Home / Narasi Islam / Ekonomi / Mengenal Saham, Obligasi, dan Index, Serta Hukumnya (Bag ke-3)

Mengenal Saham, Obligasi, dan Index, Serta Hukumnya (Bag ke-3)

Indeks (ilustrasi) (okezone.com)Indeks Harga Saham dan Obligasi

A. Indeks Harga Saham

dakwatuna.comIndeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.

Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini; apakah sedang naik, stabil atau turun. Misal, jika di awal bulan nilai indeks 300 dan saat ini di akhir bulan menjadi 360, maka kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata harga saham mengalami peningkatan sebesar 20%.

Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham. Karena harga-harga saham bergerak dalam hitungan detik dan menit, maka nilai indeks pun bergerak turun naik dalam hitungan waktu yang cepat pula.

Di Bursa Efek Indonesia terdapat beberapa jenis indeks, antara lain:

1. Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.

2. Indeks Harga Saham Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor, misalnya sektor keuangan, pertambangan, dan lain-lain. Di BEI indeks sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan manufaktur.

3. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (Composite Stock Price Index), menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.

4. Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2 variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat saham-saham baru yang masuk ke dalam LQ 45 tersebut.

5. Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam. Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti:

  1. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
  2. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
  3. Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram
  4. Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat

5. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.

6. Indeks KOMPAS 100. merupakan Indeks Harga Saham hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dengan harian KOMPAS. Indeks ini meliputi 100 saham dengan proses penentuan sebagai berikut:

  1. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan.
  2. Saham tersebut masuk dalam perhitungan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
  3. Berdasarkan pertimbangan faktor fundamental perusahaan dan pola perdagangan di bursa, BEI dapat menetapkan untuk mengeluarkan saham tersebut dalam proses perhitungan indeks harga 100 saham.
  4. Masuk dalam 150 saham dengan nilai transaksi dan frekuensi transaksi serta kapitalisasi pasar terbesar di Pasar Reguler, selama 12 bulan terakhir.
  5. Dari sebanyak 150 saham tersebut, kemudian diperkecil jumlahnya menjadi 60 saham dengan mempertimbangkan nilai transaksi terbesar.
  6. Dari sebanyak 90 saham yang tersisa, kemudian dipilih sebanyak 40 saham dengan mempertimbangkan kinerja: hari transaksi dan frekuensi transaksi serta nilai kapitalisasi pasar di pasar reguler, dengan proses sebagai berikut:
    1. Dari 90 sisanya, akan dipilih 75 saham berdasarkan hari transaksi di pasar reguler.
    2. Dari 75 saham tersebut akan dipilih 60 saham berdasarkan frekuensi transaksi di pasar reguler.
    3. Dari 60 saham tersebut akan dipilih 40 saham berdasarkan Kapitalisasi Pasar.
    4. Daftar 100 saham diperoleh dengan menambahkan daftar saham dari hasil perhitungan butir (e) ditambah dengan daftar saham hasil perhitungan butir
    5. Daftar saham yang masuk dalam KOMPAS 100 akan diperbaharui sekali dalam 6 bulan, atau tepatnya pada bulan Februari dan pada bulan Agustus.

B. Indeks Obligasi Pemerintah

Indeks Obligasi Pemerintah pertama kali diluncurkan pada tanggal 01 Juli 2004, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat pasar modal dalam memperoleh data sehubungan dengan informasi perdagangan obligasi pemerintah.

Indeks Obligasi memberikan nilai lebih, antara lain:

  1. Sebagai barometer dalam melihat perubahan yang terjadi di pasar obligasi.
  2. Sebagai alat analisa teknikal untuk pasar obligasi pemerintah
  3. Benchmark dalam mengukur kinerja portofolio obligasi
  4. Analisa pengembangan instrumen obligasi pemerintah.

Formula yang digunakan dalam pengembangan informasi Indeks Obligasi Pemerintah:

  1. Price (Performance) Index
  2. Yield Index
  3. Total Return Index

Dengan adanya Indeks Obligasi Pemerintah ini termasuk Sukuk di dalamnya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan Pasar Modal di Indonesia dan memudahkan investor dalam menganalisa dan menentukan investasi, khususnya Pasar Obligasi/Sukuk dalam pembentukan transparansi harga di Pasar, sehingga terwujud Harga Wajar (Fair Value) Obligasi/Sukuk dan pasar yang efisien. Wallahu A’lam Wa Billahittaufiq wal Hidayah.

Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham. Indeks berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah pasar sedang aktif atau lesu.Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini; apakah sedang naik, stabil atau turun. Misal, jika di awal bulan nilai indeks 300 dan saat ini di akhir bulan menjadi 360, maka kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata harga saham mengalami peningkatan sebesar 20%.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 8,54 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dr. Setiawan Budi Utomo
Penulis adalah Alumnus terbaik Fakultas Syariah Madinah Islamic University, Arab Saudi. Saat ini aktif sebagai Anggota Dewan Syariah Nasional dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Syuro Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah, Ketua Tim Akuntansi Zakat, anggota Komite Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah, Anggota Tim Koordinasi Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara dalam Valas, Anggota Tetap Tim Ahli Syariah Emisi Sukuk (Obligasi Syariah), Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Syariah (IAEI), Dewan Pakar Shariah Economic and Banking Institute (SEBI), Anggota Tim Kajian Tafsir Tematik Lajnah Pentashih Al-Quran Depag, Dosen Pasca Sarjana dan Pengasuh Tetap Fikih Aktual Jaringan Trijaya FM, Pegiat Ekonomi Syariah dan Referensi Fikih Kontemporer Indonesia. Penulis juga merupakan salah satu peneliti di Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI).
  • Rizky 0101

    Ust. Setiawan bagaimana dengan lembaga investasinya bernama VGMC (Virgin Gold Mining Corporation) (www.vgmc.com).
    VGMC ini salah satu perusahaan eksplorasi dan pertambangan emas terkemuka di
    dunia serta sebuah organisasi yang muda dan dinamis dengan pencapaian global
    dan perspektif internasional. Yang ditawarkan VGMC (Virgin Gold Mining
    Corporation) sedang akan menerbitkan Convertible Preferred Stocks (CPS)/ Saham
    Preferensi Konvertibel dan mengundang para investor di seluruh dunia yang
    berminat untuk mengambil penawaran ini. Harga yang ditawarkan mulai dari
    $0.80/saham pada tanggal 1 Januari 2010 dan akan meningkat secara periodik sesuai
    dengan nilai aset bersih perusahaan. Penawaran tersebut dapat dibatasi oleh
    waktu dan kebutuhan modal perusahaan. Sekalipun saham preferensi tidak
    menawarkan potensi keuntungan yang sama seperti saham biasa, ini merupakan
    sarana investasi yang lebih stabil karena menjamin dividen secara rutin yang
    tidak langsung terikat dengan pasar seperti harga saham biasa. Jenis saham ini
    menjamin dividen, tidak seperti saham biasa. Keuntungan lain dari saham
    preferensi adalah bahwa pemegang saham preferensi akan mendapatkan prioritas
    saat pembayaran dividen. Apabila perusahaan mengalami likuidasi, para pemegang
    saham preferensi akan mendapatkan pembayaran lebih dulu daripada pemegang saham
    biasa. Selain itu, apabila perusahaan bangkrut, para pemegang saham preferensi akan
    mendapatkan distribusi prioritas atas aset perusahaan; sedangkan para pemegang
    saham biasa tidak menerima aset korporat sebelum semua pemegang saham
    preferensi telah dibayar. Seperti saham biasa, saham preferensi juga mewakili
    kepemilikan perusahaan. Namun, pemilik saham preferensi tidak memiliki hak
    suara dalam bisnis.

    Convertible Preferred Stock
    (CPS) (Saham preferensi konvertibel) adalah jenis saham yang telah mencantumkan
    harga konversi saat diterbitkan sehingga dapat dikonversi ke saham biasa perusahaan
    dengan nilai yang telah ditetapkan. Saham Convertible Preferred Stock Virgin
    Gold dapat dikonversi ke Saham Umum perusahaan apabila perusahaan memilih
    meluncurkan Initial Public Offering (IPO) dengan membayar 50% dari selisih
    antara harga langganan CPS dan harga saham IPO. Pemegang Saham CPS Virgin Gold
    akan menerima pembayaran dividen tetap bulanan sebagaimana telah disetujui pada
    saat berlangganan. Pemegang CPS juga dapat berhenti berlangganan saham dengan
    memberitahukan 45 hari sebelumnya kepada perusahaan untuk mengembalikan total
    dana berlangganan.

    Yang
    kita dapat sebagai pemegang saham ketika menanamkan investasi ini :

    ·        
    Pemegang saham CPS menerima dividen pemegang
    saham tetap bulanan. Dividen ini dibayarkan dalam ounce emas, yang dapat dengan
    mudah dikonversi ke kurs moneter sesuai dengan harga spot emas. (deviden tidak tetap)

    ·        
    Pemegang CPS dapat berhenti berlangganan
    saham dengan memberitahukan 45 hari sebelumnya kepada perusahaan

    ·        
    Pemegang CPS dapat mentransfer sahamnya
    kepada pembeli lain yang berminat dengan harga yang lebih tinggi dari harga
    awal berlangganan karena harga saham Virgin Gold akan meningkat dari waktu ke
    waktu sejalan dengan nilai aset bersih perusahaan.

    ·        
    Pemegang CPS diberi modal dan rekening bebas
    bunga untuk menyimpan lembaran emas hingga 3 kali dari nilai langganan
    sahamnya. Merupakan peluang besar lain untuk lebih meningkatkan pendapatan
    dalam jangka menengah dan jangka panjang.

    ·        
    Pemegang CPS dapat mengkonversi sahamnya ke
    dalam Saham Umum apabila Virgin Gold memilih untuk go public. Apabila mereka tidak
    memilih untuk go public, pemegang CPS akan mendapatkan penggantian dana sesuai
    jumlah langganannya.

    ·        
    Pemegang CPS bahkan dapat menikmati insentif
    lainnya dengan memperkenalkan calon pemegang saham baru kepada perusahaan

    Mohon ulasan dan
    pencerahannya Ust. Afwan jiddan sebelumnya, syukron jazakallah khairan katsiro

  • mana hukumnya nih?? koq malah penjelasan masalah saham dan obligasi???
    halal, mubah, atau haram bermain saham itu???

    seingat saya waktu sekolah dulu, guru saya mengatakan keharaman bermain saham, karena tidak jelas uang/saham itu digunakan utk apa, dan keuntungan yg tiba2 melangit (darimana tiba2 untungnya) pdhl kita tdk bkerja/memberdayakan uang/saham secara jelas dgn akad yg jelas.

Lihat Juga

ilustrasi (fiskal.co.id)

Apa Hukum Jual Beli Saham dan Valas atau Forex?

Organization