Home / Dasar-Dasar Islam / Tazkiyatun Nufus / Dirikanlah Shalat!

Dirikanlah Shalat!

sujud1
Sujud Ketika Shalat, dan Tunduk di Luar Shalat

dakwatuna.com Setiap kewajiban yang telah dibebankan Islam kepada umatnya senantiasa memuat hikmah dan maslahat bagi mereka. Islam menginginkan terbentuknya akhlak Islami dalam diri Muslim ketika ia mengimplementasikan setiap ibadah yang telah digariskan oleh Allah swt. dalam Kitab dan Sunnah rasul-Nya. Pada akhirnya nilai-nilai keagungan Islam senantiasa mewarnai ruang kehidupan Muslim. Tidak hanya terbatas pada ruang kepribadian individu Muslim, namun nilai-nilai itu dapat ditemukan pula dalam ruang kehidupan keluarga dan komunitas masyarakat Muslim.

Kita bisa merenungkan kembali ayat-ayat Allah yang berkaitan dengan hal ini, sebagaimana salah satu firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Melalui ibadah puasa, Allah swt. menginginkan terbentuknya pribadi-pribadi Muslim yang bertakwa. Pribadi yang tidak pernah mengenal slogan hidup kecuali slogan yang agung ini yaitu: sami’naa wa atha’na. Pribadi yang senantiasa melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya dalam situasi dan kondisi apapun. Oleh karenanya, Rasulullah Muhammad saw. telah bersabda:

“Takutlah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, ikuti keburukan (sayyiah) dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya. Dan pergauli manusia dengan akhlak yang baik.”

Dalam sabda beliau yang lain:

“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa faridlah (kewajiban), maka jangan sekali-kali kamu menyia-nyiakannya. Dia telah menetapkan batasan-batasan, maka jangan sekali-kali kamu melampui batas. Dia telah mengharamkan banyak hal, maka jangan sekali-kali melanggarnya….”

Tentang zakat Allah swt berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (At-Taubah: 103)

Dengan ibadah zakat, Islam mengharapkan tumbuh subur sifat-sifat kebaikan dalam jiwa seorang Muslim dan mampu memberangus kekikiran dan cinta yang berlebihan kepada harta benda.

Begitu juga ibadah shalat yakni ibadah yang jika seorang hamba melaksanakan dengan memelihara syarat-syarat, rukun-rukun, wajibat, adab-adab, dan kekhusyu’an di dalamnya, niscaya ibadah ini akan  menjauhkannya dari perbuatan keji dan kemunkaran. Sebaliknya, ibadah ini akan mendekatkan seorang hamba yang melaksanakannya dengan sebenarnya kepada Sang Khalik dan mendekatkannya kepada kebaikan-kebaikan serta cahaya hidup.

Perhatikan ayat berikut ini:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ankabut: 45)

Muslim yang selalu menunaikan ibadah ini akan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan kebaikan dan mampu menjadi cahaya di tengah-tengah masyarakatnya. Muslim yang memiliki hamasah -semangat- yang menggelora dalam memperjuangkan kebenaran dan memberangus nilai-nilai kemunkaran, kelaliman, dan perbuatan keji lainnya. Hatinya terasa tersayat di saat menyaksikan pornografi dan porno aksi mewabah di tengah-tengah masyarakatnya. Jiwanya akan terus gelisah ketika melihat kelaliman yang dipermainkan para budak kekuasaan. Memang, ia harus menjadi cahaya yang berjalan di tengah-tengah kegelapan zaman ini.

Allah berfirman:

“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 122)

Ibadah shalat adalah awal kewajiban yang diperintahkan Allah swt. kepada umat ini pada peristiwa Isra dan Mi’raj. Ibadah yang merupakan simbol dan tiang agama. Rasulullah saw. bersabda:

“Pokok urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” (H.R. Muslim)

Ibadah yang dijadikan Allah sebagai barometer hisab amal hamba-hamba-Nya di akhirat, “Awal hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya baik, dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk.” (H.R. At-Thabrani)

Ibadah shalat merupakan wasiat Nabi yang terakhir kepada umat ini dan yang paling terakhir dari urwatul islam (ikatan Islam) yang akan dihapus oleh Allah swt.

Selain itu, shalat juga penyejuk mata, waktu rehatnya sang jiwa, saat kebahagiaan hati, kedamaian jiwa dan merupakan media komunikasi antara hamba dan Rabbnya.

Ibadah yang memiliki kedudukan atau manzilah yang agung ini tidak akan hadir maknanya dalam kehidupan kita, tatkala kita lalai menjaga arkan, wajibat dan sunah-sunnahnya yang inheren dengan ibadah ini. Tatkala kita tidak mampu menghadirkan hati, merajut benang kekhusukan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah ini, maka kita tidak akan mampu menangkap untaian makna yang terkandung di dalamnya. Kita tidak akan mampu memahami sinyal-sinyal rahasia yang ada di balik ibadah ini.

Tidakkah banyak di antara manusia Muslim yang ahli ibadah namun masih jauh dari nilai-nilai Islam. Ahli shalat, namun masih suka melakukan kemaksiatan. Hal ini disebabkan nilai-nilai agung yang terkandung dalam ibadah sama sekali tidak mampu memberikan pesan-pesan Ilahiah di luar shalat. Takbir yang dikumandangkan di saat beribadah tidak mampu melahirkan keagungan di luar shalat. Do’a iftitah “Inna shalaatii wa nusukii….” yang dilafazkan dalam shalat tidak mampu mengingatkan tujuan hidupnya. Ibadah ini seolah-olah hanya menjadi gerakan-gerakan ritual yang maknanya tidak pernah membumi dalam kehidupan orang yang melaksanakannya.

Oleh karena itu, ibadah shalat yang mampu melahirkan hikmah pencegahan dari perbuatan keji dan kemungkaran, hikmah pensucian jiwa dan ketentraman, apabila dilakukan dengan penuh kekhusyukan, mentadabburkan gerakan dan ucapan yang terkandung di dalamnya, penuh ketenangan dan dengan tafakkur yang sesungguhnya. Maka ia akan keluar dari ibadah dengan merasakan kenikmatannya, terwarnai dengan nilai-nilai keta’atan dan mendapatkan cahaya ma’rifatullah. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak seorangpun yang melaksanakan shalat maktubah (fardlu), lalu ia memperbaiki wudlunya, khusyuknya dan rukuknya kecuali shalat ini akan menjadi pelebur dosa-dosa sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Dan ini berlaku sepanjang tahun.” (H.R. Muslim)

Inilah yang pernah dilakukan oleh salafusshalih termasuk di dalamnya Ibnu Zubair ra. Mereka laksana tiang yang berdiri tegak karena kekhusyukannya. Mereka terbius dengan kerinduannya akan Rabbnya dan mereka asyik berkomunikasi dengan Sang Khalik tanpa terganggu dengan suara makhluk-Nya.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan di saat melaksanakan ibadah shalat agar hikmah di dalamnya selalu terjaga:

Pertama, menjaga arkan, wajibat dan sunah. Rasulullah saw. bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.”

Kedua, ikhlas, khusyuk dan menghadirkan hati. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah:5)

Ketiga, memahami dan mentadabburi ayat, doa dan makna shalat. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Al-Maa’uun: :4-5)

Keempat, mengagungkan Allah swt. dan merasakan haibatullah. Rasulullah saw. bersabda: “…Kamu mengabdi kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya dan apabila kamu tidak melihat-Nya, maka (yakinlah) bahwasanya Allah melihat kamu…” (H.R. Muslim)

Semoga kita semua mampu merenungkan kembali arti shalat dalam kehidupan keseharian dan berusaha terus-menerus untuk memperbaikinya agar kita benar-benar mi’raj kepada Allah swt. Wallahu A’lam Bish-shawwab

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (89 votes, average: 9,42 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • aamiiin,zazakallohu khoeron kasyiro,semoga saya khususnya bisa melaksanakannya dan mengaplikasikannya,inna sholati wanusuki wamahyaaya wamamaati lillahirobbil alamin

  • ali

    Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, selamat dakwatuna.com versi 4.0 sudah rilis. Saya khususnya pengagum setia dakwatuna.com mengucapkan terima kasih kepada para pengelola dakwatuna.com atas segala masukan dan makalah yang disajikan. semoga ini menambah ukuwah isalmiyah serta menambah iman kita dalam berpedoman pada al-qurana dan hadist. Allohuma amien….
    dan tulisan ini amat berkesan semoga kita semua dapat menyempurnakan sholat kita sebagai tiang agama

  • Hasan

    sebaiknya dalam penulisan hadits dan Al-Quran, lebih baiknya yang asli atau Bahasa arbnya juga di cantumkan, jadi orang lbih tertarik bukan hanya artinya saja

  • Umi Wilfa & Nazih

    Jazakallah khoiron katsiro Dakwatuna.com. Artikel yg kausajikan senantiasa membuat hati ini teduh dan menggerakkannya tuk selalu koreksi diri. Alhamdulillah, dengan artikel tsb dpt memandu qt agar shalat yg selalu qt jalankan terefleksikan dalam kehidupan qt. Dengan shalat hati qt bs merasa tenang, damai, dan terobati dr rasa kepedihan,kekeluan, dan kesulitan. Kepasrahan hati dan jiwa menyatu dalam shalat.

  • Aby Rausyan

    Assalam
    Jazakallah Khoiron Katsiron Dakwatuna.com …. artikelnya banyak memabantu saya dalam meningkatkan wawasan saya tentang Islam dan Dunia…..
    Tapi kalo boleh usul… Bisa ga para Ustad yang menulis artikel (apapun judulnya) yang menggunakan kutipan al-quran dan hadist di tuliskan aslinya (jangan cuma artinya)… karena sangat penting bagi saya….(walaupun mungkin oleh sebagian orang itu ga terlalu penting)
    Makasih Dakwatuna.com
    Wassalam.

  • Nida

    Engkau akan mendapatkan ketenangan ketika sholat!!
    Maka sholatlah jika engkau ingin tenang!!,
    keep Istiqomah!!,
    Artikelnya keren

  • rina winadiarti

    Sholat lah kami sebelum Sholat,.
    Ingat lima perkara sebelum perkara,
    Islam itu Mudah tapi jangan di permudah

    Jalankan Sholat dengan Syariat Allah dan Sunnah Nabi Muhammad,
    Jadikan Sholat sebagai Kontrol dr dalam menghadapi hidup ini, dengan sholat hati akan terasa tenang, damai, sabar, ikhlas. amin,…..

  • Endang Rukmana

    Dirikan sholat Dan implementasikan kedalam sehari-hari …serta bersihkan hati…Amiin

  • patra eveliana

    Alhamdulillah… terima kasih u/ semua admin. belajar Islam.. artikel2 nya sangat membantu saya u/ mengenal ajaran Islam lebih dalam lg.. semoga ini dapat bermanfaat u/ kita semua mengintrospeksi diri, Amin…

  • Mendirikan rumah butuh beberapa hal pokok agar rumah itu kuat, indah dan nyaman. Denikian juga dengan Islam didirikan atas 5 dasar, mengucap dua kalimah syahadat sebagai pondasinya. Mendirikan salat sebagai tiangnya, betapa pentingnya salat, dan seterusnya

  • tiut

    Shalat itu kunci solusi dalam permasalahan hidup kita. Selamanya kita akan terus diajarkan oleh hidup melalui kesempurnaan yang berproses dalam shalat kita. Seorang gadis pernah mengutarakan sebentuk masalah dirinya yang ‘itu-itu saja’. Panjang lebar dia berkata ini itu, saya hanya bertanya satu hal : Dik, selama ini, bagaimanakah shalatmu? Dia terdiam…

  • overboden

    subhanallah..

  • muhammadsolihin

    syukron….
    shalat adalah tiang nya islam.yang kedua….
    dan Shalat adalah hal ter penting dalam islam yang di perintahkan Allah SWT setelah iman….
    “sesungguhnya shalat adalah pencegah dari perbuatan keji dan munkar….”

Lihat Juga

Ilustrasi. (visitlawrencecounty.com)

Indahnya Hidup dalam Panduan Allah

Organization