Home / Narasi Islam / Hidayah / Mualaf Angela Collins: Begini Alasan Saya Menyerahkan Hati Saya pada Islam

Mualaf Angela Collins: Begini Alasan Saya Menyerahkan Hati Saya pada Islam

Angela Collins (Youtube)

dakwatuna.comAngela Collins pernah menjadi buah bibir di Amerika Serikat. Bukan tentang film televisi yang dibintanginya, tapi tentang keislamannya. Ia bersyahadat tak lama setelah Tragedi 11 September 2001.

Apa yang membuatnya jatuh hati pada Islam? Pada situsturntoislam, ia menceritakan alasannya:

Saya meyakini bahwa saya tidak bisa mengendalikan peristiwa yang terjadi dalam hidup saya atau dalam kehidupan orang lain.

Islam adalah satu-satunya agama yang menyuruh kita melakukan penyerahan total kepada Sang Pencipta kita, Pencipta semua orang dan segala sesuatu. Sebagai seorang Muslim saya tahu bahwa semua yang saya lakukan pertama dimulai dengan niat dan kemudian saya harus mengubah niat itu menjadi upaya dalam rangka melaksanakan apa yang telah ditetapkan. Kebijaksanaan ini mendefinisikan jalan saya untuk menjadi orang yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga saya, komunitas saya, dan semua orang di muka bumi.

Dalam hakikat Allah (satu-satunya Allah) membuka hati saya, Islam memberi saya arah, dan sekarang saya hidup dengan panduan yang dipinjamkan oleh Pencipta saya untuk kebahagiaan di bumi ini dan insya Allah, di akhirat nanti.

Sementara agama adalah sumber daya untuk membantu memandu diri untuk perilaku yang baik melalui spiritualitas kita.

Saya seorang mualaf. Katolik adalah agama nenek moyang saya. Pada usia 14 tahun, saya menolak konsep trinitas dan mempersempit apa yang saya lihat sebagai kisah rumit ‘tiga dalam satu’, menjadi ‘dua dalam satu’ dan mulai menghadiri gereja Baptis.

Sepanjang hidup saya, saya telah mencari untuk memahami, tetapi ketika sampai pada konsep ketuhanan saya benar-benar bingung. Terutama tentang mengapa Tuhan akan datang sebagai manusia dan akan membiarkan dirinya untuk mati bagi dosa-dosapengikutnya.

Saya bertanya pada diri sendiri, “Mengapa agama saya perlu begitu rumit?”

Ketika saya mencapai usia dewasa, saya memutuskan untuk membuatnya sangat sederhana. Hanya ada satu, Pencipta kita dan itu saja. Tidak ada penjelasan lain yang rasional dan lebih masuk akal.

Saya melihat Islam sebagai agama yang datang untuk mengklarifikasi kesalahan manusia yang mengubah firman Allah yang asli agar sesuai kepentingan mereka. Islam adalah sederhana: Allah adalah Allah. Allah menciptakan kami dan kami menyembah Allah dan Allah saja. Allah mengutus Musa, Yesus, dan Muhammad (saw) untuk menyampaikan pesan-Nya untuk membimbing semua orang.

Dalam Islam, Yesus (Isa) adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah mati itulah sebabnya ia adalah utusan yang akan datang kembali sebelum Hari Penghakiman.

Islam menegaskan bahwa Anda tidak diberikan jalan ke surga hanya karena Anda mengatakan Anda adalah Muslim. Dan Anda mungkin tidak langsung pergi ke surga hanya karena Anda percaya bahwa Allah bersifat monotheistik.

Anda pergi ke surga berdasarkan niat dan tindakan berikut pesan yang diajarkan kepada kita oleh para rasul sendiri dan dikonfirmasi oleh buku-buku asli dari Allah.

Surga bukanlah klub eksklusif bagi mereka yang hanya mengikuti apa yang ayah mereka ajarkan pada mereka. Sebaliknya, itu adalah tanggung jawab Anda, terutama sebagai seorang Muslim, untuk terus mencari kebenaran, pemahaman, dan untuk membaca serta berpikir.

Setelah membaca setiap bab dalam Quran dua kali dan menelaah secara rinci, saya percaya bahwa karya ini hanya bisa datang dari Pencipta saya. Tanpa ragu penulis buku ini tahu lebih banyak tentang saya daripada saya tahu tentang diri saya sendiri.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Islam secara serius disalahpahami di tanah air saya, Amerika Serikat. Maka, pilihan saya pada agama “kontroversial” membuat keluarga dan teman-teman bingung.

Ini adalah keyakinan saya yang tulus bahwa Allah membawa saya ke Islam dengan meningkatkan gairah saya dalam mengeksplorasi perspektif ‘asing’ melalui ‘perjalanan asing’.

