Kapal pesiar MS Nieuw Amsterdam tempat Ketut Bekerja - Foto: shipparade.com
Kapal pesiar MS Nieuw Amsterdam tempat Ketut Bekerja – Foto: shipparade.com

dakwatuna.com РHouston.  Sebentar lagi warga negara Indonesia (WNI) pelaku perkosaan Ketut Pujayasa akan menghadapi sidang pra-peradilan. Sebelum sidang berlangsung, Ketut Pujayasa sempat membaca surat dari istrinya.

“Dalam pertemuan tersebut juga kami sampaikan titipan surat dari istrinya. Pada saat membaca surat tersebut, Ketut Pujayasa menangis dan mengenang masa lalu keluarganya yang¬† serba sulit,” ujar Pejabat Sementara Konsulat Jenderal RI di Houston Prasetyo Budhi, yang dihubungi Okezone, melalui surat elektronik pada Selasa (25/2/2014).

Diakui oleh Prasetyo, Ketut sangat menyesal dengan apa yang dilakukan. Hal ini karena, dia adalah tumpuan keluarganya, namun saat ini dia harus menerima cobaan ini.

Ketut pun sudah membalas surat yang disampaikan pada istrinya. Pihak KJRI pun telah menitipkan surat Ketut pada jasa titipan kilat agar bisa sampai dengan segera ke Bali.

Prasetyo menyebut, semua pernyataan dari Ketut diterimanya ketika mengunjungi pria asal Bali ini di tahanan. Ditambahkan Prasetyo, dirinya sempat berbicara panjang lebar dengan Ketut selama dua setengah jam.

Ketut Pujayasa adalah pelaku dugaan pemerkosaan di kapal pesiar MS Nieuw Amsterdam. Akibat perbuatannya ini Ketut pun terancam dihukum selama 230 bulan. (okezone/sbb/dakwatuna)