Home / Berita / “Tak Ada Alasan Tolak Bank Syariah!”

“Tak Ada Alasan Tolak Bank Syariah!”

Transaksi di sebuah Bank Syariah (kontan.co.id)
Transaksi di sebuah Bank Syariah (kontan.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Perkembangan bank syariah yang pesat tidak diimbangi dengan pangsa pasar yang tergarap masih 2,7 persen.

Padahal jumlah penduduk Indonesia mayoritas muslim hampir 85 persen, artinya bahwa pemahaman mereka akan hadirnya bank syariah yang sesuai dengan pedoman hidup mereka bisa langsung ditangkap dengan baik.

Tetapi ternyata bank syariah yang non-ribawi ini belum menjadi alternatif sepenuhnya bagi sebagian penduduk muslim Indonesia.

Padahal seharusnya tidak ada alasan lagi menolak bank syariah, khususnya lembaga pemerintahan negara yang berasal dari UIN, IAIN, atau lembaga keagamaan Islam.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto, dalam acara talk show iB Syariah dengan Tema Arah Kebijakan Strategis Perbankan Syariah, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/8/2010).

”Seharusnya tidak ada alasan menolak bank syariah, khususnya bagi lembaga pemerintahan yang berbentuk Perguruan Tinggi Islam seperti UIN dan IAIN karena keharaman bunga sudah jelas-jelas diharamkan oleh ijma’ para ulama maupun fatwa yang menguatkannya,” ujar Agustianto.

Faktanya saat ini, dana para pegawai pemerintahan, khususnya lembaga pemerintahan seperti UIN dan IAIN masih ditempatkan di bank konvensional tanpa memberikan peluang kepada bank syariah.

”Saat ini, dana para pegawai pemerintah khususnya Kementerian Agama masih ditempatkan di bank konvensional, BAKN belum memberikan peluang bagi bank syariah,” jelasnya.

Kemudian menanggapi masalah ini, Agustianto menjelaskan, Ikatan Ahli Ekonomi Syariah dalam waktu dekat akan mengirimkan surat resmi kepada Kementrian Agama terkait dengan menjadikan bank syariah sebagai salah satu alternatif penempatan dana mereka.

”Kami akan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Agama agar memberikan peluang alternatif penempatan dana di bank syariah,” tukasnya.(ade)

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Petisi Pertahankan Perda Larangan Berjualan Makanan Siang Hari di Bulan Ramadhan. (IST)

Lebih dari 10 Ribu Orang Tandatangani Petisi Pertahankan Perda Jam Buka Rumah Makan selama Ramadhan