19:05 - Kamis, 21 Agustus 2014
Musyafa Ahmad Rahim, Lc

Latar Belakang Isra’ dan Mi’raj

Rubrik: Sirah Nabawiyah | Oleh: Musyafa Ahmad Rahim, Lc - 21/06/11 | 11:50 | 20 Rajab 1432 H

Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Tersebutlah dalam sirah Nabawiyah bahwa Rasulullah SAW ditinggal mati oleh dua orang; Khadijah -radhiyallahu ‘anha- dan Abu Thalib.  Padahal, selama ini dua orang tersebut telah berperan besar bagi dakwah Islamiyah.

1. Ummul Mukminin Khadijah -radhiyallahu ‘anha- , sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits, adalah:

- Wanita dan bahkan manusia pertama yang beriman kepada Rasulullah SAW.

- Seorang mukmin yang mengorbankan seluruh hartanya untuk dakwah, dan

- Seorang istri, yang darinya Rasulullah SAW mempunyai anak (keturunan).

2. Abu Thalib, meskipun belum beriman, namun, mengingat posisinya sebagai paman Rasulullah SAW, ia telah membela Rasulullah SAW dengan sangat luar biasa.

Namun, di tahun itu, keduanya meninggal dunia, maka beliau SAW sangat bersedih, dan karenanya, tahun itu disebut ‘amul huzni (tahun kesedihan). Kesedihan itu semakin lengkap, manakala Rasulullah SAW mencoba membuka jalur dakwah baru, Thaif. Siapa tahu, Thaif yang sejuk, dingin, hijau, mempunyai pengaruh besar terhadap warganya, sehingga sikap mereka barangkali sejuk dan segar dalam menerima dakwah beliau SAW. Tidak seperti Mekah (saat itu) yang keras, semuanya tertutup batu, sehingga “membatu” sikap mereka terhadap dakwah. Namun, bukannya kedatangan Rasulullah SAW di Thaif disambut, tapi malah disambit.

Singkat cerita, dalam perjalanan pulang ke Mekah, terjadi tiga peristiwa:

1. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang bernama Adas, dari Nainuwa, kampung halaman nabi Yunus AS. Dalam pertemuan itu, Adas menyatakan masuk Islam. Hal ini seakan mengatakan kepada Rasulullah SAW: “Jangan bersedih wahai Muhammad, kalau orang Mekah, orang Arab tidak mau beriman, jangan bersedih, nih buktinya, orang Nainuwa mau beriman”.

2. Rasulullah SAW bertemu dengan sekelompok jin, dan saat dibacakan Al-Qur’an kepada mereka, mereka menyatakan beriman. Hal ini seakan memberi message kepada Rasulullah SAW: “Seandainya pun seluruh manusia tidak mau beriman, engkau pun tidak peru bersedih wahai Muhammad SAW, sebab, bangsa jin telah membuktikan bahwa mereka siap beriman kepadamu”.

3. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Hal ini seakan berkata kepada Rasulullah SAW: “Bahkan, seandainya pun seluruh penghuni bumi, baik manusia maupun jin, tidak mau beriman kepadamu wahai Muhammad, engkau pun tidak perlu bersedih, sebab, buktinya, masyarakat langit semuanya gegap gempita menyambut kedatanganmu”.

Dari sudut pandang ini, peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan tasliyah (pelipur lara) yang sangat luar biasa bagi Rasulullah SAW.

Lalu apa pelipur lara kita?

Mestinya adalah shalat, sebab oleh-oleh Isra’ dan Mi’raj utamanya adalah shalat, dan Rasulullah SAW menjadikan shalat sebagai qurratu ‘ain dan sekaligus rahah (rehat). Wallahu a’lam.

Musyafa Ahmad Rahim, Lc

Tentang Musyafa Ahmad Rahim, Lc

Bapak dari 6 orang anak ini adalah kelahiran dari Demak. Memiliki hobi yang sangat menarik, yaitu seputar Islamic dan Arabic Program. Saat ini bekerja sebagai dosen. Memiliki pengalaman di beberapa… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Hendra

Keyword:


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (53 orang menilai, rata-rata: 9,53 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000425044444 Santri Masuk Kota

    izin SHare,sdra…………….????

  • http://www.facebook.com/profile.php?id=100000425044444 Santri Masuk Kota

     izin Share agan………

  • Thareqattullah

    Sesungguhnya shalat itu mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar, dan mengingat Allah [berzikir] adalah ibadah yang paling utama.

  • Sapto_MS

    Sholat Bukan Sembahyang (berdoa) Tetapi Sembahyang dan Doa Terangkum dalam SHOLAT, Dengan Perintah Terakhir inilah (SHOLAT) maka manusia yang mejalankan ibadah harus sesuai dengan Tuntunan yang terakhir dan juga diberikan kepada Nabi terakhir, ini yng banyak salah ditafsirkan oleh para ahi tafsir. Karena betpa mulianya Perintah Sholat maka Jin dan Malaikatpun berdesak-desakan untuk mendengar Kalamullah, dalam Sholat

  • Syifanifisioterapi

    shalat yang membedakan antara kafir dan beriman…….

  • http://www.facebook.com/people/Abah-Amir/100000524734149 Abah Amir

    ijin…….

  • http://www.facebook.com/people/Arifah-Nur-Hidayati/1344138106 Arifah Nur Hidayati

    izin share y akthi.. ukhti :)

  • Aank Chumaedi

    luarbiasa….

  • Mbaksri34

    benar-benar indah hal ini saya juga dapatkan di http://www.anwartaufiq.com

Iklan negatif? Laporkan!
73 queries in 1,395 seconds.