Home / Suara Redaksi / Editorial / Agar Tidak Salah Pilih Pemimpin

Agar Tidak Salah Pilih Pemimpin

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

bendera-merah-putihldakwatuna.com Dua hari lagi bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pemilu presiden (Pilpres), tepatnya hari Rabu, 8 Juli 2009. Jika tidak ada aral rintangan, seluruh warga negara Indonesia yang telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) akan memilih presiden masa bakti 2009-2014. Tentu, kita berharap pilpres kali ini berjalan dengan aman, damai, jujur, adil, dan berkualitas.

Sebagai seorang muslim, memilih pemimpin adalah perkara yang sangat urgen dan fital. Karena pemimpin akan menentukan baik-buruknya kehidupan mereka, fiddunya wal akhirah.

Pentingnya memilih pemimpin ini sampai-sampai Rasulullah saw. memerintahkan tiga orang yang sedang melakukan suatu perjalanan ke luar kota atau safar, untuk menunjuk salah satu di antara mereka sebagai pemimpin.

Mendesaknya adanya pemimpin juga terlihat dari sikap para sahabat Nabi, ketika mereka ditinggal wafat Nabi Muhammad saw., mereka tidak seketika memakamkan jasad beliau yang mulia, sampai akhirnya mereka memilih pemimpin bagi mereka, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Oleh karena itu, bagi seorang muslim, memilih pemimpin adalah suatu kewajiban. Pertanyaannya adalah; Bagaimana memilih pemimpin yang baik? Apa kriteria yang harus melekat pada diri calon pemimpin?

Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu kita dalam memilih calon pemimpin dengan benar.

Paling tidak ada empat kriteria yang harus melekat pada calon pemimpin yang layak untuk dipilih;

Pertama, Sidiq. Berlaku benar. Benar dalam keyakinnya. Benar dalam kata-katanya. Benar dalam tindakannya. Satu kata dan perbuatan. Benar dalam ibadahnya. Benar dalam kebijaksananya. Benar dalam keberpihakannya pada kebaikan.

Kedua, Amanah. Dapat dipercaya. Tidak berkhianat. Menjalankan amanat rakyatnya. Tidak menyia-nyiakan tanggung jawabnya. Tidak menyalah gunakan wewenangnya. Tidak menggunakan jabatannya untuk kepentingan sempit.

Rasulullah saw. bersabda: “Tanda orang munafik ada tiga; Jika berkata bohong. Jika diberi amanat berkhianat. Jika berjanji mengingkari.” Bukhari

Ketiga, Fathonah. Cerdas. Baik cerdas secara spiritual, cerdas intelektual, cerdas emosional atau cerdas secara sosial. Problem bangsa ini begitu sangat pelik dan rumit, terlebih dengan adanya krisis ekonomi global sekarang ini. Dibutuhkan pemimpin yang cerdas dan arif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.

Keempat, Tabligh. Menyampaikan atau aspiratif. Tidak ada yang disembunyikan untuk rakyatnya. Menginginkan kebaikan dan kemajuan bagi bangsanya.

Tiga kriteria di awal harus ada dan inhern dalam diri calon seorang pemimpin. Sedangkan kriteria yang keempat terkait output calon pemimpin bagi orang lain, bagi rakyatnya.

Jika belum ada yang memenuhi syarat ideal di atas, maka pilihlah beradasarkan track record calon pemimpin tersebut. Jika latar belakang calon presiden, atau latar belakang partainya terbukti membuat sengsara rakyatnya, menghancurkan bangsanya, maka calon yang seperti demikian tentu tidak bisa diharapkan. Atau lihatlah orang-orang disekitarnya. Karena “seseorang tergantung dari teman dekatnya.” Begitu wasiat Nabi saw.

Maka, jadilah pemilih cerdas, jangan mau suara kita dibeli dengan janji atau money politic. Juga tidak perlu takut dengan intimidasi, sudah tidak zamannya lagi ancam-mengancam, karena kita negara hukum.

Semoga kita terhindar dari salah pilih, karena akan berakibat fatal. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memilih seseorang menjadi pemimpin untuk suatu masyarakat, yang di masyarakat itu ada orang yang lebih diridlo’i Allah dari pada orang yang dipilih tersebut, maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.” Al Mustadrak Lishshahihaini, Imam Al-Hakim. Allahu A’lam.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (16 votes, average: 7,38 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ulis Tofa, Lc
Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Maahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syariah. Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002. Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini. Sebagai Dewan Syariah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS. Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah. Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum. Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti: Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008. Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008. Sebagai Interpreter dalam acara The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation bulan April 2009. Peserta Training Asia Pasifik Curriculum Development Training di Bandung pada bulan Agustus 2009. Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll. Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis: Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll. Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. Bermanfaat bagi Sesama adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com atau sms 021-92933141.

Lihat Juga

Calon penumpang meninggalkan bandara Istanbul Ataturk, bandara terbesar di Turki, setelah sebuah serangan bom terjadi di lokasi tersebut, Rabu (29/6/2016). (Getty Images / Defne Karadeniz)

Kutuk Serangan Bom di Bandara Istanbul, Presiden PKS: Dunia Dukung Turki