Home / Dasar-Dasar Islam / Fiqih Islam / Maulid Nabi, Tidak Bolehkah?

Maulid Nabi, Tidak Bolehkah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Jutaan umat Islam di seluruh belahan dunia memperingati tanggal 12 Rabi’ul Awwal setiap tahun, memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. Kaum muslimin saling memberi ucapan selamat, hadiah, dan aneka hidangan yang dipersiapkan untuk peringatan tersebut, bahkan penjual aneka makanan mendapatkan pesanan yang beragam dan melimpah, sesuai kebiasaan dan tradisi khas tempat masing-masing.

Waktu berjalan, peringatan maulid Nabi saw. berkembang secara resmi di kalangan pejabat, raja dan pemimpin umat Islam dengan saling memberi ucapan selamat, do’a-do’a keberkahan, bagi-bagi hadiah untuk penghafal Al Qur’an, orasi dan pidato politik.

Pertanyaannya adalah, Kapan peringatan maulid Nabi saw. bermula ?
Apakah peringatan maulid Nabi saw. di benarkan dalam Islam ?
Apa hukumnya secara syariah memperingati maulid Nabi saw. ini?

Pertanyaan-pertanyaan yang terus terulang saat ada peringatan maulid Nabi saw. setiap tahunnya. Bersamaan dengan itu, masih ada perdebatan seputar hukum memperingati maulid, meskipun Rasulullah saw. sendiri tidak pernah memperingati hari kelahirannya, begitu juga dengan para sahabat dan tabi’in yang merupakan generasi pilihan.

Tradisi Fathimiyyah

Sumber-sumber sejarah menceritakan bahwa, di Mesir ada sekelompok pendukung Fathimah putri Nabi, mereka disebut Fathimiyyin, mereka lah pertama kali yang mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Mereka mengadakan peringatan secara besar-besaran, mereka membagi-bagikan aneka makanan. Di samping memperingati kelahiran Nabi, mereka juga memperingati hari-hari kelahiran keluarga “ahlul bait” Nabi saw.

Inilah kenyataan sejarah yang menjadikan sebagian ulama fiqh menolak peringatan Nabi saw., dan memasukkan katagori bid’ah dalam urusan agama yang tidak ada dasar hukumnya. Rasulullah saw. tidak pernah memperingati hari kelahirannya sepanjang hidupnya, begitu juga para sahabat dan tabi’in.

وهو القائل صلى الله عليه وسلم: “من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد”

“Barangsiapa yang membuat hal baru dalam urusan agama kami yang tidak ada dasar hukumnya, maka ia tertolak.” Artinya tidak termasuk dari ajaran Islam.

Para penentang perayaan maulid juga bersandar para praktek perayaan maulid ketika masa Fathimiyyin yang lebih cenderung berlebihan dalam menyebarkan ajaran syi’ah. Tujuan dari peringatan ini, sebagaimana yang dilihat oleh ahli fiqh sekaligus da’i, Abdul Karim Al Hamdan, adalah penyebaran aqidah syi’ah dengan kedok cinta keluarga Nabi dan disertai dengan praktek-praktek yang tidak diperbolehkan hukum, seperti berlebihan di dalam menghormati pemimpin dengan cara-cara sufiestik yang sudah menjerus pada kultus individu, berdo’a kepada selain Allah, bernadzar kepada selain Allah swt. Inilah bentuk-bentuk peringatan maulid Nabi semenjak kelompok Fathimiyyin sampai sekarang, baik di Mesir atau di belahan dunia lainnya.

Mengapa Kita Tidak Memperingati?

Dalam sudut pandang yang berbeda, Dr. Muhammad ‘Alawi Al Maliki Al Husaini, seorang ahli fiqh, memandang bolehnya memperingati maulid Nabi saw. dengan diisi kegiatan yang bertujuan mendengarkan sejarah perjalanan hidup Nabi saw. dan memperdengarkan pujian-pujian terhadapnya. Ada kegiatan memberi makan, menyenangkan dan memberi kegembiraan terhadap umat Islam. Meskipun ia menekankan tidak adanya pengkhususan peringatan pada malam hari tertentu, karena itu termasuk katagori bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam agama.

Riwayat dari Rasulullah saw, bahwa beliau mengagungkan hari kelahirannya, beliau bersyukur kepada Allah pada hari itu, atas nikmat diciptakan dirinya di muka bumi dengan membawa misi rahamatan lil’alalmin, mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Ketika Rasulullah saw. ditanya tentang sebab beliau berpuasa pada hari Senin dalam setiap pekan, beliau bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, (ذلك يوم فيه ولدت). “Itu hari, saya dilahirkan.”

Terkait bahwa para sahabat dan tabi’in tidak melaksanakan maulid, Dr Al Husaini mengatakan:

“Apa yang tidak dikerjakan oleh salafus shaleh generasi awal Islam, tidak otomatis menjadi bid’ah yang tidak boleh dikerjakan. Justru perlu dikembalikan kepada persoalan aslinya, yaitu sesuatu yang membawa mashlahat secara syar’i menjadi wajib hukumnya, sebaliknya sesuatu yang menjerumuskan kepada haram, maka hukumnya haram.”

