.

Lihat Juga

padang-rumput-hijau-langit-biru-indah

Waspada Istidraj