Home / Berita / Internasional / Asia / Hari Ini Afghanistan Gelar Pemilu Legislatif

Hari Ini Afghanistan Gelar Pemilu Legislatif

Suasana Pemilu Legislatif 2010 di Aghanistan (Getty Images)

dakwatuna – Kabul. Pemilihan Umum (Pemilu) tingkat parlemen di Afghanistan dilaksanakan pada Sabtu (18/9) pagi waktu setempat. Pemilu ini merupakan kali kedua sejak tumbangnya rejim Taliban di tahun 2001.

Sekitar 10,5 juta orang di Afghanistan berhak menyampaikan suara dalam pemilu ini untuk memilih 249 para pembuat perundangan di parlemen tingkat rendah yang disebut dengan Wolesi Jirga. Di antara anggota parlemen yang baru, 68 kursi sudah dialokasikan untuk anggota parlemen perempuan.

Pemilu ini sendiri diperkirakan menghabiskan dana hingga 150 juta dolar Amerika (1 dolar Amerika = Rp9.000) dan pembiayaannya ditanggung lewat pinjaman dari mitra internasional Afghanistan, demikian disebutkan oleh pejabat dari negeri barat, di Kabul.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilu Independen (IEC), jumlah kandidat anggota parlemen tingkat rendah adalah 2.514 orang dan 406 di antaranya adalah perempuan.

Pemungutan suara dilakukan secara serempak sejak pukul 7 pagi dan selesai pukul 4 sore.

Kotak-kotak suara tersebar di 5.816 titik di seluruh negeri. Lebih dari 1.000 tempat pemungutan suara akan tetap ditutup akibat alasan keamanan yang belum terjamin demikian laporan IEC.

Para calon pemilih yang hendak menyampaikan aspirasinya diharuskan membawa serta surat pendaftaran pemilih, dan bila telah memilih mereka akan ditandai dengan tinta di bagian jarinya.

Semua kertas suara akan dihitung secara manual di tempat pemungutan suara. Lalu hasilnya diteruskan ke kantor IEC tingkat provinsi sebelum kemudian dilanjutkan ke pusat perhitungan nasional di Kabul.

Menurut IEC, total pengamat dalam pemilu kali ini adalah sekitar 300.000 orang, termasuk mereka wakil dari para kandidat, warga Afghan, pengamat internasional, dan awak media massa.

Untuk mengamankan proses pemilu, sekitar 63.000 orang tentara dan 52.000 polisi dikerahkan ke semua lokasi pemungutan suara. NATO sendiri mengaku menyiapkan 150.000 orang tentara di Afghanistan dan bersiap siaga.

Dalam kampanye, isu yang menonjol adalah pencitraan para kandidat selain masalah nasional negeri yang meliputi korupsi, ketidak amanan, pendidikan, dan pengangguran.

Pemilu ini diperkirakan dapat diketahui hasilnya pada 31 Oktober mendatang.(AFP/E012/H-AK/ant)


Dikirim dengan Blackberry

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pengungsi dari Timur Tengah ke Eropa (islammemo.cc)

Setelah Bom Paris, Partai Radikal Kanan Menuntut Larangan Pengungsi ke Perancis

Organization