Home / Berita / Kematian Menanti Ratusan Pasien Akibat Terputusnya Listrik di Gaza

Kematian Menanti Ratusan Pasien Akibat Terputusnya Listrik di Gaza

dakwatuna.com – Gaza. Ratusan pasien terpasung di rumah sakit Al-Syifa Gaza. Mereka menunggu detik-detik kematian mendekati mereka, menyusul terputusanya aliran listrik yang mengakibat sejumlah alat medis tidak berfungsi.

Bersamaan dengan detak jarum jam, jantung mereka berdetak, sambil berharap Allah tidak memutuskan aliran lsitrik mereka hingga kematian itu tak datang tiba-tiba atau kondisi kesehatan mereka terus menurun.

Koresponden infopalestina sengaja melakukan perjalanan ke rumah sakit Al-Syifa untuk mencari tahu sejauh mana krisis listrik dan pengaruhnya terhadap para pasien dan alat-alat medis yang menggunakan tenaga listrik.

Bagian laboratorium

Abdul qadir Athal, wakil direktur laboratorium di rumah sakit Daru Syifa berbicara pada koresponden infopalestina tentang kondisi tiga alat pendingin yang digunakan untuk menyimpan darah. Saat ini rumah sakit beroperasi dalam keadaan darurat, aibat terputusnya aliran listrik. Dan kami di sini di bagian laboratorium mengalami banyak kesulitan. Karena bagian darah memerlukan alat-alat khusus yang menggunakan aliran listrik. Suhu darah harus selalu setabil, sebagiannya perlu pada susu panas dibawah nol bahkan yang lainya butuh 70 derajat celcius.

Ia menjelaskan, ada sejumlah alat yang sangat tergantung dengan aliran listrik. Pemadaman listrik menyebabkan alat tersebut tidak memberikan getaran yang sesuai atau suhu yang tetap hingga menyebabkan kerusakan unit-unit dan platelet.

Ia juga mengisyaratkan, selain itu ada sejumlah peralatan yang sensitif yang terpengaruh oleh pemadaman listrik terus, seperti scanner pembekuan darah, dan peralatan uji kimia, yang luar biasa, mengingat transfer listrik dari generator alami menyebabkan kerusakan dalam perangkat tersebut dan ketidakmampuan untuk memperbaikinya. Selain kesulitan untuk menyediakan suku cadang akibat blokade dan mencegah masuknya suku cadang tersebut.

Unit Perawatan Intensiv

Di pihak lain, Dr. Ahmed Ja’rour bagian Salah seorang dokter di bagian perawatan intensif Al-Syifa menyebutkan, “Bagian ini adalah yang paling penting dan bagian paling berbahaya di rumah sakit, karena sejumlah pasien masih terhubung dengan alat-alat tersebut. Apapun kondisinya dapat mempengaruhi kehidupan setiap pasien.

Unit Cuci Darah

Warga Sa’diyah Abu Afash (53 tahun), pasien yang menderita gagal ginjal dan sangat membutuhkan cuci darah dengan interval sering. Ia mengatakan, saya mengalami kekacauan darah akibat terputusnya listrik dan berhentinya alat tersebut. Dalam kondisi ini kami sangat membutuhkan transfer unit darah untuk menggantikan darahku yang hilang. Kondisi ini sering aku alami sepanjang tahun, tetapi al-Hamdulillah semua ini berakhir dengan kebaikan.

Di sisi lain, Abu Afash meminta pejabat terkait dapat memberikan bantuan seperlunya untuk kasus seperti ini. Misalnya dengan memasukan bahan bakar sehingga tidak terjadi lagi kondisi yang buruk tersebut.

Genset Sebagai Pengganti Listrik

Di sisi lain, Muawiya Hassanein, direktur Unit Darurat di Departemen Kesehatan Palestina menyatakan, berhentinya pembangkit listrik utama di Gaza sangat berpengaruh secara negatif tehadap semua layanan kesehatan. Ia menambahkan, diantara sektor yang paling terpengaruh dari terhentinya listrik ini ini adalah unit perawatan intensif, perawatan jantung, perawatan anak dan bagian bedah. Akibat dari terhentinya listrik dapat terjadi komplikasi dan konsekuensi yang mengerikan. Ungkapnya. (asy/pip)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina