Home / Berita / Gaza Menang Karena Perlawanan Legendaris

Gaza Menang Karena Perlawanan Legendaris

dakwatuna.comPerdana menteri Palestina Ismael Haneya menegaskan, kemenangan suci yang diperolah rakyat Palestina pada perang Al-Furqan merupakan awal dari kemenangan besar mereka.

Rakyat Palestina mengalami kebiadaban dan kejahatan tiada tara dari sisi kemanusiaan dan social, akan tetapi mereka tetap berjuang dan mampu menggerakan dunia internasional agar mengecam kejahatan Entitas Zionis tersebut serta menuntut pembukaan perlintasan. Haneya mengingatkan Zionis apapun yang akan dilancarkan mereka merupakan tindakan bodoh. Gaza akan menjadi kuburan bagi mereka, jika niat tersebut jadi dilaksanakan.

Dalam pidatonya di depan rakyat Palestina, Ahad (27/12) terkait peringatan satu tahun serangan Zionis ke Gaza, Haneya menjelaskan, rakyat Palestina telah mendapatkan kemenangan gilang gemilang dalam perjuangan legendaries mereka, berkat keimanan dan keterpaduan mereka dengan pemerintah Palestina dan faksi perlawanannya . Terutama Brigade Al-Qossam yang telah mampu menghadapi musuh Zionis dan melakukan perlawanan dengan gagah berani. Al-Qossam telah membuat semua setratagi Zionis berantakan. Akhirnya mereka kabur tunggang langgang tanpa syarat dan tanpa satupun target yang tercapai.

Ia menambahkan, Gaza telah menang dan telah membebaskan jutaan bangsa Arab dan kaum muslimin dari penjajahan Zionis. Gaza tidak pernah tunduk ataupun luluh, tetap tegar dalam memegang hak perlawanan serta perlindungan terhadap rakyatnya. Rakyat Palestina kini sedang menuju pada kemenangan besar untuk membebaskan Al-Aqsha dan seluruh tanah Palestina, disamping mempertahankan hak kembali. Rakyat Palestina tidak akan menerima dan tidak akan berleha-leha hingga mereka dapat membebaskan Al-Aqsha serta seluruh pahlawanya dari penjara Israel.

Terkait transaksi pertukaran tawanan, perdana menteri Palestina ini mengatakan, kami sedang menunggu para juru runding Hamas yang sedang berusaha membebaskan semua tawanan Palestina yang sudah menunggu sejak lama kebebasan mereka. Kita harapkan transaksi ini dapat melahirkan keberhasilan nasional. Haneya membantah bila transaksi pertukaran tawanan dilakukan untuk kepentingan politik semata.

Adapun masalah rekontruksi Gaza, Haneya menegaskan, tak ada larangan bagi siapapun yang hendak memberikan bantuannya bagi rakyat Palestina. Haneya mensinyalir adanya upaya untuk menundukan rakyat Palestina dengan memanfaatkan kesengsaraan mereka melalui bantuan dana rekontruksi.

“Kita mengetahui bahwa pemerintah Palestina telah memberikan bantuan keuangan bagi warga dalam rangka meringankan penderitaan mereka”, ungkap Haneya. Ia menjanjikan, masalah blockade akan segera terselesaikan dengan izin Allah dan dalam waktu yang lebih dekat lagi dari perkiraan kita.

Dalam pada itu, Haneya menyerukan bangsa Arab dan lembaga-lembaga social serta para pakarnya untuk bekerja mencabut blockade dan membuka perlintasan Gaza. Pada saat yang sama, secara khusus Haneya meminta pemerintah Mesir mengizinkan masuknya komvoi bantuan intenasional “Arteri Kehidupan 3” masuk Gaza. Baik melalui jalur laut ataupun darat, bertepatan dengan peringatan agresi Zionis ke Gaza satu tahun yang lalu.

Kepada dunia internasional, Haneya mengingatkan kewajiban mereka secara moral maupun undang-undang, terutama laporan terakhir dari lembaga internasional yang mengecam kejahatan Zionis. Akan tetapi sayang, mereka masih tidak peduli dan tidak melakukan kewajibanya dalam masalah ini.