Menurut padangan Dr. Al Husaini, jika memperingati maulid Nabi membawa mashlahat secara syar’i, maka hukumnya dianjurkan, karena di dalamnya ada kegiatan dzikir, sedekah, memuji Rasul, memberi makan fakir-miskin, dan kegiatan lainnya yang diperbolehkan karena membawa manfaat.

Tergantung Kegiatan

Sebagian ulama mengingkari peringatan maulid, karena di dalamnya bercampur dengan bid’ah dan kemungkaran yang terjadi sebelum abad Sembilan Hijriyah, dengan bersandar pada hukum asli, yaitu “Menolak kerusakan lebih di dahulukan dari pada meraih mashalahat.”

Ulama ahli Fiqh dari madzhab Maliki, Tajuddin Al Fakihani juga membolehkan. Sebagian ada yang malah menganjurkan, seperti Imam Jalaluddi As Suyuthi dan Ibnu Hajar Al Asqalani, namun mereka mengingkari praktek-praktek bid’ah. Pendapat mereka ini bersandar pada firman Allah swt, {وذكرهم بأيام الله} “Dan ingatkanlah mereka dengan hari-hari Allah.”

Sejumlah ulama Al Azhar, terutama Syaikh ‘Athiyyah Shaqr rahimahullah, telah berfatwa tentang dibolehkannya memperingati maulid Nabi dengan syarat.

Fatwa itu tertuang sebagai berikut:

“Rasulullah saw telah menetapkan bahwa hari di mana beliau dilahirkan memiliki keutamaan dibanding dengan hari-hari lainnya. Setiap mukmin hendaknya bersungguh-sungguh dalam meraih keagungan pahala, mengutamakan amal. Itulah alasan memperingati hari ini. Dan bersyukur kepada Allah swt atas pemberian-Nya yang sangat besar, berupa kelahiran Nabi akhir zaman yang memberi petunjuk kepada kita menuju syari’at-Nya yang membawa kelestarian. Namun dengan syarat tidak membuatkan gambar-gambarnya secara khusus. Bahkan dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah swt atas apa yang disyariatkan, mengenalkan manusia keutamaan dan keagungan pribadi Rasul, tidak keluar dari koridor syariat dan berubah menjadi hal yang diharamkan secara hukum, seperti ikhthilat atau campur baur laki-laki dan perempuan, cenderung kepada kegiatan yang tidak ada gunanya dan hura-hura, tidak menghormati baitullah, dan termasuk yang dikatagorikan bid’ah adalah tawasul terhadap kuburan, sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan bertentangan dengan adab.”

Jika yang dominan adalah kegiatan-kegiatan seperti di atas, maka yang diutamakan adalah mencegah kerusakan sebagaimana kaidah ushul:

“Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada meraih maslahat.”

Namun jika hal-hal positif lebih dominan dan manfaat secara syar’i didapatkan, maka tidak ada larangan memperingati maulid Nabi saw. dengan tetap mengantisipasi hal-hal negatif sesuai kemampuan.” Allahu ‘alam

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (60 votes, average: 8,13 out of 10)
Loading...Loading...
Ulis Tofa, Lc
  Lahir di kota Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 05 April 1975. Menyelesaikan jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah di Ma’ahid Krapyak Kudus. Tahun 1994 melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Program Persiapan Bahasa Arab dan Pra Universitas. Tahun 2002 menyelesaikan program Sarjana LIPIA di bidang Syari’ah.     Semasa di bangku sekolah menengah, sudah aktif di organisasi IRM, ketika di kampus aktif di Lembaga Dakwah Kampus LIPIA, terakhir diamanahi sebagai Sekretaris Umum LDK LIPIA tahun 2002.     Menjadi salah satu Pendiri Lembaga Kajian Dakwatuna, lembaga ini yang membidangi lahirnya situs www.dakwatuna.com , sampai sekarang aktif sebagai pengelola situs dakwah ini.     Sebagai Dewan Syari’ah Unit Pengelola Zakat Yayasan Inti Sejahtera (YIS) Jakarta, dan Konsultan Program Beasiswa Terpadu YIS.     Merintis dakwah perkantoran di Elnusa di bawah Yayasan Baitul Hikmah Elnusa semenjak tahun 2000, dan sekarang sebagai tenaga ahli, terutama di bidang Pendidikan dan Dakwah.     Aktif sebagai pembicara dan nara sumber di kampus, masjid perkantoran, dan umum.   Berbagai pengalaman kegiatan internasional yang pernah diikuti:      Peserta Pelatihan Life Skill dan Pengembangan Diri se-Asia dengan Trainer Dr. Ali Al-Hammadi, Direktur Creative Centre di Kawasan Timur Tengah, pada bulan Maret 2008.    Peserta dalam kegiatan Muktamar Internasional untuk Kemanusian di Jakarta, bulan Oktober 2008.    Sebagai Interpreter dalam acara “The Meeting of Secretary General of International Humanitarian Conference on Assistanship for Victims of Occupation” bulan April 2009.    Peserta  Training Asia Pasifik “Curriculum Development Training” di Bandung pada bulan Agustus 2009.    Peserta TFT Nasional tentang Problematika Palestina di UI Depok, Juni 2010 dll.     Karya-karya ilmiyah yang pernah ditulis:      Fiqh Dakwah Aktifis Muslimah (terjemahan), Robbani Press    Menjadi Alumni Universitas Ramadhan Yang Sukses (kumpulan artikel di situs www.dakwatuna.com), Maktaba Dakwatuna    Buku Pintar Ramadhan (Kumpulan tulisan para asatidz), Maktaba Dakwatuna    Artikel-artikel khusus yang siap diterbitkan, dll.     Sudah berkeluarga dengan satu istri dan empat anak; Aufa Taqi Abdillah, Kayla Qisthi Adila, Hayya Nahwa Falihah dan Muhammad Ghaza Bassama. “Bermanfaat bagi Sesama” adalah motto hidupnya. Contak person via e-mail: ulistofa-at-gmail.com  atau sms 021-92933141.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Menghadirkan Kembali Kepribadian Rasulullah SAW

