07:31 - Selasa, 28 April 2015
Ulis Tofa, Lc

Rahasia Senyum Muhammad saw.

Rubrik: Sirah Nabawiyah | Oleh: Ulis Tofa, Lc - 23/04/08 | 10:07 | 16 Rabbi al-Thanni 1429 H

dakwatuna.com – Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw.

Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya,  sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.

Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!

Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19

Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.

فهذا جرير -رضي الله عنه- يقول -كما في الصحيحين-: ما حَجَبني رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- منذُ أسملتُ، ولا رآني إلا تَبَسَّم في وجهي.

Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”

Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.

يقول كعب -رضي الله عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب: فَجِئْتُهُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ، ثُمَّ قَالَ «تَعَالَ» . فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ.

Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:

“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”

Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.

Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.

– يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ!

Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”

Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!

Menyentuh Hati

Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw.  bersabda,

فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.

“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.

Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.

Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!

Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.

Pengaruh Senyum

Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.

Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.

Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:

“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”

Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”

Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”

Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.

Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.

Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam

Tentang Ulis Tofa, Lc

  Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Ma’ahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Ulis Tofa, Lc

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (200 orang menilai, rata-rata: 9,28 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.lib.fikom.unpad.ac.id yulianti.sdq

    Hmmm, jadi kangen berat kepadamu yaa… Rasululllah!

  • hazimah

    Subhanalloh……..

    Ya Rasululloh rindu hati bertemu denganmu………

  • agung

    ana uhibbuka ya rasulullah..

  • ibrahim

    Berabad jarak padamu ya Rasul…
    (berkat kisah-kisah ini) Seakan engkau hadir di sini.
    Jazakallah Dakwatuna!

  • hery

    Yaa Rosulullah,betapa mulianya ahlakmu..Ya Allah Kumpulkanlah kami bersama Rosulmu dalam Surgamu … Amiin

  • DEDY

    dekatkan daku ya Allah dengan perilakunya.

  • Azam

    Ya Allah titip rinduku buat kekasihmu..Sampaikan kerinduanku yang sangat amat kepadanya,I miss U…Ya Rasulullah.

  • http://www.dakwatu.com Anita

    Ass..seorang rosulpun masih bisa tersenyum untuk orang yang tlah menghardik dan mendzoliminya,kenapa kita tidak bisa meniru rosul,memberikan senyum untuk orang yang tlah menyakiti,menghina dan menghardik kita, betapa indah dunia ini bila kita mampu tersenyum dengan orang tlah menyakiti kita…

  • http://yahoo firmansyah

    Muhammad SAW adalah idolaku dan kaum muslimin seluruh dunia. Dialah kekasih Allah…

  • Lia Bermawi

    Aww,

    Terima kasih tulisannya sangat mencerahan. Hal-hal yang telah dicontohkan oleh junjungan kita seringkali disepelekan. Cuma kalau sy ketemu sama ukhti yang pakai cadar, saya jadi ragu apakah senyuman saya dibalasnya, atau apakah dia senyum pada saya.

    Tetapi jarang sekali senyum saya dibalas oleh para ukhti yang jilbabnya menutup dada. Padahal saya juga berjilbab, dan bukan jilbab gaul. Kalau mereka pakai yang lebar 150 cm, saya hanya pakai yang 115/120 cm saja. Mereka selalu tampak serius dan kurang senyum, kenapa ya…

    Ada satu hal lagi yang mengganggu saya. Dalam tulisan ini Anda mengutip tulisan Dil Karanji dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia”. NAma beliau adalah DALE CARNEGIE (DIBACA: deil karneji). Sebaiknya dicek dulu sebelum mengutip, karena ia orangbesar yang terkenal di Amerika. Ia menerbitkan banyak buku dan sudah banyak yang diterjemahkan kedalam bhs. Indonesia. Di Indonesia ini dia juga membuka lebaga Pelatihan dengan nama yang sama.

    Mohon maaf kalau komentar saya ini kurang pantas disampaikan. Tidak ada maksud kecuali untuk meningkatkan mutu dan bwerbagi.

    Wassalam,

    Lia

  • Agus

    Ass….
    Kita berhimpun dalam rangka mengharap mahabbah-Mu…
    Rindu akan perjumpaan dengan kekasih_Mu
    Sampekan Rasa Cinta kami kepadanya…
    Kepada Kekasih-Mu…Muhammad SAW

  • http://- siti

    shalawat atasmu ya Rosulallah….
    dapatkan ku tersenyum seperti senyumnya rosul?
    jadang qt sebagai manusia biasa sulit untuk tersenyum dengan orang yang telah menyakiti qt…
    ust jazakkallah dengan tulisan ini mengafgrad kembali senyuman yang selama ini tersebar..ikhlaskah atau tidak????

  • mav

    mmmmmmmm…..

    kapan aq bisa bertemu dengan engkau ya rasul…….

  • http://it-telkom.co.cc lela

    as'mlikum..

    subhanallah..

    rasa'a tergetar hati ini jika andai saja aku melihat langsung senyum-mu ya Rasul..

    kapan aku bisa melihat dan bertemu-mu ya Rasul..?

    "duhai teman-teman seperjuanganku yang insya allah terus tetap tegar,tegak n pantang menyerah dalam membela kebenaran islam, jika hanya dengan senyum kita dapat mempererat kerjasama , maka marilah dengan senyum itu pula kita bersama-sama untuk tetap berdiri kokoh dalam ajaran isalam yang benar"

    afwan ya, kalo komentarnya seperti ini, karena aku juga hanya manusia biasa seperti antum/antumna..

    (",)

  • Unil

    Rasululloh … aku rindu pada mu … sungguh … tulisan ini memberi ruang kerinduan dan inspirasi baru apalagi kalo sedang BT … tersenyumlah …

  • rion

    ya allah sunguh pertemukan aQ dg kkasihmu,serta masukan aQ kDalam golongan hambamu yAng kau BerKahi…

    ya RoSul…aQ ciNtA EnGKAu kArNA aLLaH…SUNGGuH aQ MrINdUkaNMu…

  • emi mardanus

    Subhanallah memang. Sungguh sempurnanya Rasulullah.Alangkah mulianya jika para penyeru di jalan Allah dapat mencontoh Beliau.Salah satunya dengan selalu menebarkan senyum…

  • Fredy

    "Engkau memang suri tauladan yang baik sepanjang masa..semoga ilmu yang kau berikan ini tidak di salah artikan..jazzakallah khair."

  • http://yahoo.com Rida

    Ya Allah…

    tak dapat aku bayangkan, betapa indahnya senyum Rosulullah, pasti akan hilang sedihku melihat senyummu, membuatku semakin tegar dan semakin yakin bahwa semua yang terjadi atas kehendak Allah dan yang terbaik untukku.

    Bila aku hidup dalam masamu ya rosul, ingin aku selalu di dekatmu, menanyakan banyak hal yang tidak aku mengerti.

    Sehingga tak lagi ada ruang selain kerinduan pada Allah dan diri Engkau ya habiburrahman

  • liese

    Rindu Rasulullah :(

  • nhey

    mm………….

    alhamdulillah..

    engkau masih memberikan nikmatMU kpda hambaMU ini ya ALLAH……….

  • http://www.jazili.com/2008/12/just-smile.html Jazili

    Alhamdulillah.., harus belajar tersenyum dengan ikhlas nih…

    :).

  • adis

    Sholawat serta salam bagimu wahai kekasih Allah… ijinkan aku berjumpa dengan beliau ya Allah meski sedetik dalam tidurku…

  • http://syilpid.blogspot.com syilpid

    ass.
    ingin sekali melihat senyum indah nabi Muhammad saw

    Pasti beliau memliliki senyum terindah didunia :)

  • helmy

    ya allah semoga dengan rahmat dan ridhaMu, bimbinglah aku tuk dapatkan senyuman dari beliau kelak.

  • iti

    emm..seronok bce artikel nie. senangkan…senyum je.ingatla rasulullah saw

  • hana

    i miss u so much yaa Rasulullah

  • ayi

    rindu q pada mu ya rosul
    smg suatu saat nnti kt akn bertmu
    amiennn

  • http://www.rumahzakat.com Edi Sukresna

    Ya Allah jadikan akhlakku bisa mencontoh belia ya Allah, Ridhoilah aku agar terus berharap berjuampa denganmu dan Rosulmu Ya Allah

  • http://- Anis

    Allohumma sholli wa sallim ala sayidina Muhammad wa’ ala alihi wa sohbihi ajmain.

  • http://[email protected] Nazha

    Ya allah swt, andaikan bisa merasakan hidup bersama pada zaman rasulullah saw, hamba rela menjadi budak2nya rasulullah saw.

  • NUR RISMAWATI

    semoga kami smua umat didunia senantiasa mencintai Allah swt beserta RasulNya. amiiiin

  • GHUFRON

    SENYUM HARUS DIBUDAYAKAN SEHARI-HARI DIDALAM KEHIDUPAN BIAR ADA NILAI PLUS

  • http://senyum-ku.blogspot.com senyum-ku

    subhanallah.. :)

  • aef

    gooodddd

  • neno

    terkadang manusia lupa atas siapa dirinya….maka andalah ulis tofa yg selalu mengigat,.,.sesama hamba allah.,.,.wasalam…:).,.

  • uni fenti

    tersenyumlah:)
    senyum manis
    senyum ibadah
    cermin pribadi bertakwa
    tersenyumlah:)
    senyum indah
    bukti taat pada Sang Maha Indah
    tersenyumlah:)

  • Aan Juhana Senjaya

    Assalamu ‘alaikum wr. wb.
    Naskah yang sangat bermanfaat. Semuga penulis dan penyebarnya mendapatkan cucuran rakhmat dari Allah SWT. Amin.
    Mohon izin untuk disunting.
    Terima kasih.

  • himawan dp

    exelent, sungguh tersenyum merupakan pekerjaan mudah yang terkadang kita belum mampu melakukannya dengan ikhlas. masih ada tendensi dalan senyuman kita, dan itu bukanlah senyum yang dapat menyentuh hati.

  • bluesuxan

    numpang copas di facebook

  • abduh

    Rasulullah saw. bersabda,

    فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.

    “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
    nah bagaimana senyum tehadap lawan jenis? sdangkan fitnahnya akan mengikutinya!
    tolong dijawab?

    • mansur

      jika hanya sekedar menurt saya itu tdk apa2, terkcuali senyumannya itu mempunyai mksd tertentu sperti untuk mencari perhatian lawan jenis baru itu g blh

  • abduh

    Rasulullah saw. bersabda,

    فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.

    “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.

    trus adab dalam islam u/ memberikan senyum terhadap lawan jenis bagaimna? apakah ada dalam kisah nabi dalam senyum terhadap laman jenis!

  • a.rofiq

    Rasulullah memang suritauladan dari segala-galanya termasuk soal senyum.
    Hingga senyum itu termasuk sodaqoh.

  • sukartriyono

    Terimakasih atas semua karya tulisannya,semoga Allah Swt membalas atas semua niat dan usaha yg baik dari umatNya.
    Dan jadikan aku bagian dari mereka,yang telah diberi jalan yang lurus dan
    istikomah. Amin.

  • http://[email protected] aziera

    ya Rasulullah…betapa mulia dan agungnya akhlak mu ya RASULULLAH…ALangkah indahnya dpt btemu dgn mu ya Rasulullah..amin

  • SJUKRI

    TIDAK BISA DIUNGKAPKAN DENGAN KATA-KATA TETAPI HANYA BISA DIRASAKAN BAGI QOLBU YG MENDAPAT RAHMAT

  • pranowo

    kami telah membuat perpustakaan senyum, beralamat di Perum mutiara asri No B-3
    Didalamnya L
    1. beragam buku khusus ilmu senyum
    2. Artikel senyum
    3. Accesories senyum
    4. Majalah humor
    5. dan lain-lain

    selain itu kami membuat Lembaga Pelatihan sesuai dengan buku yang kami buat
    yaitu SPIRITUAL QUANTUM SMILE TRAINING CENTRE

    (0274) 693 2552

  • reyank beau mec

    Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang.
    Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik
    sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih
    berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan
    …lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang
    wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni

  • http://www.facebook.com/people/-kais-Mw-Rese-/100000942292706 -‘kais Mw Rese’-

    ya Allah sebenarnya memang senyum itu indah ………….tapi gara-gara senyum rumah tanggaku berantakan. waallahua’lam

  • agung cor

    senyumlah jika itu memang diperlukan

  • http://www.facebook.com/habib.suny.9 Habib Suny

    senyum yg sejuk bakbutiran salju…….

  • Warqah

    Salam Senyum Bisa ^_^

  • asmawi

    izin copas ke blog

Iklan negatif? Laporkan!
96 queries in 1,413 seconds.