Home / Berita / Nasional / Buka “Asia-Pacific Community Conference for Palestine”, Ketua MPR Desak Israel Akui Negara Palestina

Buka “Asia-Pacific Community Conference for Palestine”, Ketua MPR Desak Israel Akui Negara Palestina

Ketua MPR RI Taufik Kiemas (portaltiga)

dakwatuna.com – Jakarta. Acara Asia-Pacific Community Conference for Palestine yang digelar oleh KNRP bekerjasama dengan Kaukus Palestina DPR RI secara resmi dibuka pada pukul 09.30 WIB di JCC, Jakarta, Rabu (29/6).

Hadir dalam acara ini antara lain Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Presiden PKS Lufti Hasan Ishaq, George Galloway (mantan anggota parlemen Inggris), Menkoinfo Tifatul Sembiring, Tuan Guru Abdul Hadi Awang (Presiden PAS Malaysia), para anggota DPR-MPR RI dan para pejabat pemerintah.

Ketua MPR RI didaulat untuk secara resmi membuka konferensi tersebut. Dalam sambutannya, Kiemas mengatakan bahwa Palestina merupakan satu-satunya Negara di dunia yang sampai saat ini masih mengalami penjajahan.

Lebih jauh petinggi PDI-P itu menegaskan bahwa Indonesia secara tegas mengutuk segala bentuk penjajahan di atas dunia dengan segala bentuknya, termasuk pendudukan atas tanah Palestina oleh Israel.

Kiemas menambahkan bahwa Indonesia sepenuhnya mendukung kemerdekaan Negara Palestina. Hal lantaran, sambung Kiemas, merupakan amanat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa sesungguhn ya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Di samping itu, imbuh Kiemas, juga ditegaskan bahwa bangsa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social.

Suami Megawati itu juga menjelaskan bahwa Indonesia telah berperan aktif di dunia internasional dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. “Pertama, Indonesia telah mengutuk keras penangkapan dan penculikan oleh tentara Israel terhadap ketua, anggota parlemen, dan menteri cabinet Palestina pada awal Agustus 2006 lalu. Selanjutnya Indonesia mengeluarkan petisi menuntut pembebasan anggota parlemen Palestina dari tahanan Israel. Petisi yang ditandatangani 108 anggota DPR RI dari lintas fraksi ini telah dibawa ke forum Inter Parliamentary Union (IPU) dan Majelis Umum PBB,” papar Kiemas.

Bentuk dukungan kedua, kata Kiemas, bahwa bangsa Indonesia telah melakukan aksi damai yang melibatkan ratusan ribu orang yang mengutuk pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza pada tahun 2008.

Dukungan lainnya adalah hadirnya Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina guna menghadiri konferensi-konferensi internasional tentang Palestina yang membahas penyelesaian krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Parlemen Indonesia juga telah secara langsung berkunjung ke Palestina dan memberikan bantuan langsung.

Sementara pihak pemerintah, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengagendakan secara khusus untuk membahas Palestina pada Konferensi Tingkat Menteri Gerakan Non-Blok.

Kiemas kemudian berharap agar semua Negara PBB dan Dewan Keamanan Tetap PBB mendukung Palestina menjadi anggota penuh PBB. Ia juga mendesak Israel untuk mengakui pembentukan Negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967 (milyas/knrp/hdn)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

Kreasi Apik Bendera Palestina Iringi Laga Indonesia vs Malaysia