Home / Suara Redaksi / Editorial / Bulan Rajab Kembali Menyapa

Bulan Rajab Kembali Menyapa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

matahari-terbenamdakwatuna.com Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Rajab, hari ini, tanggal 2 Rajab, bulan dari empat bulan qomariah yang dimuliakan Allah swt. selain bulan Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Muharram.

Dinamakan bulan haram karena setiap ibadah dan ketaatan yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan kebaikan dan pahalanya, sehingga mulia disisi Allah swt. Dinamakan bulan haram juga karena di bulan ini haram hukumnya menumpahkan darah, berperang, dan melakukan kejahatan lainnya, sehingga kejahatan itu dilipatgandakan siksanya dan karenanya Allah swt. murka.

Allah swt. berfirman: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36)

Firman Allah swt. ini cukuplah menjadi dasar keutamaan bulan Rajab.

Kita berdoa agar diberi keberkahan atau kebaikan yang melimpah pada bulan ini, dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan:

“Allahumma baariklanaa fii rajaba wasya’bana waballighnaa ramadhana. Yaa Allah berkahi kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa bulan Ramadhan.”

Artikel tentang bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan di situs kita tercinta ini sudah terlalu banyak, silahkan para pembaca membuka lagi, untuk mencerahkan keilmuan kita, sebagai persiapan menyambut  kedatangan tamu agung, bulan Ramadhan. Allahu a’lam.

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (40 votes, average: 9,38 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ulis Tofa, Lc
Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Maahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syariah. Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002. Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini. Sebagai Dewan Syariah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS. Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah. Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum. Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti: Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008. Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008. Sebagai Interpreter dalam acara The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation bulan April 2009. Peserta Training Asia Pasifik Curriculum Development Training di Bandung pada bulan Agustus 2009. Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll. Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis: Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll. Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. Bermanfaat bagi Sesama adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com atau sms 021-92933141.
  • Subhanallah…allahumma barik lana fi rajab wa sya`ban,wa balighna ramadhan…jazakallah,ustadz..telah mengingatkan kami.

  • sanjito

    jazakalloh

  • terima kasih telah di ingatkan

  • puspo

    matur numun

    • Teja

      sami2

  • bener juga,

    tidak terasa kita sudah masuk bulan rajab yang benar”

    trima kasihsudah diingatkan

    Jazakalloh

  • ‘Afwan, mohon penjelasan.
    Apa benar hadist Allohumma bariklana fii rojaba wa sya’bana dst itu lemah?
    Bagaimana sikap kita?
    Haruskah membacanya jika amsuk rajab atau bagaimana?
    Karena ada orang yg mensosialisasikan bahwa kita tdk perlu membaca do’a itu ketika masuk bulan rajab karena haditsnya lemah.
    Mohon penjalsan, karena tdk semua membaca mumpuni dalam hal ini, termasuk ana yg minta penjelsan.
    Jazakalloh khoiyr.
    JS Ahmad 0852 1903 6775

  • Suhendar

    Siap-siap yuk sambut ramadhan, meskipun hati ini terasa mati, telinga ini terasa tuli, mata ini terasa buta… namun harus kita yakini bahwa alloh maha pengampun , buktinya ada bulan ramadhan yang kurang lebih 3 bulan yang banyak pahala. . Let’s 9o…………..!

  • fauzi

    maturnuwun ustadz, qt diingatkan.semoga qt termasuk hamba Allah yang mndapt barokah di bulan rajab.amiin

  • Teja

    subhanAllah, ane milad 4 rajab, musti dimanfaatin bener2 ne, klo ga…. “RUGI”

  • adgie

    semoga kita di beri keberkahan pada bulan rajab ini dan di pertemukan pada bulan ramadhan

  • KIDAM

    Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan pada kita dengan memberi umur panjang dan bermanfaat sehingga kita bisa menjalankan perintah2Nya sepanjang hayat. syukron katsiron ustadz atas peringatan dan nasihatnya jazakumullah. amin

  • ‘Afwan, ada Muslim yg menuliskan bahwa saat masuk rajab kita tdk dibenarkan berdo’a Allohumma fi rajaba…dst. Riwayat Imam ahmad karena dhoif vesri mereka. Padahal selama ini, ana selalu berdo’a itu saat bulan awal Rajab menyapa di langit.
    Namun saat membaca tulisan yang menyatakan hadits itu lemah, ana jadi ingin tahu jawabannya.
    Jazakalloh khoiyr.
    0852 1903 6775

Lihat Juga

ilustrasi (inet)

Sya’ban Bulan Evaluasi