Setelah menemukan diri saya dalam Islam, saya dapat mematuhi ajaran-ajaran dalam Quran dan Hadis. Islam adalah multi-budaya dan merupakan sistem yang dapat diadopsi dalam lingkungan apapun pada setiap titik waktu.

Saya yakin dapat mengatakan bahwa jika Allah tidak meniupkan Islam ke dalam jiwa saya, saya tak akan pernah menemukan Angela.

Well, hari ini, di sinilah saya: Angela, seorang Muslim Amerika: adalah jiwa yang terus-menerus mencari Penciptanya dan kini telah menemukan Pencipta semesta alam, dalam Islam.

Reportase tentang Angela Collins bisa juga dilihat di sini

[youtube _jGDVGzKYe0]

(Siwi Tri Puji B/Turn To Islam/RoL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (281 votes, average: 9,41 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Kingzstone

    antara surga dan neraka itulah yg membuat kita bingung…apakah memang benar benar ada kedua duanya atau cuman satu aja yg ada. mengapa kita takut…Dia yg menciptakan terserah kemana kita akan ditempatkan kelak..dunia adalah panggung sandiwara..kita sudah ada peran masing masing…apakah jahat atau baik…Dia yg mengaturnya Dia sutradaranya…hari ini kita dapat peran jahat..esok ato lusa kita dapat peran baik baik…kenapa harus bingung..jalani aja…

    • Fajar Cahya N

      dear kingztone,
      hidup ini tidak sesederhana panggung sandiwara. hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan yang bisa kita ambil. kejahatan dan kebaikan bersifat universal, semua orang bisa membedakan mana baik dan buruk, baik dan jahat. sebagai manusia dewasa, kita diberi hak untuk memilih, dan akan mempertanggungjawabkan pilihan tersebut. 
      misal setelah lulus sma, kita bisa memilih, antara kuliah atau cari kerja. jika memilih kuliah, maka harus menyiapkan dana, waktu dan tenaga hingga kuliah selesai. jika bekerja, harus mencari kerja yang mensyaratkan lulus SMA saja, mungkin gajinya akan kecil. masing-masing mengandung resiko sendiri yang ditanggung sendiri oleh pemilih.
      jika kita memilih menjadi baik, maka konsekuensinya dalah keridhoan Allah, surga. jika sebailknya, konsekuensinya adalah murka Allah, neraka.
      surga dan neraka adalah konsep yang adil. seperti halnya di dunia ini, ada penjara bagi orang yang terbukti melanggar peraturan, harusnya tidak enak di dalam penjara. bagi orang-orang yang sesuai aturan akan hidup bebas menikmati haknya.
      mari jalani niat kita untuk menjadi baik, bersungguh-sungguh untuk menjadi baik dan menjauhi keburukan. hari demi hari akan penuh dengan perjuangan membangun kebaikan dan memperbaik keburukan menjadi kebaikan,

      wallahu a’lam

      • makasih mas fajar detail penjelasannya. memang susah juga menerangkan agama kepada seseorang ky mas king ini.

  • Andisuryadi As

    alhamduliilah semoga obama bisa nyusul .

  • Dj Haryanto

    memang hidayah itu mnjadi hak prerogatif Allah..manusia diberi aqal dn qolbu untuk menentukan jalan hidupnx..smga Qt yg dah muslim lbh bangga lg dgn keislaman Qt…

  • Anonim

    memang hidayah itu menjadi hak prerogatif Allah..manusia dikaruniai akal dn qolbu untuk menentukan jalan hidupnya..smoga Qt yg sdh berislam smakin bangga dgn keislaman qt dn snntiasa memelihara iman qt dari degradasi…insyaAllah..

  • Anonim

    memang hidayah itu hak prerogatif Allah .. manusia yg telah karuniai akal dn qolbu diberi kbebasan untuk memilh n menentukan jalan hidupnya ..Qt yg sdh berislam smoga smakin bangga dgn keislaman qt dan sntiasa memelihara iman qt..insyaAllah..

  • saya minta izin share,terima kasih*

  • Hasbunallahu wani’mal wakiilu “cukuplah bagi kami Allah, dan Dia adalah sebaik-baik penolong” (HR Bukhari)

  • ALHAMDULILLAH TAMBAH LAGI SAUDARAKU SESAMA MUSLIM, SMOGA TABAH DALAM MENJALANI COBAAN DI DUNIA, AMIIINN

  • Intanshurullaha Yanshurkum wayutsabbit aqdamakum

  • Rembun Widodo

    SUNGGUH SENANG MEREKA YANG DAPAT HIDAYAH, sungguh bisa jadi kita yang mengaku telah islam justru belum memperoleh hidayah.

  • Ferry

    alhamdulillah

  • erwin amir

    subhanallah

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini