Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menjadi Semakin Buram

Menjadi Semakin Buram

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Dakwatuna.comRasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. setiap satu simpul terurai, maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya…”

wahai kawan… taukah kamu apa artinya ini…???
yup kelak akan ada masanya kita akan kembali jahiliyah. but taukah kamu apakah jahiliyah itu…??? tidak sedikit orang yang menganggap kalo jahiliyah itu adalah masa ketika Muhammad saw hidup dan belum diangkat menjadi seorang rasul. tapi benarkah seperti itu…???

dulu… aye pernah nulis status di sebuah situs jejaring sosial seperti ini, “karna mendengar telah terjadi kebakaran di pasar, seorang pemuda kemudian bergegas pergi. setelah sampai, ia lalu mengucapkan syukur karna ternyata tokonya tidak tersentuh sama sekali oleh api. wahai kawan… menurutmu apakah yang dilakukan oleh pemuda tersebut termasuk akhlak yang islami…??? bagiku… TIDAK…!!!”

beberapa orang kemudian mengomentari status aye. mereka terkesan bingung dengan jawaban singkat aye, mereka lalu bertanya, “jadi bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh pemuda tersebut…???”

wahai kawan… tidakkah kita ingat akan sabda Rasul bahwa kita adalah kaum yang diibaratkan seperti satu tubuh. jika ada bagian tubuh yang sakit, maka bagian yang lainnya pun akan ikut merasakannya juga. ketika kita sedang sakit, apakah kita masih mempunyai selera makan…??? setau aye, betapa pun lezatnya makanan yang dihidangkan… betapa pun makanan itu adalah makanan favorit… makanan yang slalu kita idam-idamkan… jika kita sedang sakit, kita tidak akan berselera.

apa yang dilakukan oleh pemuda tersebut, bisa kita ibaratkan seperti seseorang yang mendapatkan nikmat yang melimpah, kemudian mengadakan pesta syukuran. tapi pada saat yang sama, ada tetangga sebelahnya yang sedang ditimpa musibah karna ada anggota keluarganya yang meninggal dunia. masih pantaskah kita melakukannya, memperlihatkan ekspresi kegembiraan padahal saudaranya sedang ditimpa musibah…??? tidakkah sikap syukur orang tersebut hanya akan melukai perasaan tetangganya…???

duhhh astaghfirullohal ‘azhim…
entah mungkin karna kitanya yang masih belum bersungguh-sungguh dalam memahami agama ataukah karna begitu tersamarnya perang pemikiran yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam, sepertinya… di zaman yang sedang kita lalui ini, kita semakin sulit saja untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk. dan ketidakmampuan kita dalam menganalisa mana yang baik dan mana yang buruk ini pun, tidak hanya ada pada hal-hal yang terkesan syar’i, tapi juga pada hal-hal yang jelas-jelas telah diharamkan oleh Alloh dan rasul-Nya.

dulu… dalam adat jawa, jika ada seorang abdi ataw siapa pun yang ingin meninggalkan ruangan raja, maka ia akan berjalan mundur. ia tidak akan berani membelakangi raja, karna ia tau hal itu hanya akan menimbulkan kemarahan dari sang raja coz dianggap tidak sopan.

dulu… jika ada seorang penulis menuliskan kata-kata (maap) “paha” saja dalam artikelnya, maka kata-kata tersebut akan langsung disensor.

dulu… orang merasa tabu untuk menyebut kata “pacaran” or “i love you” pada lawan jenis yang disukainya.

dulu… yaaa itu dulu…

lalu bagaimana dengan sekarang…???
sekarang… kita bisa saksikan banyak penyanyi yang berjoget dfjkedjfjej djfej0-ufejf j*&^@# kjdfoe@*&%$. orang-orang menyebutnya joget ngebor. tapi anehnya, kita justru merasa asyik dan senang melihatnya.

sekarang… bukan hanya sekedar menyebutkan bagian-bagian dari anggota tubuh saja, tapi juga menceritakan hubungan intim pria wanita secara detail. atas dasar alasan ingin memberitahu kenyataan yang sebenarnya dan bahayanya pergaulan bebas, novel or film tersebut lulus sensor.

sekarang… bukan hanya pengucapan kata-kata cinta, tapi perzinahan di luar nikah pun telah menjadi tren dan sesuatu yang dianggap lumrah. pernah aye ngeliat acara dialog yang disiarkan di salah satu stasiun tv swasta. dalam acara tersebut, ada seorang artis yang menceritakan pengalamannya sewaktu ia berjalan-jalan ke mall. waktu itu ia mendengar ada beberapa cewek abg yang berkata kepada salah satu temannya, “hahhh loe masih virgin(perawan)…??? gak gaul amat sih loe…”

wahai kawan… apakah kita menyadari semua ini…???
Rasululloh shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “sungguh ikatan Islam akan terurai simpul demi simpul. setiap satu simpul terurai, maka manusia akan bergantungan pada simpul berikutnya…”

ini artinya akan ada masanya kita akan kembali jahiliyah dan bisa jadi masa yang dikatakan oleh Rasululloh tersebut adalah masa dimana kita hidup saat ini…

About these ads

Redaktur: Ahmad Zarkoni

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,39 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Ferry Rafaqo

    astaghfirulloh…wa a tuubuh ilaih

  • Salmiahfadli

    ikatan pertama adalah hukum (hukum islam)…

  • ikatan pertama adalah hukum (Syari`at Islam)… ikatan ini telah lama terlepas!

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Tahunnya Sudah Hijriah, Tapi Perbuatannya Masih Jahiliyah