Home / Berita / Internasional / Asia / PM Turki Berusaha Cabut Larangan Berjilbab di Perguruan Tinggi

PM Turki Berusaha Cabut Larangan Berjilbab di Perguruan Tinggi

PM Turki, Recep Tayyip Erdogan (allvoices)

dakwatuna.com – Ankara, Perdana Menteri Turki, Recep tayyip Erdogan, berniat menghapus larangan mengenakan jilbab yang dikenakan bagi mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di negaranya. Larangan jilbab itu dikatakannya, Rabu (29/9), telah melanggar kebebasan beragama.

Melalui partai yang dipimpinnya, Partai AK, Erdogan akan mencoba lagi untuk menghapus larangan jilbab tersebut. Mahkamah Konstitusi pada 2008 telah menolak permintaan Partai AK yang sedang menguasai pemerintahan, untuk mencabut larangan itu.

Namun setelah referendum perubahan konstitusi pada September lalu untuk merombak pengadilan, Partai AK telah mengangkat kembali isu sensitif itu dalam agenda kerja pemerintah. ”Kami sepakat dengan masyarakat mengenai isu jilbab ini,” ujar Erdogan dalam pidatonya kepada para mahasiswa di Istanbul.

”Kami tak ingin mengecewakan generasi muda. Tidak ada gunanya lagi terlalu mencampuri kebebasan beragama dan pendidikan,” tegas Erdogan.

Mengenakan jilbab merupakan masalah sensitif bagi Turki yang merupakan calon anggota Uni Eropa. Meskipun mayoritas penduduk Turki adalah Muslim, namun konstitusi negara itu menganut paham sekuler.

Jilbab dilarang dikenakan di perguruan tinggi negeri. PNS Turki juga dilarang mengenakannya di kantor. Warga Turki yang berpikiran religius menganggap larangan tersebut telah melanggar hak-hak individu mereka. Sementara kalangan sekular mengatatakan larangan itu diperlukan untuk mempertahankan Republik yang sekular sebagaimana didirikan oleh Kemal Ataturk pada 1923.

Setelah memenangkan referendum untuk perubahan konstitusi pada 12 September lalu, Erdogan berencana membuat konstitusi baru usai pemilu pada Juli 2011. (RoL)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (40 votes, average: 9,85 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ekalita sari piesant

    kalau memang memiliki kemampuan untuk merubah dengan tangan mengapa tidak?Jika ybs memang diamanahi Allah kekuasaan tentu sangat baik jika ybs melakukannya dengan maksimal yaitu merubah dengan tangannya..intinya amar ma’ruf nahi mungkar sesuai kapasitasnya dan berbuat maksimal atas kondisi yang dia dapatkan tersebut dari Allah Subhana wa ta’ala….wallahu’alam

  • Lw kt w sih,,jangan semua dlarang pake jilbab,,tapi berilah kebebasan,yg moeslim boleh pake jilbab,and slbihny up to u..!

  • encu

    saya setuju… larangan jilbab harus dicabut….

  • sebenarnya paham yg dibawa mustafa kemal itu sekuler-demokrasi, yg ktanya membawa persamaan hak antar manusia, tolkeransi antar agama, ato sistem yg “pokoknya hal2 yg berbau Islam harus diberangus”?!!

  • PM Turki sedang berjihad

  • Dudung Sam

    di Indonesia pun bisa mengubah ke awal pembukaan UUD….” menjalankan Syareat Islam bagi pemeluknya. “

  • Aabroni Langka Padanee

    di saat turki mencabut larangan berjilbab di indonesia malah melarang polwan pake jilbab.

Lihat Juga

Erdogan saat diwawancarai. (aljazeera mubasher)

Erdogan: Turki Sudah Perangi Terorisme Selama 35 Tahun, Jerman Malah Dukung Mereka