  • agum

    Ass. wr.wb.
    Alhamdulillah ana terbantu mencari bahan materi dengan adanya dakwatuna, sekaligus sebagai taujih pekanan ana pribadi. Wass

  • http://dakwatuna putra

    Kepada Saudara-saudara ku, jika kita pahami kaidah fiqih dibawah ini, maka tidak ada yang perlu kita perdebatkan halal dan haramnya, bid'ah atau nyunahnya dari perayaan maulid Nabi SAW.

    “Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada meraih maslahat.”

    Namun jika hal-hal positif lebih dominan dan manfaat secara syar’i didapatkan, maka tidak ada larangan memperingati maulid Nabi dengan tetap mengantisipasi hal-hal negatif sesuai kemampuan.

  • Abu Nailah

    BismiLlahirRahmaanirRahiim

    Assalaamu'alaikum wr. wb.

    Mohon maaf, sekedar koreksi kecil, bahwa sepanjang pengetahuan kami nama yang benar dari salah satu nama tertera di artikel ini adalah Dr. Muhammad 'Alawi Al-Maliki Al-Hasani, bukan Al-Husni. Al-Hasani dan Al-Maliki berasal dari nama Sayyidina Hasan ra. dan Imam Malik, mengingat beliau rahimahuLlah adalah masih merupakan ahlul bait dari jalur Sayyidina Hasan ra. sekaligus pula terhitung sebagai salah seorang keturunan Imam Malik rahimahuLlah.

    WaLlahu a'lam bishshawwab.

    Wassalaamu'alaikum wr. wb.

  • Abu Yandri

    Assalammualaikum ya Ustadz,

    Jazakumulloh hairon katsiro atas tulisannya. Semoga ini bermanfaat bagi saya dan keluarga.

    Namun agak sulit membedakan antara yang dominan positif atau negatif yang dominan, karena tergantung siapa yang memberikan penilaiannya.

    Numpang tanya berapa nomor hpnya sekarang?

    Wassalam,

    Abu Yandri.-

  • http://www.annashr.com dayat

    assalamu'alaikum
    alhamdulillah, terima kasih atas tulisan tersebut, mudah-mudahan dapat memberikan pencerahan kepada ummat, sehingga akan semakin bijaksana dalam memberikan keputusan aktifitasnya, dan tidak asal mengerjakan tanpa pertimbangan syar'iynya.
    jazaakallah

  • http://dakwatuna.com ABDURAHMAN-JEJENK

    alhamdulillah semoga Allah membukakan pintu-pintu hidah bagi umat akhir jaman ini untuk lebih mengenal islam secara kaffah dan tidak ikut-ikutan dalam beramal.

  • http://www.goparadaise.com ubayillah

    semnagat u perubahan saya selalu dukung

  • http://yahoo.com basyir

    ksian deh umat islam, semua orang tau bahwa perayaan adalah salah satu kegiatan penting untuk menunjukkan rasa cinta, mis, 17 Agustus-an ( beragam cara perayaan ), tapi orang islam banyak yg cari2 hadist agar maulid Nabi-nya jadi haram, tapi ultah anak2-nya halal2 aja walau pake acara makan2, hadiah dan buang2 duit.

  • wahyudin

    Saya setuju dengan pendapat pak basyir, klo gak mau merayakan ya udah gak usah cari2 pembenaran untuk mengharamkan perayaan Nabi Basar Muhammad SAW. Karena yang selama saya alami saya melihat perayaan tersebut lebih banyak Maslahat nya kok. Jadi niat baik jalankan saja terus masalah di terima atau tidak kita kembalikan kapada Sang Pencipta Alloh SWT.

  • http://akhano.wordpress.com ano

    assalamu'alaykum…
    bismillahirrahmanirrahim.

    "ilmu tanpa amal sama saja dengan pincang, dan amal tanpa ilmu sama saja dengan buta".

    itulah pentingnya ilmu, yang merupakan peta langkah gerak kita dalam beramal. Kalau kita tidak punya acuan alias ngawur dalm beramal ya bakalan ga diterima olehNYA.

    dalam Qur'an disebutkan: sesuatu yg baik mnurut kita blum tentu baik mnurut ALLAH, dan sesuatu yg buruk mnurut kita belum tentu buruk mnurut ALLAH. dalam bramal kita punya panutan utama "Quran dan Sunnah, ijtihad, ".

    jadi kita tidak bisa menentukan parameter maslahat atw tidak mnurut persangkaan (hawa nafsu) kita sendiri. sbgai muslim kita sidah punya peta yg jd acuan ko, jd ga usah bikin acuan lg, apalagi persangkaan pribadi.

    syukron.

  • http://akhano.wordpress.com ano

    dan anehnya. Banyak dari Ummat muslim sekarang yg alergi ketika mendengar kata bid'ah, padahal ini berkaitan erata dengan aqidah kita. sudah barangtentu semakin berjalanya zaman yg namanya bid'ah semakin merajalela, dan klo tidak selektif mau diposisikan sebagai apa syari'at utama ummat ini(Quran dan sunnah)

  • abaza

    menurut pendapat saya.
    saya setuju bahwa maulid itu diperbolehkan karena dasarnya cinta pada nabi SAW. apalagi didalamnya terdapat dakwah, mendengarkan kisah nabi SAW juga perbuatan muamalah yang baik.
    untuk bid'ah itu hal yang nampaknya seperti disyariatkan dalam ibadah padahal tidak. itu yang perlu di perhatikan bukan berarti bid'ah itu condong terhadap budaya, perbedaan faham.
    yang jelas bila ada perbedaan kita kembalikan pada Al-qur'an,Assunah,pendapat para shabat, tabiin dan jumhur ulama yang faqih.
    karena hukum itu sangat fleksibel terhadap budaya dan perubahan zaman asal tidak merusak terhadap tatanan dasar hukum oleh budaya.

    wallahu a'lam bisshoawb.

  • YUDHA_164

    menurut pendapat saya.
    saya setuju bahwa maulid itu diperbolehkan karena dasarnya cinta pada nabi SAW. apalagi didalamnya terdapat dakwah, mendengarkan kisah nabi SAW juga perbuatan muamalah yang baik.sehingga kita akan terus menerus memperjuangkan semangat sang nabi yaitu memperjuangkan dienul yang haq

  • ratno wae

    Assalamu’alaikum Wr,Wb.

    Mudah mudahan Alloh memberikan pintu hidayah,agar kita umat Islam tidak terpecah belah lantaran perbedaan [benang merah].
    Dan kebenaran sejati adalah milik Alloh SWT.

  • arif

    Dengan menyebut nama allah yg maha pengasih lagi penyayang..
    sholawat dan salam tercurah untuk baginda nabi muhammad saw

    bid’ah????

    setauku sih sesuatu yang baru dalm urusan agama?
    kita sebagai muslim sebaiknya jgn memperkeruh masalah yg khilafiyah semua ada dasarnya, ad yang mau ngadain maulud ada yg tidak.. terserah apa pilihanmu jgn sampai teradu domba oleh pihak ketiga yang akan memecah islam dari segala segi…

    YANG SALAH ITU YANG TIDAK SHOLAT!!!!

    jika aku mengomentari ttng arti bid’ah.. setahu aku sesuatu yg baru dalam urusan agama yang tidak di contohkan nabi muhammad saw klo gitu smua muslim di dunia ahli bid’ah? knp aq mengatakan seperti itu lihatlah di jaman nabi dulu untuk mengumandankan adzan tidak pake speaker tapi sekarang smua muslim di dunia memakai speaker untuk megumandankan adzan.. APAKAH ITU BID’AH?? apakah jika dilakukan amal kita tertolak!!!
    di jaman nabi al qur’an memakai kayu dan daun tp sekarang sampulnya bagus – bagus APAKAH ITU BID’AH??
    apakah jika kita membaca al qur’an dg sampul yang bagus itu amal kita tertolak!!!
    di jaman nabi pakaian untuk beribadah menggunkan jubah dan sorban tp sekarang ada yag pake celana jean, kaos dan kopyah lalu apakah jika dilakukan amal kita tertolak!!!

    smuanya yg q terangkan adalah bid’ah tp bid’ah yg hasanah..

    jika kita sakit tentunya kita pergi ke dokter untuk menyembuhkannya..

    syirik jika dokter A atau B yang menyembuhkannya.

    allah yang menyembuhkannya, pergi ke dokter itu wasilah/ perantara/ ikhtiar kita jika kita hanya diam tidak ada usaha justru sakitnya tambah parah

    jika kita mau pergi kepasar menggunakan jasa becak dan akhirnya sampai juga kepasar berkat jasa tukang becak tapi kalau kita mau pergi kepasar dan kita hanya berdiam dan berdoa ya allah bawalah aq kepasar apakah kita bisa sampai kepasar???
    mudah-mudahan anda tau maksud dari ceritaku yg diatas

    smaua amal perbutan tergantung dari niatnya..
    cukuplah allah swt kelak yang menjadi hakim yg memutuskan masalah khilafiyah tsb.
    marilah kita sesama muslim jangan saling membenci
    marilah kita sesama muslim jangan saling dengki
    janganlah mengusik amal ibadah orang lain toh allah swt yg memutuskan kelak di akherat

    knp israel berani menyerang palestina???
    karena muslim sekarang terpecah belah

    knp israel bersifat arogan/sombong di benua arab yg mayoritas muslim

    knp?
    knp?
    knp?

    jawabnya:
    karena muslim terpecah belah saat ini

    BERSATULAH SAUDARAKU SESAMA MUSLIM
    BERSATULAH SAUDARAKU SESAMA MUSLIM
    BERSATULAH SAUDARAKU SESAMA MUSLIM

    eleng – eleng siro manungso
    teko endi siro iku???
    menyang endi tujuanmu???

    aku hanya hamba allah yg tidak lepas dari salah dan dosa, jika ada uraian kata yg tidak berkenan saya mohon maaf

    • http://www.facebook.com/irghi.fachreza Irghi Fachreza

      bismillah,, 

      afawan buat akhi arif
      adabaiknya antum perdalam dulu ilmu agama antum sebelum antum membuat posting spt di atas,,

      dan ana jelaskan apa itu definisi bid’ah;  BID’AH adalah suatu perbuatan baru dalam agama yg belum pernah dilakukan  sebelumnya oleh rasulullah saw maupun para sahabat, dgn tujuan ibadah.

      adapun postingan antum yg (copas)
      #  lihatlah di jaman nabi dulu untuk mengumandankan adzan tidak pake speaker tapi sekarang smua muslim di dunia memakai speaker untuk megumandankan adzan.. APAKAH ITU BID’AH?? apakah jika dilakukan amal kita tertolak!!!
      #  di jaman nabi al qur’an memakai kayu dan daun tp sekarang sampulnya bagus – bagus APAKAH ITU BID’AH??

      hal tsb di atas memang baru ada dijaman sekarang, tp perlu dilihat hal2 tsb diatas dilakukan dgn tujuan sama oleh sunnah, contoh adzan dulu dikumandangkan dgn menaiki bukit oleh sang mu’azin(dgn tujuan agar umat muslim tau dan dapat mendengar waktu shalat tlh tiba). begitu jg dgn speaker dijaman sekarang digunakan dgn maksud/tujuan yg sama!  apa perlu org jaman sekarang dikampung sempit adzan dgn naik ke loteng rumah org???
      Nb; perlu diingat hal tsb adalah mashlahat mursalah(satu tujuan dgn sunnah) tanpa speaker pun its okay!!  yaa klw ada knp ga digunakan?!!

      mengenai poin kedua  sama halnya spt poin pertama. intinya adalah satu tujuan dgn sunnah. al-qur-an dibuat dgn bagus,rapi dan ringkas(cukup satu buku) dgn tujuan mempermudah umat.
      dahulu ada kisah di jaman ustman r’a, ada sahabat yg bertengkar memperdebatkan masalah bacaan’y.  hal itu terjadi karna rasulullah memberi keringanan utk umat islam membaca al-qur’an dgn logat arab mereka masing2 dgn tujuan mempermudah. namun dgn terjadinya perselisihan tsb yg di sksikan oleh ibn tsabit. dia pun mengadukan hal ini kpd ustman r’a sbg khalifah pd saat itu..  mengingat banyak sahabat penghafal al-qur’an  byk yg tewas saat perang dan karna khawatir terjadi perpecahan  maka ustman r’a membuat keputusan utk mngumpulkan surat2 al-qur’an dan membuat al-mushaf(al-qur’an) dan agar kemurnian alqur-an terjaga diharuskan membacanya dgn logat quraisy karna rasulullah brasaal dr sana dan ayat pertama diturunkan pun dari sana.

      Nb;  antum mw bawa2 al- qur’an terbuat dari kayu??  yg dikumpulkan dari 114 surat, mungkin bisa 1 truk kayu yg antum bawa!! karena dijaman sahabat, sebelum ada al-qur-an mereka membawanya dgn hati mereka(menghafal).
      sekali lagi itu adalah maslahat mursalah,  yg bertujuan sama dng sunnah

      dan masalah BID’AH sudah jelas tetolak!!!
      karna mengada-ngadakan dlm urusan ibadah(agama) dan berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah serta BERKESAN bahwa Rasulullah saw belum sempurna dlm menyampaikan agama!! 

      padahal di surat al-maidah ditegaskan pada ayat #3
      “pada hari ini telah kusempurnakan utkmu agamamu, dan telah kucukupkan kpdmu nikmat Ku dan telah kuridho’i islam sebagai agama bagimu

      dan di surat al- imran ayat#31
      “jika kalian mencintai aq, maka ikutilah aq niscaya allah akan mencintaimu”

      klw ayat2 tsb sudah membuktikan apa yg dibawa rasulullah saw sudah sempurna!!  tak perlu lah mengada-adakan hal2 baru dalam agama.spt maulid, isra mi’raj dsb  yg tdk pernah beliau lakukan.
       ikuti beliau!! sebagaimana

      di nukil dlm hadist rasulullah saw bersabda;

      من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
      “barangsiapa yg melakukan suatu amalan yg tidak ada perintah dari kami maka tertolak”
      HR muslim

      من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
      “Barangsiapa yang membuat hal baru dalam urusan agama kami yang tidak ada dasar hukumnya, maka ia tertolak.” HR bukhary

      ما نهيتكم عنه فاجتنبوه   و ما أمرتكم به فأتوامنه مستطعتم
      “apa yg aku larang tinggalkanlah, dan apa yg aku perintahkan kejakanlah semampu kalian.. HR bukhary dan muslim.

      • pandu

        Bid’ah itu semua finnaar…tidak ada bid’ah hasanah! Bid’ah itu new addition kepada urusan ibadah mahdhoh, sedangkan new addition yg dimaksud kawan kita tadi itu bukanlah bid’ah, karena “speker-onta-mobil-sajadah”itu bukan urusan agama, tapi urusan dunia. Jadi, maaf, agak cerdas dikitlah…..

    • http://www.facebook.com/Mardika.Eko Mardika Eko Trinisat

      Mas kalo sholat subuh 4 rakaat salah ngga ? tadi situ bilangnya “yang salah yang nggak sholat” lha kalo sholat subuhnya 3 rakaat apa kita tidak boleh bilang salah (bid’ah)?

  • Abu Fatih

    Ikhwati fillah,
    Mungkin yang perlu dikaji bersama adalah: kapan suatu perbuatan tersebut dikategorikan bid’ah? Hal penting dikemukakan agar kita menetapkan apakah perbuatan tersebut tergolong bid’ah atau tidak. Satu.
    Kedua, jika kita kembali kepada Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah saw, sebenarnya terdapat banyak sunnah2 beliau yang kita belum hidupkan.
    Ketiga, pertanyaan: apakah perayaan maulid seperti yang dilakukan di Masjid Istiqlal kemarin (9/03) tergolong bid’ah (di sana hadir para habaib dengan anggota majlisnya masing-masing dengan membawa rebana).
    Syukran….

  • http://www.zonapikir.co.nr zonapikir

    Terlepas dari perdebatan seputar Maulid-boleh atau tidak boleh dilaksanakan, peringatan maulid tidak akan menimbulkan dampak signifikan jika peringatan tsb hanya menjadi seremonial tahunan tdk dilanjutkan dgn pengkajian perikehidupan Rasulullah secara berlanjut dan berkesinambungan.

  • Suharsa Sakti Yuda

    Assalamu’Alaikum Wr.Wb.
    Bismillah
    “dengan menyebut nama Allah Swt”.
    saya mau tau yang bilang Maulid Nabi SAW itu bid’ah dari mana?

    ada pertanyaan Bid’ah mana Acara Maulid Nabi Saw dengan Acara Musik Band?

    tooolong di jaaawaaab yang bilang bid’ah………

    • http://www.facebook.com/irghi.fachreza Irghi Fachreza

      ana jelaskan apa itu definisi bid’ah; BID’AH adalah suatu perbuatan baru dalam agama yg belum pernah dilakukan sebelumnya oleh rasulullah saw maupun para sahabat, dgn tujuan ibadah.

      من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
      “barangsiapa yg melakukan suatu amalan yg tidak ada perintah dari kami maka tertolak”
      HR muslim
      (lebih detail lihat coment atas arif dibawah)

      sekarang ana yg balik tanya,,   apa pernah rasulullah saw dan para sahabat merayakan maulidnya  baik saat beliau msh hidup atwpun setelah wafat????????????

      dan 1 lagi yg antum harus simak!!!  musik itu bukan cuma bid’ah,  tapi HARAM…  !!!!
       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
      “Nanti pasti ada beberapa kelompok dari umatku yang menganggap bahwa zina, sutra, arak dan musik hukumnya halal, (padahal itu semua hukumnya haram).” (HR. Imam Bukhari dan Abu Dawud)

       dari Al-Fadhil bin ‘Iyadh berkata, “Nyanyian adalah tangga menuju zina.”dari  Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, “Tidak seorang pun yang mendengarkan nyanyian kecuali hatinya munafik yang ia sendiri tidak merasa. Andaikata ia mengerti hakikat kemunafikan pasti ia akan melihat kemunafikan itu di dalam hatinya, sebab tidak mungkin berkumpul di dalam hati seseorang antara ” cinta nyanyian” dan “cinta Al-Qur’an”, kecuali yang satu mengusir yang lain.” dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, “Nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati seperti air menumbuhkan sayuran, sedang dzikir menumbuhkan iman dalam hati seperti air menumbuhkan tanaman.

      • http://twitter.com/ozonelens @ozonelens

        klo musik haram.. gmn musik yg mensyiar kan islam seperti lagu haddad alwi, opick dan lain lain, padahal bnyak org yg dapat hidayah untuk lebih mengenal islam gara gara lagu mereka

        • Hamba Allah

          Silahkan sodara2x baca Fiqh Musik karya Dr. Yusuf Al Qordhowi..disitu ada pendapat seluruh ulama dan dalil-dalil mereka

        • Kusuma Alvian

          ealah mas… ketinggalan banget
          Haddad Alwi kan pengikut Syiah, dan Syiah bkn bagian dari Islam
          kl Maher Zain, Sami Yusuf? ya semoga mereka diberi hidayah
          kl mau cari dalil2 yg lebih mantap, silahkan cek komen-nya Hamba Allah.
          biar ga miskin2 amat ilmunya :D ^_^

  • zainuri

    aku berlindung pada Allah
    kenapa kok orang meributkan perkara bid”ah, mari kita membuka mata dan hati kita. maulid nabi itu kan akan membuat kita semakin cinta kepada Rosul dan peringatanya bisanya di isi dengan pengajian. itu kan malah baik.
    Ulamak yang mengatakn peringatan maulid bid”ah adalah ulama yang berfkiran sempit coba pakai dalil aqli.
    aku jadi pusing. orang berbuat baik kok di larang.

    • http://www.facebook.com/Mardika.Eko Mardika Eko Trinisat

      Emang ente setuju ya sama FPI yang suka sweeping ke diskotik ? Mereka kan juga berbuat baik ? Tapi apakah kalau mau berbuat baik harus dilakukan dengan cara yang tidak baik ? Kalau mau mencintai rasul bukannya seharusnya setiap saat kita bersholawat ? dari pada bikin2 yang baru malah mubah

  • qosim

    kenapa kita selalu mempersalahkan Bid”ah ,lebih baik kita memikirkan saudara kita yang membutuhkan pertolongan dan uluran tangan kita,misal nya Sedakoh,infak itu yg diperbanyak,

  • Sobarli

    Semoga Allah yang Maha Pengasih memberikan kita semua petunjuk atau jalan yang lurus!

  • Udhy

    Alhamdulillah ada artikel seperti ini. Memang kita tidak boleh terlalu gegabah menghukum bid’ah suatu hal hanya karena tidak pernah dicontohkan oleh nabi, sahabat, dan salafus-sholeh. Padahal kita bisa mengambil illat tanpa harus sama persis pernah dicontohkan oleh nabi saw. Di ushul fiqh ada kan seperti itu?

  • Abu Nailah

    JazakumuLlah khairan, ustadz, atas artikelnya yang sangat bermanfaat… Afwan kalau boleh sedikit menyempurnakan… “Nama belakang” Dr. Muhammad ‘Alawy Al-Maliki sepengetahuan kami adalah Al-Hasany, karena beliau masih keturunan Sayyidina Hasan bin ‘Ali ra., bukan Al-Husainy yang menandakan keturunan Sayyidina Husain bin ‘Ali ra… Demikian, ustadz, mohon maaf atas segala kekurangan…

  • Hamba Allah

    Jazakallah Khoiran atas semua artikelnya namun ada baiknya ustadz juga nukilkan pendapat yang melarang semacam Ibnu taimiyah, Imam Asy syaukani dalam membantah pendapat yang mendukung biar kita fair dalam melihat perbedaan para ulama tersebut…dan kita bisa mengambil sisi kekuatan istidlal dari masing-masing ulama tersebut

  • Pingback: Tweets that mention Maulid Nabi, Tidak Bolehkah? | dakwatuna.com -- Topsy.com()

  • http://www.facebook.com/irghi.fachreza Irghi Fachreza

    bismillah.. 

    • Hamba Allah

      Bro…. hawa nasfu ditafsirkan dengan Bid’ah itu tafsir siapa?

      dalil ini tidak pas: karena anda yang mengatakan ini bid’ah dhalalah, tapi mayoritas ulama saat ini, dan seluruh negara islam selain saudi arabia itupun sebagain rakyanya memperingati, menganggap ini bukan bid’ah dhalalah… jika 99% umat islam ngikuti, dan 1 % membid’ahkan, ikut mana? massa sih 99% ulama islam bodoh? massa sih As Syuyuti, Ibnu Hajar dan ulama2x besar lainnya berbuat dosa lebih besar dari zinah, liwath, membunuh, dll?????????? hanya karena mengajarkan sejarah nabi, di setiah hari kelahiran nabi? aneh kan

  • http://www.facebook.com/Fiand.12vincet Alfiand Vincet

    ass

  • http://www.facebook.com/Fiand.12vincet Alfiand Vincet

    asss

  • abynafariz

    dalam artikel yg lain disebutkan bahwa sejrah maulid nabi adalah di masa sultan Salahudin al Ayubi, ketika pasukan muslimin mulai mengendur semangatnya dalam perang salib. kemudian sang sultan mengadakan maulid Nabi SAW yg diisi dgn kisah kepahlawanan Nabi SAW dan para sahabat dalam berbagai peperangan. akhirnya semangat pasukan muslimin bangkit kembali hingga berhasil merebut kembali Baitul maqdis dari cengkraman kaum kafir. diatas desebut bahwa awalnya adalah zaman dinasti Fatimiyah (umat syiah), mana yg betul??

    • Hamba Allah

      banyak riwayat tentang hal ini,,, ada yang mengatakan zaman shalahuddin al ayyubi..ada juga seorang raja adil ahlussunnah,, saya lupa namanya,,, ada juga fatimiyah……

      tapi biasanya yang ngak suka dengan maulidan, akan menonjulkan pendapat yang mengatakan yang melakukannya adalah fatimiyah,,,, dan itu merupakan sebuah pesan..seakan-akan ketika dia berbicara tentang asal-usul, dia seakan-akan berkata : ini perbuatan syiah loch,,, kalau kamu ikuti berarti ngikutin syiah…. pesan yang halus..

  • pandu

    Soal Maulid menurut saya nih…, tidak ada dasar Qur’an & Sunnah nya. Terus kalau dibuat-buatkan pembenar, dg dalih asal niatnya baik, atau asal tujuannya baik, nanti jadi preseden buruk utk umat ini di masa mendatang. Nanti, setiap orang yg ngaku Islam akan bikin ritual-ritual baru dg dalil “asal tujuan baik?’ Menurut aq lagi nih, udah janganlah ikut-ikutan ritual agama lain deh…maulid itu kan sama dg natalan? Itu menurut aq sih ya…maaf boleh aja kan berpendapat beda…demokrasi oey…!

  • sony chandra

    @abynafaris:
    kayaknya mesti lihat sejatah lagi deh.
    artikel yg mengatakan sultan salahuddin al ayubi mengadakan maulidan dan membaca shalawatan dr kitab al barzanji adalah kekeliruan yg dengan mudah disangkal jika kita belajar sejarah dengan bener. bagi saya itu akal-akalan orang yg getol maullidan, tahlilan tp gak ikut tata cara dr Rasulullah.
    Salahudiin al ayubi hidup di sekitar tahun 1000an masehi saat perang salib. Sementata al barzanji hidup beberapa ratus tahun kemudian. Lalu dr mana sultan salahdin al ayubi dpt kitab al barzanji?
    yg lebih tepatnya, tradisi ini diajarkan oleh syiah. Nah, yg skr mau ikut2an syiah ya silakan aja.

    • Hamba Allah

      kelihatannya Aby nafariz tidak mengatakan bahwa Shalahuddin membaca Al Barzanji tapi membaca kisah kepahlawanan nabi..jadi tolong dibaca agak teliti, biar ngak salah commentnya…

      Kalau itu yang menjadi argumen anda untuk mengatakan bahwa ini bukan terjadi pada masa Shalahuddin Al Ayyubi tapi masa Fatimiyah, maka…

      Kayaknya mesti lihat sejarah lagi..
      Kapan Fatimiyah itu ada?? Sebelum Masa Shalahuddin, dan berakhir, dimasa Shalahuddin Al Ayyubi, dengan demikian Fatimiyah itu ada sekitra 1000an tahun masehi, dan berakhir dimasa Shalahuddin Al Ayyubi, sedangkan Al Barzanji ada berberapa ratus tahun kemudian, terus:

      Darimana Fatimiah dapat kitab al barzanji???

      hal yang sama..>!!!!

  • http://www.indraemc.blogspot.com/ Indra Emc

    kalau gue pribadi termasuk yang berpendapat “Kembali ke CARA merayakannya”, apabila dirayakan dengan tadarus al qur’an, kajian Islami, ataupun sillaturrahim mempererat ukhuwah itu tidak masalah.

    Tetapi ada sebagian golongan merayakan Maulid Nabi dengan jalan yang benar-benar sesat, misalnya dengan mengucapkan doa-doa tertentu (yang tidak ada ajarannya) lalu meyakini salah satu anggota dari majelis mereka “dirasuki ruh Rasulullah (saw)”, maka sungguh itu adalah KESESATAN YANG NYATA (naudzubillah), tentunya yang dirasuki tersebut bukan Rasulullah, melainkan SYAITON yang ingin menyesatkan ummat Islam.

  • setan lemmes

    yg nulis artikel ini ahli bid ah ,tdk tau sejarah hati2

    • Hamba Allah

      Kira-kira mukanya penulis bid’ah ngak yach? he

  • setan lemmes

    yg nulis artikel ini ahli bid ah ,tdk tau sejarah hati2

  • Bhaltazords

    Apa bedanya maulid sama natal ??

    Maulid = memperingati hari kelahiran nabi (Muhammad), tanggal lahir ga diketahui.
    Natal = memperingati hari kelahiran nabi (Isa), tanggal lahir nabi juga tidak diketahui.

    Terus bedanya apa ? Caranya ? Perasaan ga ada bedanya juga, cuma beda yang dibaca. Jadi….