Home / Berita / Nasional / MCL Gandeng PKPU Tangani Gizi Buruk di Bojonegoro

MCL Gandeng PKPU Tangani Gizi Buruk di Bojonegoro

Ilustrasi (blogspot.com/yusuftantowi)

dakwatuna.com – Bojonegoro. Permasalahan gizi, baik gizi kurang maupun gizi buruk masih sering dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat di Jawa Timur, seperti yang terjadi di Bojonegoro. Selama kurun waktu tahun 2010 kemarin, jumlah balita di seluruh Kabupaten Bojonegoro yang terkena gizi buruk mencapai 542 anak.

Sedangkan jumlah balita gizi buruk yang diketahui sangat kritis berjumlah 59 anak. Belum lagi jumlah anak-anak yang baru masuk kategori gizi kurang. Dan kondisi ini menjadikan Bojonegoro menduduki peringkat kedua angka gizi buruk di Jawa Timur setelah Pamekasan. Permasalahan ini juga diperparah dengan lemahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah.

Karena itu pada tahun 2011 ini, upaya untuk menangani permasalahan gizi buruk terus dilakukan dan menjadi prioritas berbagai instansi dan dinas terkait di Bojonegoro, termasuk Mobil Cepu Ltd (MCL) dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bersama dengan kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) wilayah Bojonegoro dalam program penanganan gizi buruk.

Acara akan berlangsung pada hari Senin, 4 Juli 2011 di Gedung PKK Kabupaten Bojonegoro. Program yang akan digulirkan di Bojonegoro ini berupa pemberian makanan tambahan (PMT) khusus bagi balita malnutrisi yaitu Modisco (Modifikasi makanan tambahan untuk pemulihan gizi buruk berupa kombinasi gula, susu, dan minyak goreng).

Modisco sudah dikenal sebagai formula yang baik untuk menambah berat badan anak terutama anak yang kekurangan berat badannya karena jumlah asupan makanan yang kurang. Sehingga pemberian Modisco selama empat bulan dapat menaikkan berat badan anak penderita malnutrisi dan dampaknya dapat menurunkan angka balita gizi buruk di Bojonegoro.

Secara simbolis program bantuan akan diserahkan oleh perwakilan MCL, Ichwan Arifin dan diterima oleh Manajer Kesehatan PKPU, Ferry Suranto, SKM serta Ketua PKK Kabupaten Bojonegoro, Dra Mahfudhoh Suyoto, Msi.

Penerima jumlah program ini sebanyak 33 balita gizi buruk dan 395 balita gizi kurang yang tersebar di 18 desa dan 29 posyandu. Frekuensi pemberian paket PMT tersebut adalah seminggu sekali untuk gizi buruk (empat kali dalam sebulan) dan 1,5 minggu sekali untuk gizi kurang (tiga kali dalam sebulan). Program akan berlangsung selama empat bulan sejak Juli hingga November 2011.

Hasil yang diharapkan dalam pemberian Modisco ini antara lain, angka gizi kurang dan gizi buruk pada balita semakin berkurang. Ditambah, pemahaman ibu-ibu peserta Program Ibu Sadar Gizi (Budarzi) tentang gizi balita (diantaranya ada ibu menyusui) semakin meningkat, serta terpantaunya Status Gizi balita sebanyak 428 balita per bulan. (rilis)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bersama warga Sujung melakukan pemetaan hasil bumi yang ada di Desa Sujung, Serang, Banten, Jumat (2/9/2016). (Vina/Putri/PKPU)

Participatory Rural Appraisal, Metode Efektif untuk Pemetaan Hasil Bumi