Anshori siregar
Anshori siregar

dakwatuna.com – Jakarta. Dalam Rapat Paripurna DPR RI hari ini, Jum’at (29/4/2016) Fraksi PKS melakukan interupsi dengan menanyakan kepada pimpinan rapat perihal pelantikan Ledia sebagai pengganti Fahri. “Saya pikir hari ini ada pelantikan itu. Tapi ternyata tidak ada pelantikan Fahri Hamzah yang digantikan Ibu Ledia,” kata Anggota Fraksi PKS Ansori Siregar dalam interupsinya seperti yang dilansir suara.com.

Interupsi Anshori merupakan bentuk desakan PKS kepada Pimpinan Dewan agar segera melantik Ledia yang surat pengajuan penggantian Fahri sebagai Wakil Ketua DPR sudah memasuki pekan ketiga. Bahkan Anshori pun mempertanyakan sikap Fahri yang masih berada di meja pimpinan. “Pelantikan pimpinan DPR baru ini dari saudara Fahri ke saudara Ledia ada dua keputusan alat kelengkapan dewan. Pimpinan tidak boleh menahan-nahannya. Pertama‎, ada keputusan fraksi, dan kedua, ada keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD),” tambahnya.

Menanggapi interupsi tersebut Taufik Kurniawan yang memimpin sidang paripurna  meluruskan pendapat Ansori. Pimpinan dewan bukan tidak mau melantik pimpinan DPR yang baru. Namun, pelantikan ini hanya masalah waktu. “Ini hanya masalah waktu yang nanti akan segera dilaksanakan. Bisa dilanjutkan (rapat paripurna)?” kata Taufik yang diikuti persetujuan peserta rapat.

Seperti diketahui bahwa pimpinan DPR memutuskan untuk membentuk tim analisa hukum sebelum pimpinan mengambil keputusan atas permintaan fraksi PKS tersebut. Tim ini diberikan waktu bekerja selama tiga pekan dan membuat kesimpulan hukum yang akan dijadikan dasar bagi pimpinan untuk mengganti Fahri atau tidak. (hs/dakwatuna)