Secara khusus Haneya meminta sekjen PBB, Ban Ki Moon lebih tegas lagi dalam masalah Palestina. Mengecam dan mengutuk belumlah cukup. Anda mempunyai tanggung jawab yang besar yaitu membebaskan Gaza dari blockade internasional. Selama satu tahun lebih kepercayaan bangsa Palestina terhadap PBB masih tergadaikan, terkait independensi dan keadilan lembaga tersebut terhadap rakyat Gaza.

Haneya mengungkapkan keheranananya atas sikap Ban Ki Moon terkait laporan Goldstone yang dikukuhkan dan dibentuk Lembaga Umum PBB. Di dalamnya ada penjelasan yang cukup mengenai kejahatan Zionis dalam masalah kemanusiaan. “Bagaimana nasibnya laporan Goldstone tersebut ?.

PBB belum melakukan tanggung jawabnya. Secara historis, mereka belum berbuat adil terhadap rakyat Palestina. Namun begitu, kami masih mempunyai harapan PBB dapat berbuat adil terkait laporan tersebut.

Demikian juga dengan kasus pencurian organ tubuh para syuhada Palestina oleh serdadu Zionis. Ini adalah kejahatan lain dari Zionis yang diakui sendiri oleh mereka. Hal ini menuntut perlindungan terhadap rakyat Palestina atas hak-haknya. Kami mengingatkan masalah ini jangan sampai para pemimpin Zionis terlewatkan begitu saja dari undang-undang dan sanksi dunia internasional.

Haneya meminta Ban Ki Moon untuk menarik diri dari Tim Kuartet yang dibentuk George Bush untuk mengembargo rakyat Palestina. Karena lembaga tersebut tidak layak ada di PBB. Lembaga tersebut justru jadi bagian dari organisasi yang memblokade Gaza pimpinan Zionis.

Adapun kaitanya dengan tembok baja, Haneya menyebutkan, terowongan yang ada di perbatasan Gaza merupakan keterpaksaan untuk memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, kami menghimbau presiden Mesir, Husni Mubarak untuk bertindak segera membebaskan perlintasan Rafah dan menghentikan pembangunan tembok baja tersebut. Kami percaya dengan kedaulatan Mesir di negerinya sendiri. Kami pecaya mereka dapat bertindak dan melindungai perbatasanya sendiri. Kami juga percaya Mesir dapat melakukan tanggung jawabnya secara agama maupun regional terhadap Gaza.

Dalam masalah rekonsiliasi Haneya menegaskan, gerakan Hamas percaya dengan berdialog dengan gerakan Fatah akan dapat mencapai rekonsiliasi. Kami juga yakin tidak altenativ lain selain rekonsiliasi dan kesepakatan. Kami percaya dengan koalisi politik, tidak ada jalan lain selain ini. Namun kami mengharapkan Fatah kembali membangun rekonsilaisi nasional yang berdiri di atas prinsip-pirinsip keadilan dan saling menghormati. Dari sisi program politik, minimal dapat mempersatukan rakyat Palestina dan melindungi hak-haknya. Selain membuka sejumlah alternative bagi mereka dalam perjuangannya melawan penjahahan dan permukiman Zionis termasuk di dalamnya yahudisasi Al-Quds.

Terakhir, Henaya mengungkapkan ketenanganya atas sikap dunia Arab yang semakin mendekat terkait masalah Palestina. Kami memandang ada perhatian yang cukup tinggi dari mereka terhadap masalah Palestina dan hak-hak bangsa Arab. Kekuatan Arab terletak pada saling kesepahaman antar pemimpinnya. Itulah yang dapat mempersatukan mereka. Masalah Palestina akan mengalami kemajuan, jika ada saling kesepahaman di antara bangsa Arab, ungkapnya. (asy)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (19 votes, average: 9,68 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Mari berjihad membantu rakyat Gaza yang saat ini tertidas oleh Israel dengan harta ,tenaga pikiran dan minimal dengan do’a kita Semoga Alloh SWT selalu memberi kekuatan kepada rakyat Gaza dan Palestina Amiken

  • Bang Madi

    Apa yg bisa kita bantu untk palestin lakukan, tapi jangan lupa Israel hanya bertekuk lutut pada Kholifah.
    maka berjaung danberdo’alah agar segera berdiri kembali kekhilafahan ditengah-tengah kita…

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina