Home / Narasi Islam / Hidayah / Ujian Kehidupan

Ujian Kehidupan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Mungkin banyak yang begitu down, atau begitu terpuruk ketika ujian-Nya datang beruntun. Kadang, kita seperti tak punya kesempatan untuk bernafas lebih panjang, menggenapkan energi yang kita punya, untuk menghadapi berbagai terpaan itu. Kadang, terasa begitu berat, bahkan ingin melarikan diri dari itu semua.
Tapi kemudian kita belajar, bahwa hadirnya ujian, hadirnya terpaan yang begitu bertubi, sesungguhnya adalah tempaan. Tempaan agar kita menjadi lebih tangguh. Ini juga menyoal training kesabaran, yang mungkin terlalu mudah untuk digumamkan. Yah, kita mungkin begitu mudah untuk mengatakan, “Sabar….sabar….”, tapi pada kenyataannya, sabar itu tak semudah pengucapannya. Ia butuh latihan. Ia butuh training. Dan ujian lah yang menjadi trainingnya.
Sesungguhnya, beruntunglah orang-orang yang Allah berikan ujian lebih banyak. Sebab ia punya lebih banyak kesempatan untuk naik kelas. Naik ke kelas yang lebih berkualitas. Bukankah jika kita hendak naik kelas, kita harus melewati ujian terlebih dahulu? Dan bukankah, tinggi rendahnya tingkatan kelas itu amat linear dengan tingkat kesulitan ujian ia dihadapi? Tentu saja!
Dan yang jelas, Allah tidak akan membiarkan kita mengatakan diri kita beriman, sebelum Allah memberikan ujian-ujian untuk diri kita. Dan hanya orang beriman pulalah yang baginya semua keadaan adalah kebaikan belaka. Jika itu menyenangkan, ia bersyukur. Dan jika itu tidak mengenakkan, ia bersabar.
Sungguh, jika kita memandang ujian sebagai suatu bentuk in process control, maka insya Allah akan memberikan quality assurance atau jaminan kualitas diri yang lebih mumpuni dari pada memilih untuk melarikan diri dari ujian-ujian itu. Melarikan diri dari ujian-ujian, memiliki arti yang sama dengan membuang kesempatan untuk naik kelas ke tingkat yang lebih berkualitas. Selain itu, jikapun kita bisa melarikan diri dari ujian itu, tetap saja akan berjumpa dengan ujian-ujian lain yang serupa atau dengan tingkat yang sama, hingga kita berhasil lulus dari ujian itu.
Sungguh, Allah maha teliti dalam meletakkan beban ujian di pundak kita. Jikalau ada alat ultra cangggih yang dapat mengukur kadar kemampuan dalam memikul suatu ujian, tentulah skalanya hanyalah akan berada pada batas nilai kesanggupan kita. Jadi, beruntunglah jika ujiannya lebih berat, lebih bertubi, sebab, itu menjadi indikasi bahwa kita memiliki kualitas tinggi untuk memikulnya. Sebab kita sangguplah, maka Allah memilih kita untuk memikulnya. Jadi, kita memang tak punya alasan untuk tidak menaklukkan setiap ujian-ujian yang dipikulkan di pundak kita.

Jika pada hati kita sempat terlintas pikiran-pikiran, “Kenapa hanya saya saja yang Allah beri ujian. Si A, si B dan si C, hidupnya tak seperti saya. Mereka pun tak ada ujian-ujian yang memberatkan pundak mereka. Tapi, mengapa saya harus menghadapi ini?”, maka cepat-cepatlah kita melenyapkannya pikiran itu. Sesungguhnya beruntunglah! Beruntunglah Allah memilih kita, sebab Allah telah meluluskan kita pada uji kelayakan untuk memikulnya. Artinya, kita punya kadar kesanggupan untuk melewatinya. Taklukkan ujian ini, dan Dia akan memberi kesempatan kepada kita untuk meningkatkan kualitas diri.

Bersemangatlah!

Sebab, tiadalah yang Allah inginkan pada diri hamba-Nya, melainkan kebaikan belaka…sesulit apapun itu.

Maannajah!

Redaktur: Ahmad Zarkoni

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (46 votes, average: 9,46 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fathel hanyalah manusia biasa...
  • Dewi

    bisakah bedakan ujian dengan azab??? seperti apa? dan bagaimana??

  • memang ujian akan meningkatkan derajat kita dan Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya, so setiap ujian itu pasti ada jalan keluarnya..tetap semangat bila kita dirundung kesedihan dan kesusahan, Ingatlah Allah pasti akan membantu setiap hamba-Nya yg memerlukan bantuan-Nya..

  • Ida Rosana

    Yups betul, harusnya kita menyambut dgn lapang dada setiap ujian hdup yang datang seperti ketika dengan tulus kita mempersiapkan diri menghadapi ujian yang akan kita hadapi saat kita menginginkan masuk universitas yg kita impikan.

  • Sahabat ,setiap ujian dari Allah SWT, pasti ada jalan keluar/solusi yang Allah SWT siapkan untuk kita……so berbaik sangkalah maka Allah akan memberikan yang terbaik……..InsyaAllah..

  • Imronhadi

    Trimakasih kepada Crew Dakwatuna yang telah menyediakan web ini. saya mersa senang da bisa mengakses informasi ttg agama, sosial dll.

    Ujian adalah suatu hal yang harus kita kerjakan dengan sungguh –  sungguh agar kita dapat menghasilkan apa yang kita inginkan, dalam artian sabar, contoh yang nyata dalam kehidupan kita adalah sekolah pasti ada yang namanya UAN, Nah agar kita lulus tuk menghadpinya kita harus beljar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan hasil atau Nilai yang bagus.

    sedangkan azab adalah ibalan dari segala perbuatan dari apa yang pernah kita lakan yang mana Allah telah memberikan perringatan kepada manusia tapi manusia itu selalu melalaikan apa yang diperintahkan dan selalu menjauhi laranganya.

  • subhanallah…

  • subhanallah…

Lihat Juga

Ilustrasi. (asepdotcom.blogspot.co.id)

Larangan Berangan-angan Mengharapkan Kematian