Home / Berita / Menkominfo Resmikan Desa Berdering Ke 21 Ribu

Menkominfo Resmikan Desa Berdering Ke 21 Ribu

dakwatuna.com – Jakarta, Akses internet di desa Kaliau, Kecamatan Sanjingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, rupanya menarik perhatian Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. Desa Kaliau berada di perbatasan antara RI dengan Malaysia.

Tifatul kemudian minta seorng siswa SMK yang tengah membuka mesin pencari Google, mengetik namanya. Rupanya pak menteri ingin melihat foto yang ada di mesin pencari ini. Menteri seolah tak percaya, proses pengunduhan foto berlangsung dengan cepat. ”Bener enggak nih,” kata Menkominfo sambil menyibakan taplak dan melongok kolong meja. Tahu nggak ada yang aneh, Menkominfo berujar, ”Kecepatannya bagus, gambar saya juga bagus,” katanya sambil menunjuk satu karikatur mengenai dirinya.

Akses internet merupakan salah satu layanan yang disediakan Puat Layanan Informasi (Pusyantif) desa Kaliau yang diresmikan Menkominfo. Desa Kaliu tercatat sebagai desa ke 21 ribu yang telah menikmati layanan telekomunikasi melalui program Universal service obligation (USO). Peresmian ditandai dengan komunikasi antara Menkominfo dengan Kepala Desa Tanjung Keracut, Yaman Abdillah. Desa USO juga dikenal dengan sebutan desa berdering.

Pusyantif merupakan layanan telekomunikasi dan informasi yang dikembangkan Telkomsel pada desa yang menerima fasilitas akses telekomunikasi dan informatika melalui program universal service obligantion (USO). Selain layanan telekomunikasi dasar (telepon dan SMS) Pusyantif di desa ini juga menyediakan layanan akses internet.

Layanan telekomunikasi dan informatika di desa USO menggunakan tarif khusus. Untuk SMS, misalnya dikutip biaya Rp 50 per SMS. Sementara untuk komunikasi (telepon) lokal dan seluler Rp 350 per menit. Untuk Sambungan internasional tarif antra Rp 880 hingga Rp 2.490 per menit.

Direktur Utama Telkomsel,Sarwoto Atmosutarno mengaku bangga dengan program USO. ”Kami pada mulanya kami mendapatkan kontrak untuk membangun di 24.056 titik,” kata Sarwoto. Namun seiring dengan kebutuhan, Telkomsel diminta membangun pada 25 ribu titik.

Tambahan 1.000 titik antara lain akan dibangun di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya. Di wiga wilayah itu, kontrak pembangunan fasilitas telekomunikasi dan informatika sekitar 7.000 titik dimenangkan oleh icon plus–anak perusahaan PT PLN Pesero.

Desa ini berlokasi sekitar 500 meter dari Pos Pengawasan Lintas Batas (PPLB) Aruk yang menjadi pintu masuk dan keluar pelintas batas dari Sambas ke Kuching (malaysia). Juga berstatus sebagai desa pinter atau desa punya internet. Pada program USO dikembangkan sekitar 100 desa pinter.  Desa Kaliu merupakan desa pinter ke-60.

Sarwoto menjelaskan penggelaran program USO di Kalimantan Barat merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam upaya melayani dan memajukan seluruh negeri melalui inovasi dan integrasi teknologi untuk menghadirkan solusi yang tepat bagi wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.

“Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di pulau terluar maupun perbatasan merupakan bentuk dukungan Telkomsel dalam memelihara keutuhan NKRI, di mana hadirnya sarana telekomunikasi dapat meningkatkan ketahanan nasional sekaligus mempersatukan bangsa Indonesia yang tersebar di berbagai pulau yang ada di negara kepulauan Indonesia ini,” tegas Sarwoto.

Sebagai pemimpin di industri telekomunikasi selular yang kini dipercaya melayani lebih dari 82 juta pelanggan, Telkomsel telah menggelar lebih dari 30 ribu BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia. Dan melalui program USO yang diamanahkan pemerintah untuk menggelar jaringan di 25.000 desa, maka layanan Telkomsel akan menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia. tar/RoL

About these ads

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Semoga saran teknologi dan informasi ini dimanfaatkan untuk mencari ilmuengetahuan bukan untuk penyebaran pornografi dan kemaksiatan sebab teknologi ibarat dua sisi mata uang yang bisa dipakai untuk kebaikan tetapi bisa dipakai juga untuk sarana kemaksiatan.Semoga Alloh SWT selalu membimbing kita bersama Amien

Lihat Juga

Datangi dengan Hati