Home / Berita / Nasional / Kaligrafi Merah Putih Terbesar di Indonesia Berkibar di Ubaya

Kaligrafi Merah Putih Terbesar di Indonesia Berkibar di Ubaya

Kaligrafi Basmallah di atas kain merah putih (kaskus.us)

dakwatuna.com – Kain merah putih berukuran 16 x 6 meter dibentangkan dari lantai 5 gedung perpustakaan kampus Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin. Di atas kain itu, tersusun huruf-huruf arab nan indah yang bisa dilihat dari jarak pandang jauh.

Karya unik itu akhirnya dicatat oleh Muri sebagai lukisan kaligrafi di atas kain merah putih terbesar di Indonesia. Karya besar itu adalah hasil kerja keras para mahasiswa Ubaya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI). Kaligrafi di atas bendera raksasa yang dibuat dari kain vinil tersebut dibentangkan para aktivis UKM Mapaus (Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Surabaya) dari lantai 5 gedung perpustakaan.

Kaligrafi itu bertuliskan ”Bismillaah arrahmani ar-rahim”yang dilukis dengan cat hitam. Latar belakang kaligrafi warna merah dan putih juga dilukis dengan cat.Pelukis kaligrafi ini adalah para mahasiswa dari UKKI Ubaya sendiri.Pembuatannya sekaligus pengajuan ke MURI untuk mendapatkan pengesahan sebagai kaligrafi bertuliskan lafal basmalah itu sudah dilakukan sejak dua bulan lalu.

Namun surat pengesahan dari Muri dalam bentuk piagam yang ditandatangani Jaya Suprana baru turun bulan Agustus 2011 beberapa hari yang lalu. Piagam pengakuan itu bernomor 5049/R.MURI/VIII/2011 dengankategorirekor’Pembuatan Kaligrafi Arab Terbesar’. ”Begitu pengakuan resmi dari Muri turun,kami langsung mengabarkannya kepada masyarakat melalui acara pembentangan ini.

Ini sekaligus untuk memperingati HUT RI yang jatuh bersamaan dengan bulan Ramadhan,” kata Dika Bakti Prasetya Ketua UKKI Ubaya. Kaligrafi Merah Putih ini dibentangkan di dinding gedung perpustakaan kampus dengan cara mengereknya dari halaman ke lantai 5.Sekitar 20 mahasiswa dikerahkan untuk menarik kaligrafi yang memiliki berat puluhan kilogram itu untuk bisa sampai ke lantai 5, kemudian mengikatnya ke ujung gedung dengan tali, dan membeberkannya sehingga menutupi sekitar 3 lantai dari dinding gedung.

Seluruh prosesi ini memakan waktu sekitar 45 menit. ”Kita harus kerja keras untuk proses pemasangan,” katanya. Ketua Mapaus Wibowo Mappatunru mengatakan dalam proses pembuatan maupun pemasangan tidak ada kendala berarti. Semua berjalan dengan lancar dan sesuai perencanaan.”Tidak ada kesulitan apapun,”ujarnya. Wibawa menuturkan kaligrafi merah putih ini dibentangkan sekaligus sebagai bentuk perayaan HUT RI ke-66 dan bulan suci Ramadan.

Lafal basmalah yang dilukis di atas latar belakang warna merahputih, menurut dia, merupakan simbol rasa syukur terhadap kemerdekaan yang tahun ini perayaannya bersamaan dengan umat muslim menjalankan ibadah puasa. Mahasiswa Fakultas Farmasi ini berharap ucapan basmalah bisa memberi semangat baru untuk menjadi pribadi lebih baik pascabulan suci Ramadan.

”Pembentangan kaligrafi merah- putih ini juga merupakan pernyataan sikap kami terhadap kondisi bangsa yang terlihat carut marut.Kami mengajak semua komponen bangsa mengucap Bismillaahirrah maanirraahim, lalu bekerja keras dan jujur untuk membenahi kondisi bangsa,”tuturnya. (SI/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Tiar Anwar Bachtiar. (hidayatullah.com)

Ahli Sejarah: Politisasi Isu Wahabi Sebagai Pemecah Belah Umat

Organization